Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR SCIENTIA INU KIRANA

Chlorbiotic (Chloramphenicol)

Update terakhir: SEP 18, 2019 Tinjau pada SEP 18, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.656.954 orang

Ini adalah review terhadap obat dengan merk chlorbiotic. di bagian akhir review ini juga disertakan tautan untuk mengetahui merk obat-obat lain dengan kandungan yang sama dengan chlorbiotic.

pabrik                 : bernofarm

golongan           : obat keras

kemasan            : dos 30 x 10 kapsul, vial 10 ml injeksi

kandungan       : kloramfenikol 250 mg/kapsul, kloramfenikol (Na-suksinat) 1 g/vial injeksi

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)

kloramfenikol adalah  antibiotik yang dengan spektrum luas untuk bakteri gram positif maupun negatif. kloramfenikol adalah antibiotika jenis bakteriostatik dan bakteriosidal dengan menghambat sistesis protein dengan cara menghambat aktivitas peptidil transferase dari ribosom 50s bakteri sehingga menghambat pertumbuhan dan membunuh bakteri.

Indikasi chlorbiotic     

Iklan dari HonestDocs
Beli Thiamycin via HonestDocs

Thiamycin adalah obat antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri pada saluran pernafasan, infeksi saluran pencernaan, dan infeksi saluran kemih. GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Thiamycin 500 mg kapsul 1

Kegunaan chlorbiotic (chloramphenicol) adalah untuk pengobatan demam tifus, paratifus, infeksi Salmonella sp sp, H.influenzae, terutama infeksi meningeal, Rickettsia, Lympogranulloma psitatacosis, Antrax, gas grangene,  bakteri gram negatif penyebab bakteria meningitis, infeksi kuman yang resisten terhadap antibiotik lain,  Infeksi pada telinga dan mata.

Kontra indikasi

chlorbiotic (chloramphenicol) dikontraindikasikan terhadap pasien yang hipersensitf terhadap chlorbiotic (chloramphenicol) dan derivatnya. Kehamilan, menyusui, porphyria (pembentukan hemoglobin yang terganggu secara genetic). Profilaksis, pernah mengalami gangguan sumsum tulang atau diskrasia darah.

Efek Samping chlorbiotic 

efek samping yang sering terjadi antara lain hipersensitivitas, ruam,urtikaria, mual, muntah, diare, sakit kepala , perdarahan saluran cerna, optic neuritis, gangguan penglihatan hingga kebutaan, delirium, depresi mentaldan super infeksi.

efek samping yang paling serius dari chloracol (chloramphenicol) adalah anemia aplastik, meskipun jarang tetapi secara umum sangat fatal bila terjadi. chloracol (chloramphenicol) juga menyebabkan tertekannya sumsum tulang belakang selama pemakaian, dan bisa menyebabkan leukemia (kanker darah atau kanker sumsum tulang) pada pemakaian dalam jangka waktu lama. pemberian secara Intravena bisa menyebabkan sindrom abu-abu pada bayi baru dilahirkan ataupun bayi prematur.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal belanja Rp50.000.

Iklan obat

Toleransi terhadap kehamilan

KATEGORI D. studi pada reproduksi hewan telah menunjukkan kloramfenikol memberikan efek buruk pada janin. tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi manfaat penggunaan obat lebih tinggi pemberian pada ibu hamil dapat diberikan meski terdapat potensi resiko

Perhatian

chlorbiotic (kloramfenikol) terdeteksi ikut keluar bersama ASI, sehingga jika memungkinkan pemakaian chlorbiotic (kloramfenikol) selama menyusui sebaiknya dihindari. Hati-hati memberikan chlorbiotic (chloramphenicol) kepada wanita hamil, pasien dengan fungsi ginjal yang buruk, neonatus, dan bayi prematur. Pemakaian dengan jangka waktu lama perlu dilakukan pemeriksaan hematologik berkala. Hati-hati terhadap kemungkinan super infeksi dengan jamur dan bakteri.

interaksi obat

chlorbiotic (kloramfenikol) berinteraksi dengan obat-obat seperti :

  • enurunkan efek zat beri dan vitamin B12 pada pasien anemia
  • Phenobarbital dan rifampin dapat menurunkan kinerja obat ini
  • Mengganggu kinerja kontrasepsi hormonal pil
  • Berpotensi fatal : meningkatkan efek antikoagulan pil, agen penyebab hipoglikemia seperti sulfenilurea, phenytoin.
  • Hindari penggunaan dengan obat yang bekerja menekan fungsi sumsum tulan g belakang

Dosis chlorbiotic 

chlorbiotic (kloramfenikol) diberikan dengan dosis : 

Dewasa infeksi ringan hingga sedang 50mg.kgBB.hari terbagi dalam 4 dosis dapat ditingkatkan menjadi 100mg/kgBB/hari pada infeksi berat

bayi usia hingga 28 hari (neonatus) 25mg/kgBB/hari terbagi dalam 4 dosis

Anak 50mg/kgBB .hari terbagi dalam 4 dosis

 Terkait

merk-merk obat dengan kandungan kloramfenikol (chloramphenicol)merk-merk obatyang termasuk antibiotik kloramfenikol (chloramphenicol), derivat

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp