​Fungsi Ruang Isolasi di Rumah Sakit dan Kondisi yang Memerlukannya

Dipublish tanggal: Sep 15, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit

Ruang isolasi dalam rumah sakit adalah ruangan khusus yang diperuntukkan bagi pasien yang memerlukan penanganan khusus pula. Dalam artian, pasien tersebut juga berada di ruangan yang terpisah dengan pasien yang lain. 

Sangat penting untuk diperhatikan soal fasilitas dan sarana penunjang suatu ruang isolasi. Hal ini bertujuan untuk pengendalian penularan suatu penyakit dan infeksi atau memang pasien tersebut memerlukan penanganan khusus dari pihak rumah sakit. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Karena pasien yang dirawat di ruang isolasi ini adalah pasien yang membutuhkan penanganan khusus, anda tidak bisa memasuki ruangan ini dengan sembarangan. 

Terdapat sejumlah aturan dan prosedur yang harus ditaati untuk memasuki ruangan tersebut, baik oleh dokter, perawat, maupun pengunjung yang akan menjenguk pasien yang dirawat di ruangan isolasi ini. 

Mencegah Kontaminasi

Pada dasarnya, ruangan ini menerapkan udara yang bertekanan negatif supaya mencegah penularan penyakit lewat udara: sumber penyakit tersebut keluar dari ruangan isolasi dan menulari orang lain. 

Bisa diartikan, tidak ada udara yang akan keluar dari ruang isolasi dan bercampur dengan udara di luar ruangan tersebut, sehingga tidak menularkan penyakit ke orang lain. 

Demikian juga sebaliknya. Jika seorang pasien mempunyai mekanisme kekebalan tubuh yang sedang lemah, petugas akan membuat ruangan mempunyai tekanan udara yang positif. 

Cara kerjanya adalah menyaring udara yang masuk ke dalam ruangan sampai bersih, lalu uadara tersebut akan dipompa ke dalam ruangan secara terus menerus. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Dengan demikian udara yang mengalir masuk ke dalam ruang isolasi tersebut akan tetap bersih, steril, dan tidak terpapar dan membawa bibit penyakit dari luar ruangan. 

Kondisi Pasien yang Memerlukan Ruang Isolasi

Umumnya, rumah sakit mempertimbangkan kondisi pasien yang memerlukan penanganan khusus di ruang isolasi. Ada beberapa kondisi yang bisa dipertimbangkan untuk dirawat di ruang isolasi. Adalah, jika pasien:

    • Diare dan muntah
    • Terkena cacar air
    • Menderita tuberkulosis
    • Mengidap meningitis
    • Terkena infeksi Clostridium Difficile
    • Mengalami infeksi organisme yang menolak efek dari beragam obat (multi-drug resistant organism/MDRO)
    • Mempunyai sakit yang didapat setelah melakukan kunjungan ke daerah endemis penyakit
    • Mendapatkan penyakit yang berakibat penurunan sistem kekebalan tubuh
    • Menderita penyakit yang belum dideteksi penyebabnya.

    Pada situasi khusus, terdapat pasien yang diwajibkan untuk menghuni ruangan isolasi sendirian, namun ada pula yang bisa dirawat di ruangan isolasi bersamaan dengan pasien yang lain. Pada kasus yang biasa terjadi, beberapa pasien bisa menempati ruangan isolasi yang sama jika mereka mempunyai penyakit yang sama. 

    Aturan Khusus Ruangan Isolasi di Rumah Sakit

    Rumah sakit akan menerapkan aturan dan prosedur yang berbeda-beda denga rumah sakit yang lain. Aturan dan prosedur tersebut biasanya diperuntukkan bagi pengunjung yang akan menjenguk pasien yang dirawat di ruangan isolasi. 

    Bahkan, bisa saja pihak rumah sakit tidak memperbolehkan pengunjung untuk menjenguk pasien yang dirawat di ruang isolasi oleh karena beberapa pertimbangan dan kasus khusus yang timbul.

    Untuk dokter, perawat pasien, maupun pengunjung yang akan memasuki ruangan isolasi, pihak rumah sakit menerapkan aturan dan prosedur yang harus ditaati, yaitu:

      • Mencuci tangan sebelum dan sesudah memasuki ruang isolasi sampai bersih dan benar
      • Pintu ruangan harus segera ditutup jika memasuki maupun keluar dari ruangan isolasi
      • Jika dibutuhkan, harus memakai sarung tangan, masker pelindung, dan pakaian yang didesain khusus
      • Apabila pengunjung sedang mempunyai kondisi berpenyakit flu, atau penyakit menular lainnya, maka tidak diperbolehkan memasuki ruangan isolasi
      • Pengunjung pasien juga sebaiknya menaati petunjuk dan aturan lainnya yang diterapkan di rumah sakit, misal jam kunjung pasien. Pada umumnya, pengunjung anak-anak tidak diperbolehkan untuk masuk ke ruangan isolasi.

      Pembuatan ruang isolasi di rumah sakit pun harus memenuhi kriterian dan standar yang cukup ketat. Desain kamar harus dibuat supaya kamar tersebut berfungsi sebagai ruangan pengendalian penyakit dan infeksi. 

      Hal ini perlu diperhatikan dan ditaati agar rumah sakit sebagai fasilitas kesehatan publik bisa optimal dalam menangani pasien yang memerlukan penanganan.

      11 Referensi
      Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
      Hyttinen, Marko & Kokkonen, Anna & Pasanen, Pertti & Reponen, Tiina & Earnest, G. & Streifel, Andrew & Kalliokoski, Pentti. (2011). Airborne Infection Isolation Rooms – A Review of Experimental Studies. Indoor and Built Environment. 20. 584-594. 10.1177/1420326X11409452.. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/258139941_Airborne_Infection_Isolation_Rooms_-_A_Review_of_Experimental_Studies)
      Kim, Sean & Augenbroe, Godfried. (2009). Ventilation operation in hospital isolation room: A multi-riterion assessment considering organizational behaviour. IBPSA 2009 - International Building Performance Simulation Association 2009.. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/242086917_Ventilation_operation_in_hospital_isolation_room_A_multi-riterion_assessment_considering_organizational_behaviour)
      Fusco, Francesco & Puro, V & Baka, Agoritsa & Bannister, Barbara & Brodt, Hans-Reinhard & Brouqui, P & Follin, P & Gjorup, I.E. & Gottschalk, R & Hemmer, R & Hoepelman, Andy & Jarhall, Boo & Kutsar, K & Lanini, Simone & Lyytikainen, O & Maltezou, Helena & Mansinho, Kamal & Martí, Magda & Ott, K & Ippolito, Giuseppe. (2009). Isolation rooms for highly infectious diseases: an inventory of capabilities in European countries. The Journal of hospital infection. 73. 15-23. 10.1016/j.jhin.2009.06.009.. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/26709792_Isolation_rooms_for_highly_infectious_diseases_an_inventory_of_capabilities_in_European_countries)

      Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

      Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
      (1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

      Tanya Dokter

      Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


      Lampirkan file (foto atau video)
      Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
      Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
      * Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

      Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

      Submit
      Buka di app