HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
DR. SCIENTIA INUKIRANA
Ditinjau oleh
DR. SCIENTIA INUKIRANA

Contram: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Okt 24, 2020 Tinjau pada Agu 13, 2019 Waktu baca: 4 menit

Ini adalah review terhadap obat dengan merk contram. Kegunaan contram (tramadol) adalah untuk mengobati nyeri sedang sampai berat, baik itu nyeri akut maupun kronis misalnya nyeri pasca operasi. Tramadol adalah obat antinyeri golongan opioid yang sering dikombinasikan dengan paracetamol untuk meningkatkan efek antinyerinya.

Mengenai Contram

Golongan

Harus dengan resep dokter

Kemasan

contram dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • Dos 2 x 10 kapsul 50 mg

Kandungan

tiap kemasan contram mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • Tramadol hidroklorida 50 mg / kapsul

Manfaat Contram

Kegunaan contram (tramadol) adalah untuk mengobati nyeri sedang sampai berat, baik itu nyeri akut maupun kronis misalnya nyeri pasca operasi. The European League Against Rheumatism merekomendasikan penggunaan tramadol untuk pengobatan fibromyalgia, suatu kondisi nyeri yang terjadi hampir di seluruh tubuh, terutama jika ditekan pada bagian tubuh.

Efek Samping Contram

Berikut adalah beberapa efek samping contram (tramadol) :

  • Seperti obat analgesik (antinyeri) bekerja di sistem saraf pusat lainnya, efek samping contram (tramadol) yang umum misalnya, mual, muntah, pusing, mengantuk, rasa lelah, sakit kepala, berkeringat, gatal, kulit kemerahan, mulut kering, dispepsia dan sembelit.
  • Meskipun obat ini bekerja dengan cara mengikat secara stereospesifik reseptor µ-opioid di sistem saraf pusat, efek samping berupa ketergantungan obat sampai sekarang relatif jarang terjadi.

Dosis contram

contram (tramadol) diberikan dengan dosis :

  • Dewasa dan anak > 16 tahun : 50-100mg tiap 4-6 jam. Apabila belum memuaskan, dosis dapat ditambahkan 50 mg setelah selang waktu 30-60 menit.
  • Dosis maksimal : 400 mg / hari.
  • Pemberian dengan selang waktu 30-60 menit dalam pengobatan jangka panjang, hati-hati terhadap resiko ketergantungan.
  • Usia 65 tahun atau lebih : berikan dosis terendah.
  • Usia 75 tahun atau lebih : dosis maksimum 300 mg / hari diberikan dalam dosis terbagi.

Interaksi obat

Contram (tramadol) berinteraksi dengan obat-obat berikut :

  • Obat-obat yang bekerja di sistem saraf pusat seperti tranquiliser, hipnotik dan sedatif meningkatkan efek analgetic dan sedatif tramadol.
  • Carbamazepine mengurangi efek analgesik tramadol. penggunaan bersamaan kedua obat ini tidak dianjurkan.
  • Tramadol bisa menyebabkan kejang, oleh karena itu hindari penggunaan bersamaan dengan obat-obat selective serotonine reuptake inhibitors, anorectic, anti depresan trisiklik, senyawa opioid lain, MAO inhibitors, atau obat lain yang menurunkan ambang kejang lainnya.
  • Penghambat enzim CYP2D6 (amitriptyline, quinidine, fluoxetine, paroxetine) dan penghambat enzim CYP3A4 (ketokonazole, erythromycin), mengurangi klirens tramadol dari ginjal sehingga meningkatkan resiko efek samping yang serius.

Kontraindikasi

  • Jangan diberikan pada pasien yang memiliki riwayat hipersensitif pada tramadol atau opioid analgetic lainnya.
  • Tidak boleh diberikan pada penderita yang sedang diterapi dengan obat-obat monoamine oxidase (MAO) inhibitors, obat-obat yang berefek hipnotik dan sedatif, analgetik dan obat-obat lain yang mempengaruhi sistem saraf pusat lainnya.
  • Jika anda pengguna alkohol sebaiknya jangan menggunakan obat ini.
  • Pasien dengan depresi pernapasan berat, harus hati-hati jika menggunakan obat ini.
  • Obat ini juga kontraindikasi pada penderita asma akut atau asma derajat berat.

Perhatian

  • Meskipun insiden terjadinya ketergantungan relatif jarang, penggunaan dalam jangka panjang sebaiknya dihindari. Dokter sebisa mungkin akan menentukan durasi penggunaan obat ini.
  • Jangan menghentikan pemakaian obat ini secara tiba-tiba. Selalu taati dosis dan durasi yang direkomendasikan dokter.
  • Penggunaan contram (tramadol) untuk penderita trauma kepala, meningkatnya tekanan intrakranial, gangguan fungsi organ hati dan ginjal, atau hipersekresi bronkus harus dilakukan dengan sangat hati-hati karena meningkatnya resiko terjadinya kejang atau syok.
  • Bila digunakan bersamaan dengan obat-obat depresan sistem saraf pusat lain, misalnya NSAID, atau bila digunakan dengan dosis berlebihan bisa menyebabkan penurunan fungsi paru-paru.
  • Dalam beberapa penelitian belum ditemukan efek buruk yang terjadi pada bayi, meskipun sejumlah kecil obat ini terdapat dalam air susu ibu. Meskipun demikian, mengingat efek buruk yang bisa disebabkan oleh tramadol, penggunaan selama menyusui sebaiknya dihindari.
  • Contram (tramadol) menyebabkan pusing dan mengantuk, termasuk mengurangi refleks penderita, oleh karena itu selama menggunakan obat ini jangan mengemudi atau menyalakan mesin.
  • Depresi pernapasan akibat pemakaian contram (tramadol) dengan dosis yang berlebihan dapat dinetralisir dengan pemberian nalokson, sedangkan kejang bisa diatasi dengan memberikan benzodiazepin.
  • Keamanan dan efektivitas pada anak usia di bawah 17 tahun belum bisa dipastikan.

Penggunaan Contram oleh wanita hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan tramadol dalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Efek buruk obat ini pada janin hewan harus menjadi perhatian bahwa obat ini juga berefek buruk terhadap janin manusia, meskipun studi klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia belum dilakukan. Penggunaan obat ini pada ibu hamil bisa dilakukan bila benar-benar dibutuhkan, atau manfaat yang diperoleh lebih besar daripada resiko buruk yang mungkin terjadi.

 


26 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Ultram C IV (tramadol hydrochloride) tablets. (2017). (https://www.accessdata.fda.gov/drugsatfda_docs/label/2017/020281s039lbl.pdf)
Tramadol hydrochloride extended-release - tramadol hydrochloride capsule. (2018). (http://dailymed.nlm.nih.gov/dailymed/drugInfo.cfm?setid=c0bc7218-3fd0-4646-96f4-25355fc84aa9)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app