HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

Jangan Lengah, Waspadai Gejala dan Penyebab Gagal Jantung Akut

Dipublish tanggal: Okt 28, 2020 Update terakhir: Nov 18, 2020 Waktu baca: 2 menit
Jangan Lengah, Waspadai Gejala dan Penyebab Gagal Jantung Akut

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Gagal jantung terjadi saat otot jantung tidak dapat memompa darah seperti dalam kondisi normal;
  • Gagal jantung dipicu oleh sejumlah faktor, mulai dari penyempitan pembuluh arteri atau penyakit jantung koroner hingga hipertensi. Jika tidak segera diatasi, kondisi-kondisi tersebut dapat melemahkan otot jantung melemah atau justru berubah menjadi kaku sehingga tidak bisa memompa dengan baik;
  • Secara garis besar, ada dua jenis gagal jantung: Gagal jantung kronik dan gagal jantung akut. Gagal jantung kronik dapat diartikan sebagai gagal jantung yang terjadi secara bertahap, sedangkan gagal jantung akut adalah gagal jantung yang terjadi secara tiba-tiba;
  • Gagal jantung akut dapat disebabkan oleh miokarditis, aritmia, penyakit jantung koroner, reaksi alergi, penggunaan obat-obatan tertentu, serta penyakit lain yang dapat memengaruhi tubuh;
  • Klik untuk membeli obat jantung dari rumah Anda melalui HDMall. *Gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia dan bisa COD;
  • Klik untuk memesan paket pemeriksaan jantung dan pemeriksaan kesehatan lainnya dengan harga bersahabat dan dokter berpengalaman melalui HDMall.

Gagal jantung merupakan salah satu masalah pada jantung yang bisa mengakibatkan kematian. Gagal jantung terjadi saat otot jantung tidak dapat memompa darah seperti dalam kondisi normal. 

Gagal jantung dipicu oleh sejumlah faktor, mulai dari penyempitan pembuluh arteri atau penyakit jantung koroner hingga hipertensi. Jika tidak segera diatasi, kondisi-kondisi tersebut dapat melemahkan otot jantung melemah atau justru berubah menjadi kaku sehingga tidak bisa memompa dengan baik. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Jantung via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 10

Secara garis besar, ada dua jenis gagal jantung: Gagal jantung kronis dan gagal jantung akut. Gagal jantung kronis dapat diartikan sebagai gagal jantung yang terjadi secara bertahap, sedangkan gagal jantung akut adalah gagal jantung yang terjadi secara tiba-tiba.

Baca juga: Gagal Jantung pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Waspadai gejala gagal jantung akut

Kemunculannya yang mendadak menjadikan gagal jantung akut sangat berbahaya walau pada dasarnya tidak ada masalah jantung yang bisa disepelekan. Meski paling umum, sesak napas tidak menjadi satu-satunya gejala gagal jantung akut. Kondisi ini bahkan ditandai oleh sejumlah gejala yang cukup mirip dengan gagal jantung kronis seperti:

  • Merasa sangat lelah;
  • Sering merasa lemas;
  • Detak jantung tak normal;
  • Batuk-batuk atau bersin yang mengeluarkan darah;
  • Pembengkakan perut;
  • Nyeri pada dada;
  • Kenaikan berat badan akibat retensi cairan;
  • Nafsu makan berkurang;
  • Peningkatan intensitas buang air kecil pada malam hari;
  • Tidak bisa berkonsentrasi;
  • Sejumlah kasus menimbulkan pembengkakan pada kaki.

Sayangnya, ada banyak orang yang tidak memperhatikan gejala-gejala tersebut, terlebih para lansia yang pada dasarnya sudah mengalami penurunan kondisi fisik. Berangkat dari situ, penting untuk peka terhadap perubahan atau rasa sakit yang dirasakan oleh tubuh. Jika mengalami satu atau beberapa gejala di atas, jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter. Bahkan sejumlah peneliti menyebut bahwa ada banyak orang yang terlambat menyadari kondisi tersebut, padahal gejala-gejalanya sudah dirasakan sekitar 13 jam.

Baca juga: 25 Makanan Sehat untuk Jantung Anda

Pahami penyebab gagal jantung akut

Gagal jantung akut biasanya merupakan dampak dari penyakit atau masalah jantung yang sudah terjadi. Beberapa masalah jantung tersebut di antaranya:

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

1. Miokarditis

Miokarditis dapat didefinisikan sebagai peradangan otot jantung. Biasanya, miokarditis disebabkan oleh virus. Bahkan virus corona dapat memicu miokarditis. Masalah ini berpotensi menyebabkan gagal jantung sebelah kiri, baik gagal jantung sistolik maupun diastolik.

2. Aritmia berat

Seseorang dapat disebut mengalami aritmia berat jika memiliki detak jantung yang sangat tidak beraturan. Pada umumnya, aritmia yang dapat menyebabkan gagal jantung kronis adalah detak jantung yang lebih cepat. Pasalnya, kondisi demikian dapat melemahkan otot jantung.

3. Penyakit jantung koroner

Penyakit arteri koroner (CAD) menyebabkan gangguan aliran darah di arteri yang memasok darah ke jantung. Kondisi ini juga disebut penyakit jantung koroner, penyebab serangan jantung yang paling sering terjadi. Jika tidak segera ditangani, serangan jantung bisa mengakibatkan gagal jantung.

Selain tiga penyakit tersebut, gagal jantung dapat disebabkan oleh reaksi alergi, pembekuan darah pada paru-paru, penggunaan obat-obatan tertentu, dan penyakit-penyakit yang memengaruhi seluruh tubuh.

Baca juga: Hidup dengan Katup Jantung Bocor, Apakah Bisa?

8 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Centers for Disease Control and Prevention. (2016). Heart failure fact sheet [Fact sheet]. (https://www.cdc.gov/dhdsp/data_statistics/fact_sheets/fs_heart_failure.htm).
Heart Failure: Understanding Heart Failure Management and Treatment. Cleveland Clinic. (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17069-heart-failure-understanding-heart-failure/management-and-treatment).
12 Congestive Heart Failure Signs, Symptoms, Causes, Stages & Manage (https://www.medicinenet.com/congestive_heart_failure_chf_overview/article.htm).

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app