Pengobatan

Cara Mengatasi Batuk Anak Saat Tidur di Malam Hari

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Agu 4, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 3 menit
Cara Mengatasi Batuk Anak Saat Tidur di Malam Hari

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Batuk pada anak biasanya dapat sembuh dengan sendirinya. Kondisi tersebut bisa terjadi akibat virus, bakteri, faktor psikis atau alergi. Terkadang batuk juga terjadi lebih parah pada malam hari saat tidur
  • Untuk mengatasi batuk pada anak di malam hari dapat gunakan beberapa bahan alami seperti madu sebagai obat batuk alami atau gunakan humidifier untuk membantu melembabkan udara
  • Anak yang mengalami batuk juga disarankan untuk minum air putih lebih banyak atau bisa juga terapkan terapi uap selama 15 menit untuk membantu memperlancar saluran nafas
  • Kurangi pemberian obat batuk tanpa resep dokter terutama untuk anak di bawah 3 tahun, kurangi konsumsi makanan atau minuman yang dapat meningkatkan gejala batuk, serta periksakan ke dokter jika anak tak kunjung sembuh

Seringkali orang tua dibuat khawatir ketika mendapati buah hatinya batuk-batuk di malam hari. Selain mengganggu waktu tidurnya, batuk yang terjadi terus-menerus juga dapat menyebabkan Si kecil muntah. Agar tak berlarut-larut dan semakin menjadi, ketahui beberapa cara mengatasi batuk anak saat tidur di malam hari berikut ini.

Ada apa dengan batuk anak saat tidur?

Batuk merupakan respon alami tubuh terhadap berbagai patogen potensial atau gangguan dari luar. Sama seperti bersin, batuk bukanlah penyakit namun bagian dari gejala penyakit yang timbul. Entah itu akibat virus, bakteri, faktor psikis atau alergi.

Iklan dari HonestDocs
Beli PARATUSIN 10TAB 1 STRIP via HDmall

Paratusin merupakan obat untuk meringankan gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat dan bersin-bersin yang disertain batuk. Beli obat ini GRATIS* ongkir ke seluruh Indonesia.

Paratusin tablet 3

Pada malam hari, terutama saat tidur berbaring, maka lendir-lendir yang dihasilkan oleh batuk lebih cepat menumpuk di saluran nafasnya. Itulah alasan, kenapa batuk biasanya lebih parah di malam hari.

Untungnya, batuk pada anak umumnya bersifat self limited disease atau dapat sembuh dengan sendirinya. Karena itu, setiap orang tua disarankan untuk terlebih dahulu mencoba beberapa cara alami sebelum memilih obat batuk anak yang dijual bebas di pasaran.

Berikut cara alami mengatasi batuk anak di malam hari agar tidak mengganggu tidur:

1. Madu

Madu menjadi salah satu cara mengatasi batuk anak di malam hari yang dapat dipilih. Beberapa penelitian bahkan telah membuktikan keampuhan madu sebagai obat batuk yang ternyata jauh lebih efektif dibandingkan obat batuk sirup yang beredar luas di pasaran. Lantaran madu bersifat anti-inflamasi, antibakteri dan antijamur.

Berikan 1½ sdt madu pada Si kecil sebelum tidur. Dapat pula dilarutkan bersama dengan secangkir air putih atau teh hangat guna membantu meredakan infeksi tenggorokan. Jangan berikan madu pada anak berusia di bawah 1 tahun, karena dapat memicu botulisme atau keracunan makanan yang berisiko menyebabkan kematian.

Selengkapnya, baca: Cara Menggunakan Madu Sebagai Obat Batuk Anak

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Batuk dan Flu via HDmall

Dapatkan Obat Batuk dan Flu Terlengkap 2020. Beli sekarang juga, GRATIS ongkir* pengiriman ke seluruh Indonesia dan bisa COD. Privasi Paket Pengiriman. Konsultasi gratis dengan apoteker kami.

Default internal ads 9

2. Larutan Garam

Larutkan ½ hingga 1 sdt garam dengan segelas air putih hangat. Teteskan pada lubang hidung anak 2 hingga 3 tetes. Kemudian sedot dengan nasal aspirator atau penyedot ingus guna mengurangi sumbatan atau lendir pada hidung sehingga napasnya menjadi lebih lega.

Cara mengatasi batuk anak di malam hari ini sangat cocok diterapkan pada anak berusia di bawah 1 tahun yang belum dapat menggunakan madu. Untuk anak yang sudah cukup besar, larutan garam dapat pula dipergunakan sebagai obat kumur yang efektif dalam meredakan nyeri tenggorokan.

Lebih lanjut tentang: Keampuhan Berkumur dengan Air Garam

3. Perbanyak Asupan Cairan

Tingkatkan asupan cairan pada Si kecil guna membantu meredakan batuk dan gejala lain yang mungkin menyertai. Untuk bayi hingga 6 bulan dan mendapat ASI eksklusif, Bunda dianjurkan untuk lebih sering menyusuinya.

Sedangkan bayi di atas 6 bulan, dapat diberikan tambahan berupa 3 sendok teh air putih hangat sebanyak 4 kali sehari. Untuk buah hati yang lebih besar lagi, selain air putih dapat diberikan jus buah dan sup ayam hangat.

4. Gunakan Humidifier

Gunakan humidifier untuk menciptakan level kelembaban udara yang ideal, yakni berkisar antara 40-50%. Kelembaban udara ideal di dalam kamar tidur dapat membantu menenangkan batuk anak sekaligus membuat tidurnya lebih nyenyak.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Batuk dan Flu via HDmall

Dapatkan Obat Batuk dan Flu Terlengkap 2020. Beli sekarang juga, GRATIS ongkir* pengiriman ke seluruh Indonesia dan bisa COD. Privasi Paket Pengiriman. Konsultasi gratis dengan apoteker kami.

Default internal ads 9

5. Usapkan Balsam

Mengusapkan balsam di punggung juga dada anak disertai dengan pijatan lembut dapat mengurangi batuk saat tidur dan membuatnya merasa lebih nyaman. Cara ini hanya diperuntukkan pada anak yang berusia di atas 2 tahun.

Tidak diperkenankan untuk mengusapkan balsam dibawah hidung. Hal ini dapat membuat mukosa atau selaput lendir di dalam hidung mengalami iritasi sehingga membuat keluhan semakin memburuk.

6. Bersihkan Kamar Tidur

Batuk yang dialami Si kecil bisa jadi disebabkan oleh tungau debu, bulu binatang dan berbagai kotoran lainnya yang hinggap di kasur, bantal, seprai, karpet, maupun sudut-sudut atau kolong tempat tidur.

Lakukan pembersihan secara menyeluruh dengan rutin mencuci, mengeringkan dan mengganti berbagai perlengkapan tidur terutama yang berbahan kain setiap minggunya.

Baca juga : Alergi Debu : Gejala, Penyebab, Pengobatan

7. Manfaatkan Terapi Uap

Cara ini mungkin agak sedikit merepotkan bila harus dilakukan di malam hari. Meski begitu, tak ada salahnya untuk mencoba. Ketika anak terbangun di malam hari karena batuk yang dialaminya, ajaklah ia untuk melakukan terapi uap di kamar mandi.

Caranya cukup sederhana. Siapkan satu ember air panas di kamar mandi, kemudian tutuplah pintu kamar mandi rapat-rapat. Selang beberapa menit kemudian, ajaklah buah hati masuk ke dalam kamar mandi yang telah dipenuhi uap air panas kurang lebih selama 15 menit atau hingga uapnya menghilang.

Beberapa hal yang harus diperhatikan

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan orang tua dalam menyikapi batuk yang dialami buah hatinya. Pertama, jangan memberikan obat batuk sirup maupun permen pelega tenggorokan pada anak berusia di bawah 3 tahun, kecuali dengan resep dokter. Hindari pula penggunaan obat pereda rasa sakit jika anak hanya mengalami demam ringan.

Kedua, hindari makanan ataupun minuman yang dapat merangsang batuk, seperti permen, es dan jajanan anak lainnya. Bagi orang tua yang merokok, berhentilah sedari sekarang. Asap rokok dapat memperparah batuk dan membahayakan kesehatan anak secara keseluruhan.

Terakhir, segera bawa ia ke dokter atau rumah sakit terdekat bila batuk yang dialami terus berlanjut hingga lebih dari 3 hari atau disertai dengan beberapa gejala seperti kesulitan bernapas, wajah maupun bibir memucat/membiru, demam tinggi, batuk darah dan anak tampak rewel atau justru melemah tak seperti biasanya.

28 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Steckelberg, J. M., M.D. (2015, June 5). Is it true that honey calms coughs better than cough medicine does? Retrieved from (http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/common-cold/expert-answers/honey/FAQ-20058031)
Mayo Clinic Staff. (2014, July 31). GERD: Symptoms (http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gerd/basics/symptoms/con-20025201)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app