Garam Dalteparin: Manfaat,Efek Samping,dan Dosis

Update terakhir: Feb 17, 2019 Waktu baca: 5 menit
Telah dibaca 917.523 orang

Pembekuan darah merupakan awal dari cairan darah yang berubah menjadi seperti gel atau semi padat. Pembekuan umumnya merupakan proses yang diperlukan yang dapat mencegah kehilangan terlalu banyak darah dalam kasus-kasus tertentu, seperti ketika terjadi cedera atau terluka.

Namun, ketika gumpalan terbentuk di dalam salah satu pembuluh darah, maka gumpalan tersebut tidak akan selalu larut dengan sendirinya. Hal ini bisa menjadi situasi yang sangat berbahaya dan bahkan mengancam jiwa.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Pembekuan darah yang tidak bergerak umumnya tidak akan membahayakan, akan tetapi ada kemungkinan jika bekuan darah tersebut bergerak dan menjadi suatu hal yang berbahaya. 

Jika bekuan darah pecah dan mengalir melalui pembuluh darah ke jantung dan paru-paru, gumpalan tersebut bisa menyumbat dan mencegah aliran darah. Hal ini termasuk dalam kegawat daruratan medis.

Nah, pada artikel ini akan membahas salah satu pengobatan yang dapat digunakan untuk mencegah atau mengobati pembekuan darah yang berbahaya. Obat tersebut yaitu Garam Dalteparin. Berikut penjelasan lebih lanjut obat Garam Dalteparin. Selamat membaca.

Apa sih kegunaan obat Garam Dalteparin itu?

Garam Dalteparin merupakan obat antikoagulan yang membantu mencegah pembentukan gumpalan darah. Obat ini digunakan bersama dengan aspirin untuk mencegah komplikasi pembuluh darah pada orang-orang dengan tipe-tipe tertentu dari angina (nyeri dada) atau serangan jantung.

Garam Dalteparin dapat digunakan untuk mencegah jenis gumpalan darah yang disebut deep vein thrombosis (DVT), yang dapat menyebabkan gumpalan darah di paru-paru (pulmonary embolism). DVT dapat terjadi setelah jenis operasi tertentu, atau pada orang yang terbaring di tempat tidur karena penyakit yang berkepanjangan.

Selain untuk mencegah pembekuan darah pada kasus DVT, obat ini juga dapat digunakan jangka panjang untuk mengobati jenis bekuan darah yang disebut tromboemboli vena (VTE) pada orang dengan kanker. Selain itu obat ini juga biasa digunakan dalam pencegahan pembekuan selama hemodialisis dan hemofiltrasi sehubungan dengan gagal ginjal akut atau insufisiensi ginjal kronis.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Berapa pemberian dosis obat Garam Dalteparin?

Obat Garam Dalteparin merupakan obat dalam bentuk larutan (cairan) dalam botol dan jarum suntik yang sudah diisi sebelumnya untuk disuntikkan secara subkutan (di bawah kulit). Biasanya obat ini diberikan sekali sehari, tetapi dapat diberikan dua kali sehari untuk kondisi tertentu. Lamanya pengobatan tergantung pada kondisi yang Anda miliki dan seberapa baik tubuh Anda merespons obat tersebut.

Berikut dosis obat Garam Dalteparin yang biasa diberikan:

Dosis Intravena untuk Profilaksis pembekuan dalam sirkulasi ekstrakorporeal dalam hemodialisis atau hemofiltrasi

  • Dewasa: 30-40 U / kg IV inj, diikuti dengan infus IV 10-15 U / kg / jam. Dosis tunggal 5.000 U dapat diberikan untuk sesi hemodialisis atau hemofiltrasi yang berlangsung <4 jam.
  • Untuk pasien dengan risiko tinggi perdarahan atau gagal ginjal akut: 5-10 U / kg IV inj diikuti dengan infus 4-5 U / kg / jam.

Dosis Subkutan untuk Angina tidak stabil

  • Dewasa: 120 U / kg 12 jam dilanjutkan selama 5-8 hari dengan aspirin dosis rendah secara bersamaan. Maks: 10.000 U setiap 12 jam.
  • Untuk pasien yang memerlukan perawatan lebih dari 8 hari sambil menunggu prosedur revaskularisasi: 5.000 U (7.500 U pada pria dengan berat ≥70 kg dan wanita dengan berat ≥80 kg) setiap 12 jam selama 45 hari hingga prosedur dilakukan.

Dosis Subkutan untuk Profilaksis tromboemboli vena selama prosedur bedah

  • Dewasa: Pasien dengan risiko sedang: 2.500 U diberikan 1-2 jam sebelum prosedur diikuti oleh 2.500 U sekali sehari selama 5-7 hari atau sampai pasien sepenuhnya sadar.
  • Pasien berisiko tinggi: 2.500 U diberikan 1-2 jam sebelum dan 8-12 jam setelah prosedur diikuti oleh 5.000 U setiap hari. Atau, 5.000 U diberikan pada malam sebelum operasi diikuti oleh 5.000 U setiap malam berikutnya selama 5-10 hari, atau hingga 5 minggu setelah operasi penggantian pinggul.
  • Pasien medis: 5.000 U sehari sekali selama 14 hari atau lebih.

Dosis Subkutan untuk Tromboemboli vena

  • Dewasa: 200 U / kg setiap hari sebagai dosis tunggal atau 2 terbagi pada pasien hamil dan berisiko tinggi. Maks: 18.000 U / hari.
  • Pasien dengan tromboemboli simtomatik dan kanker: 200 U / kg sekali sehari selama 30 hari, diikuti oleh 150 U / kg sekali sehari selama hingga 5 bln; jika kemoterapi menginduksi trombositopenia berkembang, kurangi dosis menjadi 2.500 U sementara jumlah trombosit di bawah 100.000, menghentikan sementara pengobatan jika jumlah trombosit di bawah 50.000 sel / mm3.

Bacalah petunjuk penggunaan obat sesuai yang tertera pada kemasan obat atau resep dokter. Simpan dan letakkan obat pada tempat yang sejuk atau pada suhu ruangan. Hindari paparan langsung sinar matahari serta jauhkan dari jangkauan anak-anak dan binatang peliharaan. Periksa dan perhatikan selalu tanggal pemakaian sebelum mengkonsumsi obat.

Apa saja efek samping dari obat Garam Dalteparin?

Seiring dengan efek obat yang digunakan, setiap obat-obatan dapat menyebabkan beberapa efek yang tidak diinginkan, yang kadang-kadang menimbulkan efek yang serius. Namun, setiap orang umumnya dapat menimbulkan reaksi yang berbeda-beda terhadap dosis obat yang sama.

Seperti halnya dalam penggunaan obat Garam Dalteparin yang juga memiliki beberapa efek samping yang umum terjadi, sebagai berikut:

  • Peningkatan kadar transaminase serum (AST dan ALT)
  • Reaksi alergi (mis. Pruritus, ruam, demam, reaksi tempat penyuntikan, erupsi bulosa)
  • Nyeri pada tempat penyuntikan

Jika setelah menggunakan obat Garam Dalteparinterdapat tanda dan gejala seperti yang telah disebutkan diatas atau terdapat tanda dan gejala lain yang menetap dan memburuk, segera datangi dokter atau layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.

Kontraindikasi obat Garam Dalteparin pada

  • Riwayat penggunaan heparin yang dikonfirmasi atau dicurigai yang dimediasi secara imunologis menginduksi trombositopenia
  • Ulkus gastroduodenal akut
  • Pendarahan otak
  • Gangguan koagulasi serius
  • Endokarditis septik akut atau subakut
  • Efusi perikardial hemoragik dan efusi pleura hemoragik
  • Cedera dan operasi pada sistem saraf pusat, mata dan telinga
  • Anestesi lokal dan / atau regional dalam prosedur bedah elektif (pada pasien yang menerima pengobatan daripada profilaksis)
  • Pasien kanker dengan berat <40 kg.
  • Pasien yang baru saja mengalami stroke (dalam 3 bulan) kecuali karena emboli sistemik.

Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan obat Garam Dalteparin?

  • Beri tahu dokter dan apoteker jika Anda alergi terhadap obat Garam Dalteparin, heparin, obat-obatan lainnya, atau salah satu bahan dalam injeksi Garam Dalteparin.
  • Sebelum menggunakan obat ini sebaiknya Anda memberi tahu dokter mengenai obat-obatan yang sedang Anda konsumsi baik itu vitamin, herbal, obat dari resep dokter atau tanpa resep dokter. Karena beberapa obat dapat menimbulkan efek samping jika dikombinasikan dengan obat Garam Dalteparin. Dokter mungkin perlu mengubah dosis obat atau memantau Anda dengan hati-hati untuk menghindari terjadinya efek samping.
  • Beri tahu dokter jika Anda mengalami pendarahan hebat di mana saja di tubuh Anda yang tidak dapat dihentikan atau jika Anda pernah atau memiliki kadar trombosit yang rendah dalam darah Anda. Dokter mungkin memberi tahu Anda untuk tidak menggunakan obat Garam Dalteparin.
  • Sebelum menggunakan obat ini sebainya beri tahu dokter jika Anda pernah  mengalami kelainan perdarahan seperti hemofilia (kondisi di mana darah tidak membeku secara normal), luka di perut atau usus, tekanan darah tinggi, endokarditis (infeksi pada jantung), stroke, penyakit mata karena diabetes, atau penyakit hati atau ginjal.
  • Hati-hati penggunaan obat ini pada ibu hamil dan menyusui. Sebiknya konsultasikan kembali ke dokter mengenai manfaat dan resiko penggunaan obat ini pada kondisi tersebut.
  • Jangan menambah, mengurangi atau menghentikan pengobatan tanpa ada saran dan anjuran dari dokter. Karena hal tersebut dapat memperburuk efek samping yang ada.

Jika setelah menggunakan obat ini tidak terdapat perbaikan atau terjadi perburukan terhadap kondisi kesehatan Anda. Segera konsultasikan kembali ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang lebih baik. Semoga bermanfaat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dalam waktu 3 hari atau lebih cepat dalam 24 jam di wilayah DKI Jakarta dengan pembayaran melalui transfer bank atau Go-Pay. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum

Chat di WhatsApp