Butenafine : Manfaat,Efek Samping,dan Dosis

Update terakhir: Feb 18, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 236.341 orang

Butenafine adalah salah satu jenis obat yang digunakan pada terapi penyakit jamur (antifungal). Penyakit jamur merupakan infeksi yang terletak pada kulit dan menimbulkan gejala seperti gatal hingga adanya perubahan warna serta struktur kulit. 

Obat butenafine sangat cocok dalam mekanismenya dalam membunuh infeksi dan mencegah perkembangan infeksi.

Butenafine merupakan golongan obat antifungal allylamine. Selain butenadine, obat lainnya seperti amorolfin dan naftifine memiliki golongan yang sama. Mekanisme pada obat butenafine adalah dalam meningkatkan permbeabilitas membran sel dan menghambat pertumbuhan sel.

Allylamine pada obat butenafine ini bekerja dalam menghambar sintesis ergosterol sehingg dapat mencegah enzim squalene epoxidase. Squalene epoxidase adalah enzim dari falvin adenine dinucleotide dependant yang bertugas merubah squalene menjadi ergostrel dan merusak dinding sel.  

Penghambat Squalene epoxidase ini ditemukan pada beberapa obat antifungal seperti butenafine, dan terbinafine. Obat-obat seperti ini dapat menghambat prtumbuhan dan sifat patogenik jamur di kulit.

Indikasi pemberian Butenafine

Butenafine sangat berguna untuk mengobati infeksi jamur dematofita yang menyerang kulit. Jenis penyakit yang dapat diobati dengan butenafine antara lain:

  • Tinea versikolor
    Tinea versikolor atau panu adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh jamur. Tinea versikolor terjadi akibat infeksi Malassezia furfur dimana jamur ini dapat menghasilkan asam yang merusak melanosit. Pada kulit akan timbul bercak putih gelap disertai skuama halus di atasnya. Ruam kulit ini dapat muncul di bagian tubuh mana saja, lokasi munculnya ruam yang paling sering adalah terletak di kulit leher, paha, betis, punggung, dan dada.
  • Tinea Pedis
    Tinea pedis merupakan infeksi kulit akibat jamur dermatofita seperti Microsoprum dan Epidermophyton. Tinea pedis menunjukkan adanya plakat atau kurap berbentuk bulat yang mengelupas dan mudah pecah di sekitar jari-jari dan telapak kaki serta terasa gatal. Tinea pedis terjadi akibat kontak langsung kaki di daerah yang terkontamnasi jamur, terutama di tempat basah atau lembab.
  • Kandidiasis
    Kandidiasis adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur Candida albicans. Kandidiasis dapat menyerang selaput lendir, kulit ketiak, selangkangan, hingga alat kelamin. Gejala yang timbul antara lain kulit menjadi gatal, pecah-pecah, dan pada dapat tercium bau busuk dan cairan berwarna putih( terutama pada kandidiasis vulvovaginal). Penyebab utama kandidiasis adalah higienitas yang buruk, obesitas, cuaca, serta sistem kekebalan tubuh yang menurun.

Efek samping Butenafine

Obat butenafine jarang menimbulkan efek samping apabila obat digunakan sesuai indikasi, dosis dan cara pakai yang benar. Kemungkinan efek samping yang timbul bersifat ringan dan tidak dialami oleh semua orang. Beberapa efek samping pada penggunaan obat butenafine antara lain:

  • Kulit terasa terbakar
  • Kulit menjadi kemerahan
  • Iritasi kulit
  • Kulit menjadi kering

Interaksi obat Butenafine

Obat butenafine dinilai memiliki interaksi khusus apabila diberikan bersamaan dengan obat lain yaitu:

  • Quinidine
  • Progesterone
  • Tacrolimus
  • Amphotericin B
  • Busulfan
  • Cisapride

Hal-Hal khusus terkait Obat

  • Ibu Hamil dan Menyusui
    Obat butenafine termasuk dalam kategori B dalam pengobatnnya kepada ibu hamil.  Butenafine oles dapat diberikan pada ibu hamil. Tetapi obat butenafine tidak boleh diberikan pada ibu menyusui karena hingga saat ini belum ada penilaian standar keamanan
  • Anak-anak
    Obat butenafine tidak boleh diberikan pada anak-anak dibawah 12 tahun.

Dosis dan cara pakai

Obat Butenafine tersedia dalam bentuk krim 1 % dengan dosis 15 gram dan 30 gram. Cara pemakaiannya adalah dengan mengoles krim di daerah yang terkena infeksi kulit selama sehari sekali. Obat ini diberikan selama 2 minggu. Aplikator diharuskan mencuci tangan sebelum dan sesudah mengoleskan obat butenafine.

Selama menggunakan obat butenafine disarankan untuk tidak mencampurkan obat atau produk perawatan kulit lainnnya di daerah yang sudah diolesi obat pada kulit berjamur agar tidak menimbulkan interaksi obat.

Selalu gunakan obat sesuai saran dan petunjuk dokter. Selalu periksa tanggal kadaluarasa obat sebelum digunakan. Pada anak berumur 12 tahun kebawah tidak disarankan untuk menggunakan butenafine, berikan obat lainnya yang cocok untuk kulit anak anda. 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit