Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR VINA SETIAWAN

Cefixime: Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Update terakhir: Jul 6, 2019 Tinjau pada Mei 16, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 967.134 orang

Perlu Anda ketahui, infeksi pada saluran pernapasan merupakan penyakit yang umum terjadi pada masyarakat khususnya masyarakat Indonesia. Infeksi saluran napas berdasarkan pada lokasi infeksinya terbagi menjadi dua yaitu, infeksi saluran napas atas dan infeksi saluran napas bawah. Infeksi saluran napas atas meliputi rhinitis, sinusitis, faringitis, laringitis, epiglotitis, tonsilitis, otitis. Infeksi saluran napas bawah meliputi bronkitis, bronkiolitis dan pneumonia.

Pada umumnya infeksi pada saluran pernafasan ini ditangani dengan penggunaan antibiotik. Antibiotik merupakan pengobatan terdepan untuk infeksi saluran pernapasan akibat bakteri. Pasien dengan infeksi saluran pernapasan akut diterapi dengan antibiotik spektrum luas. Salah satu obat antibiotik yang sering digunakan untuk mengatasi infeksi saluran nafas dan lainnya yaitu obat Cefixime. 

Iklan dari HonestDocs
Beli obat CEFSPAN 100MG CAP via HonestDocs

Cefspan merupakan antibiotik untuk mengatasi infeksi pada saluran pernafasan atas, infeksi saluran kemih dan kelamin, kulit & jaringan lunak. GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Cefspan 100mg cap 1

Untuk itu pada artikel ini akan memebahas lebih mendetail lagi tentang obat antibiotik Cefixime. Selamat membaca.

Mengenai Cefixime

Golongan:

Obat resep

Kemasan:

Tablet, sirop

Kandungan:

Antibiotik, golongan sefalosporin

Apa sih indikasi pemberian obat antibiotik Cefixime itu?

Cefixime merupakan antibiotik golongan sefalosporin generasi ketiga dan merupakan antibiotik spektrum luas yang digunakan untuk terapi otitis media akut, bronkitis akut, infeksi saluran kemih oleh kuman yang sensitif, dan lain-lain. Berikut indikasi pemberian obat Cefixime:

- Otitis media disebabkan oleh Haemophilus influenzae dan Streptococcus pyogenes.
- Bronkitis akut dan bronkitis kronik dengan eksaserbasi akut yang disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae (strain beta-laktamase positif dan negatif).
- Infeksi saluran kemih tanpa komplikasi yang disebabkan oleh Escherichia coli dan Proteus mirabilis.
- Faringitis dan tonsilitis yang disebabkan oleh Streptococcus pyogenes.

Iklan dari HonestDocs
Beli Thiamycin via HonestDocs

Thiamycin adalah obat antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri pada saluran pernafasan, infeksi saluran pencernaan, dan infeksi saluran kemih. GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Thiamycin 500 mg kapsul 1

Bagaimana cara kerja obat antibiotik Cefixime?

Cefixime bersifat bakterisida (antibiotik yang bersifat destruktif terhadap bakteri) dan mempunyai pektrum luas terhadap bakteri gram positif dan gram negatif. Cefixime mempunyai aktivitas yang poten terhadap bakteri gram positif seperti Streptococcus sp., Streptococcus pneumoniae, dan bakteri gram negatif seperti Branhamella catarrhalis, Escherichia coli, Proteus sp., dan Haemophilus influenzae.

Mekanisme kerja cefixime adalah menghambat sintesis dinding sel. Obat ini memiliki afinitas tinggi terhadap “penicillin-binding-protein” (PBP) 1 (1a, 1b, dan 1c) dan 3, dengan tempat aktivitas yang bervariasi tergantung jenis bakterinya. Cefixime stabil terhadap beta laktamase yang dihasilkan oleh beberapa bakteri, dan mempunyai aktivitas yang baik terhadap bakteri penghasil beta-laktamase. 

Dosis obat antibiotik cefixime

Terdapat dua cara pemberian obat Cefixime yang biasanya dilihat berdasarkan pada berat badan pasien dan jenis obat yang akan diberikan, yaitu

- Cefixime Kapsul: Dewasa dan anak-anak dengan berat badan ≥30 kg, dosis harian yang direkomendasikan adalah 50-100 mg, diberikan per oral dua kali sehari. Dosis sebaiknya disesuaikan dengan usia penderita, berat badan dan keadaan penderita. Untuk infeksi yang berat dosis dapat ditingkatkan sampai 200 mg, diberikan dua kali sehari.

- Cefixime Syrup: Dosis harian yang lazim untuk ana-anak yaitu1,5-3 mg/kg berat badan diberikan peroral dua kali sehari. Dosis sebaiknya disesuaikan dengan keadaan penderita. Untuk infeksi yang berat, dosis dapat ditingkatkan sampai 6 mg/kg berat badan diberikan dua kali sehari.

Apa saja efek samping dari obat antibiotik cefixime?

Terdapat beberapa efek samping yang biasa muncul pada saat pegobatan dengan Cefixime, sebagai berikut:

- Adanya reaksi hipersensitivitas seperti kulit kemerahan, gatal dll
- Gangguan fungsi ginjal
- Gangguan saluran cerna seperti nyeri perut, diare, mual, muntah, rasa penuh dalam lambung dll
- Demam

Jika terdapat beberapa tanda atau gejala yang menetap seperti perasaan tidak nyaman, rasa tidak enak pada rongga mulut, gangguan pernafasan, sesak, pusing, buang air yang tidak normal, dan hal lainnya yang mengganggu, maka pemakaian sediaan ini harus dihentikan. Dan sebaiknya Anda segera mendatangi dokter atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Interaksi Cefixime

Obat ini dapat berinteraksi dengan obat-obatan lain termasuk:

  • probenecid
  • obat antikoagulan
  • nifedipine
  • carbamazepine

Perhatian

Sediaan ini sebaiknya jangan diberikan kepada penderita-penderita yang masih dapat diobati dengan antibiotika lain, jika perlu dapat diberikan dengan hati-hati. Penderita dengan riwayat hipersensitif terhadap bahan-bahan dalam sediaan ini atau dengan antibiotika cefixime lainnya.

Pemberian obat ini harus diberikan dengan hati-hati kepada penderita, dengan riwayat sebagai berikut: penderita dengan riwayat hipersensitif terhadap penisilin, penderita dengan riwayat personal atau familial terhadap berbagai bentuk alergi seperti asma bronkial, rash, urtikaria, dan penderita dengan gangguan fungsi ginjal berat.

Penggunaan Cefixime selama kehamilan dan menyusui: Belum ada bukti keamanan pemakaian cefixime selama masa kehamilan dan menyusui. Namun sebaiknya Anda mengkonsultasikan terlebih dahulu ke dokter sebelum menggunakan obat ini.

Penggunaaan obat Cefixime sebainya disimpan pada suhu kamar (suhu di bawah 30ºC), dan terlindung dari cahaya matahari. Serta jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak. Semoga bermanfaat.


Referensi

CDC (2004). Oral Alternatives to Cefixime for The Treatment of Uncomplicated Neisseria gonorrhoeae Urogenital Infections.

Dreshaj, et al. (2011). Clinical Role of Cefixime In Community-Acquired Infections. Prilozi, 32(2), pp. 143-155.

Drugs (2017). Drugs A to Z. Cefixime.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp