Fluvoxamine : Manfaat, Efek Samping, dan Cara Penggunaanya

Update terakhir: Feb 13, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 271.757 orang

Definisi Fluvoxamine

Fluvoxamine adalah obat yang digunakan untuk mengobati beberapa jenis gangguan pskiatrik. Fluvoxamine termasuk dalam kelas obat yang disebut serotonin reuptake inhibitors (SSRI), yaitu kelas obat yang termasuk di dalamnya fluoxetine, sertraline, dan paroxetine. SSRI mempengaruhi neurotransmitter, yaitu zat kimia pada saraf di otak yang berfungsi sebagai zat kimia komunikasi antara satu saraf dengan yang lainnya. 

Neurotransmiter dikeluarkan oleh saraf, bergerak di antara saraf lalu menempel ke reseptor di saraf lainnya. Kebanyakan ahli percaya bahwa ketidakseimbangan neurotransmiter merupakan penyebab depresi dan beberapa gangguan psikiatrik lainnya. 

Fluvoxamine bekerja dengan mencegah penyerapan serotonin, salah satu jenis neurotranmiter, dari jarak antar satu sel saraf ke sel saraf lain setelah terjadi pelepasan. Sehingga, serotonin masih tersedia pada jarak antar sel saraf untuk menempel pada sel saraf lainnya dan menstimulasi penyaluran informasi. 

Fluvoxamine telah disetujui sebagai obat untuk menangani gangguan obsesif kompulsif sejak 1994. Selain itu, Fluvoxamine dapat digunakan untuk mengobati gangguan kecemasan sosial (fobia sosial) dan mungkin dapat digunakan untuk tujuan lain sesuai dengan resep dari dokter.

Cara menggunakan Fluvoxamine

Fluvoxamine biasanya dimunum pada malam hari. Ikuti petunjuk pada label resep. Dokter dapat mengganti dosis Anda. Jangan meminum Fluvoxamine dalam dosis yang lebih besar, lebih sedikit, maupun lebih lama dari yang direkomendasikan. Jangan menggerus, mengunyah, mematahkan, atau membuka kapsul lepas lambat. Telan dalam satu kesatuan. 

Jangan berhenti meminum Fluvoxamine secara tiba-tiba. Ikuti petunjuk dokter mengenai pengurangan dosis. Simpan Fluvoxamine pada temperatur ruangan, jauhkan dari panas langsung dan kelembaban. Tutuplah botol kemasan Fluvoxamine bila tidak digunakan.

Efek samping Fluvoxamine

Segera hubungi gawat darurat bula Anda mengalami reaksi alergi seperti ruam kulit, bintik-bintik, atau kemerahan di kulit; demam, nyeri sendi; kesulitan bernapas; bengkak pada wajah, bibir, tenggorokan atau lidah. 

Laporkan pada dokter bila timbul gejala baru atau gejala yang semakin memburuk seperti: perubahan suasana hati atau perilaku, kecemasan, serangan panik, kesulitan tidur, atau jika Anda merasa impulsif, mudah tersinggung, tertekan, suka menyakiti, lelah, hiperaktif (secara fisik maupun mental), merasa lebih depresi, atau memiliki keinginan atau pemikiran untuk bunuh diri atau menyakiti diri sendiri.

Segera hubungi dokter apabila Anda mengalami:

  • Pandangan yang kabur, pandangan yang berputar, nyeri atau bengkak di mata, atau melihat lingkaran di sekitar cahaya
  • Kejang-kejang
  • Reaksi sistem saraf yang parah seperti otot yang sangat kaku, demam tinggi, keringat berlebih, linglung, denyut jantung cepat atau tidak teratur, tremor, merasa akan pingsan
  • Rasa cemas, pemikiran yang terlalu cepat, perilaku yang berisiko, masalah tidur (insomnia), merasa senang atau sedih yang terlalu ekstrim
  • Perubahan nafsu makan atau berat badan
  • Kadar natrium di tubuh rendah seperti sakit kepala, pusing, masalah ingatan, lemas yang parah, kehilangan koordinasi tubuh, merasa tidak seimbang
  • Pendarahan yang tidak biasa atau mudah mengalami memar

Segera dapatkan bantuan medis jika Anda mengalami gejala gangguan serotonin seperti: merasa tertekan, halusinasi, demam, berkeringat, meriang, denyut jantung cepat, kaku otot, kedutan, kehilangan koodinasi, mual, muntah atau diare.

Efek samping yang umum terjadi antara lain:

  • Gemetar, merasa cemas
  • Suasana hati yang depresif
  • Masalah tidur (insomnia)
  • Kembung, kehilangan nafsu makan
  • Mual, muntah, diare
  • Mengantuk atau pusing
  • Mulut kering, menguap
  • Sakit tenggorokan
  • Keinginan seks menurun, ejakulasi tidak normal, kesulitan mencapai orgasme.
  • Nyeri otot
  • Keringat berlebih, timbul ruam
  • Datang bulan dalam jumlah besar

Efek samping lain mungkin terjadi. Segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis efek samping yang Anda alami.

Reaksi putus obat rata-rata terjadi setelah penggunaan 12 hingga 36 minggu, tapi mungkin dapat terjadi setelah pemakaian 5 minggu. Meskipun dokter sudah menerapkan penurunan dosis secara bertahap dan perlahan, gejala masih mungkin terjadi. 

Gejala akan timbul dalam waktu beberapa hari setelah berhenti menggunakan Fluvoxamine dan akan berlanjut selam 12 hingga 21 hari. Gejala putus obat dapat hilang 24 jam setelah mengonsumsi Fluvoxamine kembali. 

Antidepresan dapat meningkatkan risiko bunuh diri pada anak-anak dan orang dewasa muda, dan mungkin pada orang tua.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit