Presiden BJ Habibie Meninggal Akibat Gagal Jantung. Apa Penyebabnya?

Dipublish tanggal: Sep 12, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Okt 15, 2019 Waktu baca: 4 menit
Presiden BJ Habibie Meninggal Akibat Gagal Jantung. Apa Penyebabnya?

Presiden RI ke-3 Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, FREng atau yang lebih akrab dengan panggilan BJ Habibie meninggal dunia pada hari Rabu, 11 September 2019 di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta. Berita meninggalnya BJ Habibie memberikan rasa kehilangan dan duka mendalam bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sebelum meninggal, BJ Habibie telah menjalani perawatan intensif sejak 1 September 2019 di RSPAD Gatot Soebroto. Hal ini terkait kondisi jantung beliau yang sedang melemah. Putra BJ Habibie, Thareq Kemal Habibie mengatakan bahwa ayahnya memang memiliki masalah jantung sejak muda, sehingga semakin bertambahnya usia secara otomatis fungsi kerja jantung juga semakin melemah dan meyebabkan gagal jantung. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Riwayat Penyakit BJ Habibie

Akibat menderita gangguan jantung sejak muda, BJ Habibie harus menjalani berbagai pengobatan dan perawatan untuk menjaga kondisi jantungnya agar tetap sehat, termasuk menjalani perawatan di rumah sakit baik yang ada di Jakarta maupun Jerman. 

Pada 2018 lalu, BJ Habibie sempat dirawat di salah satu rumah sakit di Jerman karena diduga mengalami kebocoran klep jantung dan disebutkan bahwa fungsi jantungnya hanya mampu bekerja sekitar 30 persen.

Jantung sendiri memiliki 4 katup, yaitu katup trikuspid, katup pulmonal, katup mitral, dan katup aorta yang berfungsi mengatur aliran darah dari jantung ke seluruh tubuh dan kembali ke jantung secara normal. Ketika salah satu fungsi klep jantung terganggu maka seluruh proses aliran darah juga dapat mengalami gangguan, salah satu gangguan tersebut adalah kebocoran klep jantung.

Secara umum, kebocoran klep jantung terbagi menjadi 2, yaitu stenosis klep jantung dan insufisiensi klep jantung (regurgitasi). Regurgitasi atau insufisiensi klep jantung terjadi ketika salah satu katup pada jantung mengalami kebocoran dan menyebabkan darah yang seharusnya mengalir ke seluruh tubuh kembali ke jantung sehingga aliran darah ke seluruh tubuh menjadi berkurang. Kondisi kebocoran katup jantung inilah yang mungkin dialami oleh BJ Habibie.

Penyebab gagal jantung

Gagal jantung atau congestive heart failure merupakan suatu kondisi di mana otot jantung tidak mampu memompa darah secara normal. Kondisi gagal jantung dapat disebabkan oleh banyak hal, di antaranya:

  • Penyempitan arteri jantung (arteri koroner) dan serangan jantung biasanya menjadi penyebab gagal jantung paling umum dan hal ini terjadi akibat penumpukan lemak yang berada di arteri jantung sehingga mengurangi aliran darah dan menyebabkan serangan jantung
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi) membuat jantung bekerja lebih keras dari yang seharusnya untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Seiring waktu, hal ini dapat menyebabkan otot jantung menjadi lebih lemah dalam memompa darah
  • Diabetes yang dapat mempengaruhi tekanan darah tinggi dan penyakit arteri koroner juga dapat menjadi faktor yang meningkatkan risiko gagal jantung
  • Katup jantung rusak dapat terjadi karena kelainan jantung, penyakit arteri koroner, ataupun infeksi jantung. Ketika rusak, jantung harus bekerja lebih keras dan akan semakin melemah seiring waktu. Padahal katup jantung yang mengatur aliran darah pada jantung.
  • Kerusakan otot jantung (kardiomiopati) dapat terjadi karena faktor penyakit, infeksi, penyalahgunaan obat dan alkohol, ataupun karena faktor genetik
  • Ritme jantung yang tidak normal (aritmia jantung) dapat menyebabkan jantung berdetak terlalu cepat dan menyebebakan jantung bekerja terlalu keras, begitupun dengan detak jantung yang lambat juga dapat menyebabkan gagal jantung
  • Miokarditis atau peradangan otot jantung dapat disebabkan oleh virus dan dapat menyebabkan gagal jantung pada sisi kiri
  • Cacat jantung bawaan biasa terjadi akibat salah satu bagian jantung tidak terbentuk dengan benar sehingga bagian jantung lain harus bekerja lebih keras untuk memompa darah melalui jantung

Selain karena faktor penyakit dan kondisi di atas, gagal jantung juga dapat terjadi akibat faktor usia ketika jantung mulai melemah dan tidak mampu memompa darah dengan baik.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Cara Mendeteksi Gagal Jantung

Presiden RI ke-3, BJ Habibie yang akan dimakamkan di di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata pasti telah menjalani serangkaian pemeriksaan berkelanjutan dalam mengatasi gangguan jantung yang dimiliki. Berikut beberapa cara diagnosis gagal jantung:

  • Pemeriksaan riwayat kesehatan secara keseluruhan, termasuk mengetahui pola hidup yang diterapkan, kebiasaan merokok dan minuman beralkohol, serta penggunaan obat-obatan tertentu
  • Pemeriksaan fisik jantung secara lengkap untuk mengetahui tanda dan penyebab otot jantung melemah dengan mendengarkan suara jantung
  • Tes darah digunakan untuk mengetahui fungsi kerja ginjal dan tiroid serta memeriksa kadar kolesterol dan kadar hemoglobin dalam darah yang mungkin dapat meningkatkan risiko gagal jantung
  • Tes B-type natriuretic peptide (BNP) di mana zat dikeluarkan dari jantung dan sebagai tanda terhadap adanya perubahan tekanan darah ketika kondisi gagal jantung semakin memburuk
  • Rontgen dada (X-Ray) dapat membantu menunjukkan ukuran jantung dan penumpukan cairan yang mungkin terjadi di sekitar jantung dan paru-paru
  • Ekokardiogram merupakan tes pemeriksaan USG yang menunjukkan gerakan, struktur, dan fungsi jantung
  • Ejection fraction (EF) digunakan untuk mengukur fungsi kerja jantung dalam memompa darah di mana setiap detak jantung berfungsi untuk menentukan apakah ada disfungsi sistolik atau gagal jantung dengan fungsi ventrikel kiri yang dipertahankan
  • Elektrokardiogram (EKG) akan merekam impuls listrik yang mengalir melalui jantung
  • Kateterisasi jantung merupakan salah satu prosedur invasif yang membantu menentukan penyebab gagal jantung disebabkan oleh penyakit arteri koroner atau tidak. Sementara itu tes stres merupakan prosedur noninvasif yang digunakan untuk memberikan informasi tentang kemungkinan terjadinya penyakit arteri koroner

Komplikasi Penyakit Jantung

Selain karena faktor usia dan adanya gangguan penyakit jantung yang sudah lama dideritanya, ternyata Presiden BJ Habibie yang meninggal di usia 83 tahun juga harus berjuang melawan penyakit ginjal yang dideritanya. 

Hal ini terjadi akibat komplikasi penyakit jantung, di mana obat untuk membantu menjaga kesehatan jantung menjadi racun bagi ginjal, begitupun sebaliknya, ketika obat yang digunakan untuk menjaga ginjal tetap sehat menjadi racun untuk jantung.

Berikut beberapa komplikasi penyakit yang disebabkan oleh gagal jantung, termasuk kerusakan ginjal, masalah katup jantung dan irama jantung, serta kerusakan pada hati (liver). Dengan melakukan pengobatan dan perawatan yang tepat, risiko gagal jantung dapat diatasi agar tidak bertambah parah. 

Maka diperlukan pencegahan yang tepat agar Anda dapat mengurangi faktor risiko mengalami gagal jantung, beberapa di antaranya meliputi menghentikan kebiasaan merokok, menjaga tekanan darah dan kadar gula darah, mengonsumsi makanan sehat, mempertahankan berat badan yang ideal, mengurangi stress, dan tetap aktif sesuai kemampuan fisik Anda.

24 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Mancini D. Indications and contraindications for cardiac transplantation in adults. https://www.uptodate.com/contents/search.
Riggin EA. Allscripts EPSi. Mayo Clinic, Rochester, Minn. April 19, 2017.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app