Follitropin Alfa: Manfaat,Efek Samping,dan Dosis

Update terakhir: Feb 18, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 924.171 orang

Follitropin Alfa merupakan salah satu jenis hormon terapi yang digunakan untuk membantu kesuburan wanita. Hormon ini mengandung follicle- stimulating hormone yang diproduksi di kelenjar hipofisis. Obat ini membantu meningkatkan produktivitas indung telur untuk memproduksi ovum.

Farmakologi  Follitropin Alfa

Follitropin alfa mengandung hormon FSH yang dapat membantu ovarium agar dapat  memproduksi sel telur. Obat in juga dapat memproduksi sel telur untuk ovulasi (telur dewasa) dan menunjang fertilitas  apabila dikombinasikan dengan hormon hCG atau chorionic gonadotropin hormone.

Hormon FSH mengikat hormon reseptor follicles-stimulating yang berupa reseptor transmembarane G-coupled. Ikatan hormon tersebut dapat meningkatkan aktivasi PI3K (phosphatidylinositol-3 kinase) sehingga dapat merangasang fungsi maturasi sel. 

Follitropin alfa merupakan hormon terapi yang digunakan pada kondisi infertilitas baik pada pria ataupun wanita.

Infertilitas adalah suatu kegagalan pembentuk janin akibat faktor biologi si dalam tubuh. Gagalnya pembentukan atau membuah keturunan disebabkan oleh ketidakmampuan salah satu atau kedua pasangan yang secara biologis tidak tercapainya kesuburan.

Faktor yang menyebabkan terjadinya infertilitas dapat timbul dari pria atau wanita. Infertilitas pada pria disebabkan kurangnya jumlah sel sperma sehingga menimbulkan tertundanya pembuahan. Pada wanita ini disebabkan hormon fertilitas tidak dapat memproduksi sel telur sehingga terdapat gangguan pembuahan.

Faktor hormonal wanita yang menyebabkan infertilitas adalah adanya kelainan hormon reproduksi serpti lutein dan FSH yang menghalangi pelepasan sel telur sehingga tidak dapat melanjutkan proses pembuahan meskipun sel sperma sudah masuk dan aktif. Gangguan pada kelenjar hipofisis seperti timbulny kanker dapat menghambat pertumbuhan hormon dan menghambat ovulasi.

Selain Hormon FSH, pemberian hormon terapi GnRHa atau gonadotropin- releasing hormone agonist juga diberikan sebelum pemberian folitrofin alfa untuk menurunkan kadar FSH di kelenjar hipofisis sehingga peran Follitropin alfa dapat mencukupi kadar pembentukan ovulasi sel telur.

Efek Samping Obat Folitrofin Alfa

Efek samping yang dapat ditemukan selama pemberian terapi hormon Follitropin alfa antara lain:

  • Mual muntah
  • Nyeri kepala
  • demam
  • Diare
  • Pendarahan di luar menstruasi
  • jerawat
  • Nyeri perut bagian bawah
  • Pembengkakan tangan dan kaki
  • Berat badan menjadi meningkat
  • Jarang buang air kecil

Perhatian Khusus Sebelum Pemberian Terapi Hormon Follitropin Alfa

OHSS
Efek samping berat yang dapat timbul pada pemberian terapi hormon Follitropin alfa adanya sindrom hiperstimulasi ovarium atau OHSS dimana terlihat adanya penggumpalan cairan secara mendadak pada daerah perut atau dada. 

Penggumpalan timbul pada beberapa area diantaranya akumulasi cairan pada toraks, lapisan jantung perikardium. Gejala awal yang ditimbulkan pada OHSS adalah nyeri pingang, mual, muntah, serta peningkatan berat badan. 

Kondisi dapat semakin memberat dan memicu gangguan keseimbangan elektrolit, asites, efusi pleura, hidrotoraks, hingga hipovolemia. Kondisi ini dapat berakibat fatal dan dapat mengancam jiwa.

Kehamilan
Obat ini tidak boleh dikonsumsi apabila telah terjadi kehamilan yang ditunjukkan melalui pemeriksaan kandungan. Obat ini harus dihentikan agar terhindar dari efek samping pada janin.

Ibu Menyusui
Obat ini tidak boleh diberikan pada ibu menyusui

Klinis Ovulasi
Selama diberikan terapi hormon, efek terapi berupa adanya peningkatan suhu tubuh, peningkatan serum progrestron serta menstruasi menunjukkan efektifitas obat dengan pengecualian kehamilan.

Dosis Dan Cara Pemberian Terapi Follitropin Alfa

Follitropin alfa tersedia dalam vial dengan sediaan 450 IU dan 1050 IU. Pada wanita, dosis diatas 300 IU perhari diberikan untuk memberikan respon hormon. 

Pemberian awal yaitu sebanyak 75 IU follitropin alfa dalam sehari. Dosis pemeliharaan dengan tambahan  sebanyak 37,5 IU diberikan setelah 14 hari terapi. Lama terapi tidak boleh melebihi 35 hari.

Hasil pemeriksaan ovulasi terkait nilai LH, FSH, hCG, dan chorionic gonadotropin dilakukan 1 hari setelah paket terapi. Pemeriksaan ultasonografi juga dapat dilakukan untuk melihat adanya pembentukkan janin pembuahan. Hasil pemeriksaan biasanya ditmukan peningkatan HCG.

Dosis multipel sebanyak 450 IU dan 1050 IU vial juga dapat digunakan dengan campuran 1ml air bakteriostatik.

Selama pemberian terapi diharuskan untuk mencuci tangan dengan bersih agar terhindar dari kontaminasi selama suntikan. 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit