Gatal Pada Vagina ? Gunakan 4 Bahan Alami Ini

Dipublish tanggal: Jun 28, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Sep 24, 2019 Waktu baca: 2 menit
Gatal Pada Vagina ? Gunakan 4 Bahan Alami Ini

Rasa gatal yang ada di dalam vagina memang bukan menjadi masalah yang perlu dikhawatirkan dan tidak perlu dicemaskan. Akan tetapi apabila rasa gatal pada vagina tersebut tidak seperti biasanya, yaitu terasa gatal secara terus menerus dan dalam jangka waktu yang lama, maka Anda tidak boleh mengabaikan hal ini.

Untuk mengatasi rasa gatal itu sendiri pun tidak perlu pergi ke dokter, karena Anda bisa melakukan pengobatannya di rumah dengan cara yang mudah menggunakan bahan-bahan yang mudah Anda jumpai. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Sedangkan untuk rasa gatal yang ditimbulkan ini pun sangatlah beragam. Untuk itu Anda haris mengetahui apa dulu penyebab dari rasa gatal tersebut dan cara untuk mengatasinya.

Berikut ini daftar bahan-bahan alami yang dapat digunakan untuk mengurangi rasa gatal yang ada di dalam vagina, diantaranya:

Menggunakan bahan alami berupa minyak kelapa

Rasa gatal pada bagian vagina dapat diatasi melalui penggunaan minyak kelapa murni. Penggunaan minyak kelapa dapat melakukan pencegahan rasa gatal akibat dari bakteri, eksim, infeksi candida dan vaginosis. 

Kandungan asam lemak yang terdapat dalam minyak kelapa bisa digunakan untuk menenangkan kulit yang gatal, dan kandungan antimikroba yang dapat mengatasi infeksi pada vagina.

Minyak kelapa memiliki kandungan asam laurat yang dapat menghambat pertumbuhan terhadap infeksi bakteri dan bisa menutrisi kulit yang mengalami kerusakan akibat eksim. Kandungan minyak kelapa juga dapat digunakan sebagai pelembab pada bagian organ intim yang kering.

Cuka apel untuk mengatasi infeksi jamur

Infeksi jamur yang ada di dalam vagina dapat menimbulkan rasa gatal. Sedangkan untuk kandungan berupa asam asetat yang terdapat dalam cukak apel memiliki kegunaan untuk menghancurkan jamur, termasuk kandungan Candida. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Kandungan berupa asam asetat yang ada di dalam cuka dapat menstabilkan pH pada organ intim yang bisa meningkat akibat dari infeksi bakteri.

Apabila Anda ingin menggunakan cuka untuk menghilangkan rasa gatal, Anda bisa menggunakan tampon dalam campuran air dan cuka apel 50:50. Kemudian itu Anda bisa memasukan tampon dalam vagina lalu diamkan 30 hingga 60 menit. Setelah keluar, Anda bisa langsung membersihkan vagina menggunakan air hangat lalu keringkan.

Konsumsi Greek yogurt untuk melawan bakteri jahat

Probiotik menjadi lawan dari bakteri jahat yang ada di dalam tubuh. Bakteri jahat yang ada di dalam tubuh akan hilang apabila jumlah bakteri baik dalam tubuh lebih banyak. 

Untuk itu, dengan mengkonsumsi Greek yogurt, maka dapat meningkatkan bakteri baik yang ada di dalam vagina. Rasa gatal dapat Anda hilangkan dengan mengkonsumsi Greek yogurt murni sebanyak 1 gelas.

Selain meminumnya, Anda pun juga bisa mengoleskan vagina menggunakan Greek yogurt tanpa kandungan gula. Cara ini akan lebih mudah untuk melakukan pencegahan terhadap pertumbuhan jamur yang ada di dalam vagina.

Bawang putih cara paling efektif untuk mengatasi infeksi bakteri

Bawang putih memiliki sifat antikuman karena kandungan berupa alisin. Bawah putih memiliki kandungan anti jamur yang dapat bekerja secara aktif dalam mengatasi infeksi yang ada di dalam candida. Selain itu bawang putih juga ampuh untuk meredakan terjadinya infeksi pada vulva dan kulit.

Ke 4 bahan yang ada di atas dapat dengan mudah mengatasi rasa gatal yang ada di dalam vagina Anda. Selain mudah dijumpai, harga yang ditawarkan pun sangat bersahabat dengan isi kantong Anda.

32 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Trichomoniasis CDC fact sheet (2016, May 20) (http://www.cdc.gov/std/trichomonas/stdfact-trichomoniasis.htm)
Parasites-lice-pubic “crab” lice treatment. (2015, August 17) (https://www.cdc.gov/parasites/lice/pubic/treatment.html)
Parasites-lice-pubic “crab” lice frequently asked questions. (2013, September 24) (https://www.cdc.gov/parasites/lice/pubic/gen_info/faqs.html)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app