ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
Ditulis oleh
ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI
Pemeriksaan

Prosedur Tes Corona COVID-19 dengan Metode PCR, Ini Tahapannya

Dipublish tanggal: Apr 2, 2020 Update terakhir: Jun 4, 2020 Waktu baca: 3 menit
Prosedur Tes Corona COVID-19 dengan Metode PCR, Ini Tahapannya

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Polymerase Chain Reaction atau PCR adalah salah satu metode pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi virus corona dalam tubuh.
  • Melalui pemeriksaan PCR, RNA virus akan diubah menjadi DNA dan diperbanyak sampai bisa menunjukkan ada-tidaknya virus corona dalam tubuh. 
  • Metode PCR ditujukan untuk orang yang menunjukkan hasil positif pada rapid test, orang yang sempat menjalin kontak dengan pasien positif, dan petugas medis.
  • Tes corona dengan PCR menggunakan sampel usapan lendir dari hidung atau tenggorokan. Proses ini dapat menimbulkan sedikit rasa tidak nyaman.
  • Hasil PCR baru bisa didapatkan sekitar 6-8 jam karena pemeriksaan hanya dapat dilakukan di laboratorium yang sudah ditunjuk oleh pemerintah.
  • Hasil PCR positif berarti pasien benar terjangkit COVID-19, sedangkan hasil negatif artinya orang tersebut terbebas dari virus corona.

Hingga saat ini, pemeriksaan cepat dan massal alias rapid test masih terus dilakukan untuk mendeteksi dini virus corona dalam tubuh. Namun, jika hasilnya positif, bukan berarti Anda sudah pasti terinfeksi virus corona. Anda akan diarahkan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan dengan metode PCR yang lebih akurat. Lantas, seperti apa prosedur tes corona dengan PCR? Berikut informasi lengkapnya.

Apa itu tes PCR?

Polymerase Chain Reaction atau PCR adalah salah satu metode pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi virus corona dalam tubuh. Pemeriksaan PCR bekerja dengan cara memperbanyak (amplifikasi) DNA invitro secara enzimatis.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Virus yang aktif memiliki material genetika, baik berupa DNA maupun RNA. DNA adalah molekul dua gugus yang ditemukan di semua organisme, sedangkan RNA merupakan molekul satu gugus yang bertugas menyalin dan mentransmisikan kode genetik ke protein agar organisme bisa terus berkembang.

Beberapa jenis virus seperti virus corona (SARS-CoV-2) hanya mengandung materi genetik RNA. Artinya, virus tersebut akan mengandalkan RNA untuk berkembang biak dan bertahan hidup.

Agar bisa dideteksi dalam tubuh, RNA dalam virus harus diubah menjadi DNA terlebih dahulu dengan proses transkripsi balik. Melalui pemeriksaan PCR, DNA virus akan diperbanyak sampai bisa menunjukkan ada-tidaknya virus corona dalam tubuh. 

Siapa yang perlu tes corona dengan PCR?

Sama halnya dengan tes cepat, tidak semua orang dapat terlibat dalam pemeriksaan PCR. Pihak rumah sakit akan memprioritaskan tes corona untuk orang-orang yang berisiko terhadap penularan COVID-19.

Orang-orang yang memerlukan tes corona dengan metode PCR adalah sebagai berikut:

  • Menunjukkan hasil positif pada rapid test
  • Orang yang sempat menjalin kontak dengan pasien positif virus corona
  • Petugas medis yang sering kontak langsung dengan pasien positif COVID-19

Baca Juga: Daftar APD (Alat Pelindung Diri) yang Wajib Digunakan Tenaga Medis dalam Menangani Pasien Covid-19

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Prosedur PCR untuk mendeteksi virus corona COVID-19

Jika metode rapid test menggunakan sampel darah, hal ini berbeda dengan PCR. Tes corona dengan PCR menggunakan sampel usapan lendir dari hidung atau tenggorokan, sebab di lokasi inilah tempat virus bereplikasi atau berkembang biak.

Baca Juga: Rapid Test untuk Deteksi Virus Corona, Begini Prosedurnya

Saat dilakukan swab pengambilan sampel di hidung atau tenggorokan, Anda mungkin akan merasakan sedikit ketidaknyamanan. Namun, tetaplah tenang dan rileks agar proses pengambilan sampel berjalan lancar dan cepat selesai.

Setelah sampel didapatkan, para peneliti akan mengekstrak asam nukleat dalam sampel. Di dalam asam nukleat tersebut terdapat genom virus yang dapat menunjukkan ada-tidaknya infeksi dalam tubuh.

Setelah itu, akan dilakukan proses transkripsi balik untuk memperkuat daerah genom tertentu. Barulah peneliti akan membandingkan sampel besar yang didapatkan dengan genetik SARS-CoV-2 alias virus corona COVID-19.

Dibandingkan metode serologi yang selama ini digunakan dalam rapid test massal, PCR mampu memberikan hasil yang lebih akurat dan sensitif. Kelemahannya, hasil PCR baru bisa didapatkan sekitar 6-8 jam karena pemeriksaan hanya dapat dilakukan di laboratorium yang sudah ditunjuk oleh pemerintah.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Jika hasilnya positif, apakah saya benar terjangkit COVID-19?

Ketika pemeriksaan sampel darah dengan rapid test menunjukkan hasil positif, itu artinya Anda belum pasti benar terjangkit virus corona COVID-19. Karena itulah, Anda akan diarahkan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan dengan tes PCR. 

Apabila hasil PCR Anda positif, maka artinya dalam tubuh Anda benar terdapat virus corona. Dengan kata lain, Anda positif terinfeksi COVID-19.

Baca Selengkapnya: Sudah Sembuh dari COVID-19, Mungkinkah Kambuh Lagi?

Anda akan langsung diisolasi di ruangan khusus untuk mencegah penyebaran virus pada orang lain. Tak seperti hasil tes cepat, hanya ada kecil kemungkinan pemeriksaan PCR menunjukkan hasil false positive alias positif palsu. 

Jika hasil PCR negatif, maka artinya virus corona COVID-19 tidak ditemukan pada sampel usap lendir di hidung maupun tenggorokan. Dengan kata lain, gejala gangguan pernapasan yang dirasakan bukanlah disebabkan oleh virus corona.

Jaga kebersihan diri sendiri dan orang terdekat dari virus Corona (Covid-19) dengan rajin cuci tangan dengan sabun, kenakan masker pelindung, gunakan tisue ketika bersin atau batuk, dan hindari tempat keramaian. Jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, berolahraga, istirahat cukup, dan minum air putih serta multivitamin.     

Jika mengalami gejala seperti demam, batuk, bersin, atau kondisi lainnya, sebaiknya segera memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan. Untuk informasi atau laporan mengenai kasus Covid-19, bisa melihat di website resmi www.covid19.go.id atau menghubungi hotline Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) khusus COVID-19 di nomor 119 ext. 9. Pencegahan dan penanganan awal akan membantu mengurangi risiko bahaya atau komplikasi yang lebih parah.


6 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
The Guardian. The two tests that will help to predict spread of Covid-19. (https://www.theguardian.com/world/2020/mar/29/the-two-tests-that-will-help-to-predict-spread-of-covid-19). 29 Maret 2020.
International Atomic Energy Agency. How is the COVID-19 Virus Detected using Real Time RT-PCR? (https://www.iaea.org/newscenter/news/how-is-the-covid-19-virus-detected-using-real-time-rt-pcr). 27 Maret 2020.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app