Penyebab Kanker Serviks dan Cara Mencegahnya

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Jan 5, 2024 Tinjau pada Mei 13, 2019 Waktu baca: 1 menit
Penyebab Kanker Serviks dan Cara Mencegahnya

Kanker serviks atau kanker leher rahim, ada juga yang menyebutnya kanker mulut rahim, menjadi momok bagi kaum wanita. Betapa tidak, di Indonesia penyakit ini dinobatkan sebagai pembunuh no. 1 bagi wanita. 

Oleh karena itu selain deteksi dini, mencegah kanker serviks juga merupakan langkah yang cerdas untuk terhindar dari bahaya kanker serviks. Untuk bisa mencegah kita harus tahu terlebih dahulu mengenai hal-hal apa saja yang menjadi penyebab kanker serviks.

Penyebab Kanker Serviks

Kanker serviks mulai terjadi ketika sel-sel normal mengalami perubahan (mutasi genetik) yang mengubah sel sehat menjadi sel abnormal. Sel-sel normal tumbuh dan berkembang dengan terkontrol pada taraf tertentu oleh tubuh, kematian sel juga pada waktu yang ditetapkan. 

Sedangkan apabila sel normal tersebut berubah menjadi sel-sel kanker maka pertumbuhan dan berkembangannya di luar kendali tubuh, dan sel-sel kanker tidak mati. Seiring pertumbuhan dan perkembangan sel yang abnormal lama kelamaan akan membentuk suatu massa (tumor). Selain bertumbuh sel-sel kanker juga dapat menyebar dan menyerang jaringan terdekat dan dapat memisahkan diri dari tumor awal (induk) untuk menyebar di tempat lain dalam tubuh (metastasis).

Penyebab pasti kanker serviks memang belum jelas. Namun, yang pasti bahwa infeksi menular seksual yang disebabkan oleh human papillomavirus (HPV) memainkan peran penting. Sementara HPV adalah virus yang sangat umum, bahkan kebanyakan wanita dengan HPV tidak pernah mengembangkan kanker serviks. Ini berarti faktor risiko lain - seperti genetik, lingkungan atau gaya hidup juga menjadi faktor risiko penyebab kanker serviks.

Cara Mencegah Kanker Serviks

Kanker serviks bisa di cegah, seorang wanita dapat mencegah kanker serviks  atau mengurangi risiko kanker serviks dengan cara-cara sebagai berikut:

  •     Gunakan kondom setiap kali berhubungan seks
  •     Menunda hubungan seksual pertama kali (menikah terlalu muda)
  •     Hindari gonta-ganti pasangan
  •     Jangan merokok
  •     Mendapatkan vaksinasi terhadap HPV

Vaksinasi terhadap HPV

Vaksin dapat melindungi seseorang terhadap jenis HPV yang paling berbahaya yang dapat menyebabkan kanker serviks. Vaksinasi kanker serviks tersedia untuk anak perempuan dan wanita usia 9 sampai 26 tahun. Vaksin ini paling efektif jika diberikan kepada perempuan sebelum mereka menjadi aktif secara seksual.

Laki-laki  juga dapat diberikan Vaksin  HPV ini,  Karena pada laki-laki, infeksi HPV meningkatkan risiko kanker penis, kanker dubur dan kutil kelamin. Secara teori, vaksinasi pada laki-laki juga dapat membantu melindungi perempuan pasangannya dari serangan virus (HPV) penyebab kanker serviks.

Melakukan Pap Smear rutin

Pap Smear rutin dapat mendeteksi kondisi prakanker serviks sehingga dapat segera ditindaklanjuti atau diterapi untuk mencegah kanker serviks. Kebanyakan organisasi medis menyarankan meulai melakukan tes Pap smear rutin pada usia 21 tahun dan mengulanginya setiap beberapa tahun. Untuk lebih lanjut konsultasikan dengan dokter untuk menentukan jadwal pap smear yang pas buat Anda sebagai upaya pencegahan kanker serviks.


7 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Cervical Cancer - HPV - Human Papillomavirus. MedlinePlus. (Accessed via: https://medlineplus.gov/cervicalcancer.html)
Cervical cancer: Symptoms, causes, stages, and treatment. Medical News Today. (Accessed via: https://www.medicalnewstoday.com/articles/159821)
Cervical Cancer: Causes, Symptoms, Prevention, and Treatment. Healthline. (Accessed via: https://www.healthline.com/health/cervical-cancer)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app