ADELIA MARISTA SAFITRI
Ditulis oleh
ADELIA MARISTA SAFITRI
DR.VINA SETIAWAN
Ditinjau oleh
DR.VINA SETIAWAN

Sering Dianggap Bercanda, Ini Dampak Body Shaming Pada Korban

Dipublish tanggal: Feb 10, 2020 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Feb 18, 2020 Waktu baca: 3 menit
Sering Dianggap Bercanda, Ini Dampak Body Shaming Pada Korban

"Lama nggak ketemu, kamu kok gemukan, sih?" Kalimat tersebut mungkin pernah Anda dengar atau bahkan tak sengaja Anda ucapkan sendiri saat bertemu teman lama. Meski kadang dianggap bercandaan, ungkapan tersebut sudah bisa dibilang body shaming, lho! Perlu diketahui bahwa body shaming adalah tindakan bully verbal yang tak hanya bisa menyakiti hati, tapi juga memengaruhi kesehatan fisik maupun mental korban.

Body shaming adalah tindakan bully

Body shaming adalah tindakan mengomentari atau mengkritik bentuk tubuh diri sendiri maupun orang lain dengan kesan negatif. Misalnya mengejek tubuh gendut atau kurus, wajah jerawatan, kulit hitam, tubuh pendek atau tinggi, sama seperti saat melakukan bully secara verbal.

Iklan dari HonestDocs
Beli BLACKMORES CELERY 7000 via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores celery 7000 120 1

Ada 3 bentuk body shaming yang umum terjadi, antara lain:

  • Mengkritik penampilan diri sendiri, akibat perkataan orang lain atau membanding-bandingkan dengan orang lain
  • Mengomentari penampilan orang lain di depannya langsung
  • Mengkritik penampilan orang lain tanpa sepengetahuannya (di belakang)

Perilaku body shaming bisa terjadi karena banyak hal. Salah satunya karena munculnya standar sosial bahwa tubuh haruslah sempurna, dengan kata lain harus tampil cantik maupun tampan. Pada akhirnya, ketika ia menemukan kondisi fisik yang tidak sesuai, maka akan timbul perasaan ingin berkomentar dan mengkritik.

Misalnya saja, selama ini wanita cantik selalu digambarkan dengan sosok wanita berkulit putih, rambut panjang, badan kurus, dan tinggi semampai. Ketika melihat orang lain bertubuh gemuk dan berkulit hitam, maka muncullah komentar negatif yang sering kali dibalut dengan candaan. Padahal, itu sudah termasuk body shaming.

Baca Juga: Inilah Alasan Psikologis Mengapa Sesama Perempuan Hobi Nyinyir

Dampak body shaming terhadap kesehatan fisik dan kejiwaan korban

Orang yang melakukan body shaming terhadap orang lain kerap berdalih hanya sedang bercanda. Padahal, ini sudah termasuk tindakan perundungan yang dapat memberikan dampak negatif pada korban, baik secara fisik maupun mental.

Baca Juga: Mengenali Efek Bullying Pada Anak dan Cara Mengatasinya

Iklan dari HonestDocs
Meso Slimming Treatment di Reface Clinic

Meso Slimming merupakan teknik non-bedah kosmetik dimana mikroskopis kecil dari obat-obatan kelas medis, vitamin, mineral dan asam amino disuntikkan ke dalam lapisan kulit. Penyuntikan dilakukan pada bagian atas dan tengah untuk mengatasi berbagai jenis masalah penumpukan lemak. Suntikan akan diberikan ke dalam mesoderm, yaitu lapisan lemak dan jaringan di bawah kulit. Befungsi untuk menghilangkan lemak tubuh yang tidak diinginkan dan selulit.

Meso slimming treatment di reface clinic

Mengomentari bentuk tubuh orang lain secara negatif bisa dianggap sebagai tindakan penghinaan dan intimidasi. Pasalnya, hal ini bisa mengakibatkan trauma emosional yang parah, terutama bila terjadi pada anak-anak dan remaja.

Berikut beberapa dampak body shaming yang tak bisa disepelekan, antara lain:

1. Meningkatkan berat badan

Hampir semua orang akan merasa stres saat dibilang gemukan atau kurusan. Menurut sebuah penelitian dalam Journal of Behavioral Medicine, orang yang malu dengan bentuk tubuhnya sendiri cenderung lebih rentan mengalami gangguan kesehatan.

Alih-alih mengurangi porsi makan, beberapa orang justru akan semakin kalap makan untuk mengatasi stres yang dirasakannya. Bukannya membuat berat badan turun, korban malah bisa jadi bertambah gemuk hingga obesitas. Menurut para ahli, orang yang mendapatkan body shaming soal berat badan justru berisiko 2,5 kali lipat mengalami obesitas.

Namun, ada juga yang sampai diet mati-matian sampai tubuhnya mengurus. Korban akan merasa tidak aman saat berat badannya kembali naik meski cuma sedikit. Bila tidak terkontrol, bukan hal tidak mungkin jika tubuh korban menjadi sangat kurus bahkan sampai anoreksia

2. Lebih gampang sakit

Seorang peneliti, Jean Lamont, Ph.D, telah melakukan penelitian terhadap 300 wanita muda yang mengalami body shaming. Ia menemukan bahwa korban body shaming cenderung lebih sering terkena infeksi dan gejala penyakit lainnya seperti diare dan sakit kepala

Iklan dari HonestDocs
Meso Slimming Treatment di Reface Clinic

Meso Slimming merupakan teknik non-bedah kosmetik dimana mikroskopis kecil dari obat-obatan kelas medis, vitamin, mineral dan asam amino disuntikkan ke dalam lapisan kulit. Penyuntikan dilakukan pada bagian atas dan tengah untuk mengatasi berbagai jenis masalah penumpukan lemak. Suntikan akan diberikan ke dalam mesoderm, yaitu lapisan lemak dan jaringan di bawah kulit. Befungsi untuk menghilangkan lemak tubuh yang tidak diinginkan dan selulit.

Meso slimming treatment di reface clinic

3. Memicu depresi

Korban body shaming akan merasa tidak berharga karena tidak bisa memenuhi standar sosial yang ada di masyarakat. Dari segi kejiwaan, korban body shaming bahkan bisa sampai depresi hingga mengalami gangguan mental lainnya seperti gangguan dismorfik tubuh.

Baca Selengkapnya: 4 Penyebab Gangguan Dismorfik Tubuh (Plus Ciri-Cirinya)

Tips menghadapi body shaming

Meski tidak mudah, cobalah untuk menutup kedua telinga saat menerima komentar negatif nan pedas dari orang lain. Tidak semua perkataan buruk dari orang lain harus diterima, apalagi sampai mengacaukan kehidupan Anda.

Cobalah untuk menerima dan mencintai diri Anda sendiri. Terlepas dari apa pun komentar orang terhadap Anda, anggaplah body shaming sebagai masukan positif dan jangan terlalu ambil pusing. Atur pola makan Anda dan rajinlah berolahraga, buktikan bahwa Anda tetap bisa sehat dan tampil menawan apa adanya. 

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Healthline. The Harmful Effects of Fat Shaming. (https://www.healthline.com/nutrition/fat-shaming-makes-things-worse). 27 Februari 2019.
Psychology Today. Are You a Fat-Shamer? (https://www.psychologytoday.com/us/blog/finding-cloud9/201309/are-you-fat-shamer). 25 September 2013.
PLOS One. Perceived Weight Discrimination and Obesity. (https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0070048). 24 Juli 2013.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app