Benarkah Anak Aktif di Luar Ruangan Rentan Mengalami Batuk Pilek?

Hal tersebut memerlukan perhatian ekstra karena aktivitas di luar ruangan dapat membuat anak lebih banyak terkena debu dan polusi udara, suhu yang panas atau dingin, serta berbagai macam kuman penyakit yang ada di sekitarnya. Keadaan lingkungan seperti inilah yang menyebabkan si kecil sangat berisiko untuk mengalami batuk pilek, terutama jika kondisi tubuhnya sedang tidak fit.
Dipublish tanggal: Sep 11, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Apr 1, 2020 Waktu baca: 4 menit
Benarkah Anak Aktif di Luar Ruangan Rentan Mengalami Batuk Pilek?

Siapapun pasti setuju bahwa bermain di luar ruangan merupakan kegiatan yang sangat baik bagi tumbuh dan kembang anak. 

Tidak hanya itu, kegiatan di luar ruangan juga membuat anak menjadi lebih sehat dan melatih anak untuk melakukan sosialisasi. 

Akan tetapi, meskipun ada banyak manfaat yang bisa didapatkan dari kegiatan tersebut, rasa khawatir akan risiko si kecil mengalami batuk pilek masih menghantui sebagian besar orang tua. Benarkah demikian? 

Kegiatan anak yang dilakukan di luar rumah membuat orang tua harus memberikan perhatian khusus agar si kecil tetap terlindungi. 

Hal tersebut memerlukan perhatian ekstra karena aktivitas di luar ruangan dapat membuat anak lebih banyak terkena debu dan polusi udara, suhu yang panas atau dingin, serta berbagai macam kuman penyakit yang ada di sekitarnya. Keadaan lingkungan seperti inilah yang menyebabkan si kecil sangat berisiko untuk mengalami batuk pilek, terutama jika kondisi tubuhnya sedang tidak fit. 

Kaitan aktivitas di luar ruangan dengan penyakit batuk pilek pada anak 

Alasan mengapa anak-anak rentan terkena batuk pilek saat bermain di luar ruangan sangat beragam. Beberapa di antaranya adalah: 

1. Bermain di luar ruangan saat musim hujan 

Saat musim hujan tiba, anak-anak yang senang bermain di luar ruangan sangat rentan untuk mengalami batuk pilek. Hal tersebut dapat disebabkan oleh air hujan yang mungkin saja mengandung polutan dan kotoran. 

Selain itu, saat hujan turun udara menjadi lebih dingin sehingga dapat menyebabkan tubuh harus anak bekerja keras untuk meningkatkan suhu tubuh dengan cepat agar tidak kedinginan. 

Usaha yang dilakukan anak agar tubuh tetap hangat bisa saja membuatnya merasa lelah dan mengalami penurunan daya tahan tubuh, sehingga ia menjadi lebih mudah sakit. 

Maka dari itu, sebagai orang tua, Anda sebaiknya membatasi waktu bermainnya dan tidak membiarkannya melakukan kegiatan di luar rungan saat sedang turun hujan agar si kecil terhindar dari batuk pilek saat musim hujan tiba. 

2. Tertular teman yang sedang sakit 

Saat sedang bermain di luar ruangan, anak rentan terkena batuk pilek jika terdapat salah seorang temannya yang sedang mengalami batuk pilek. Kondisi tersebut bisa saja ditularkan oleh teman bermainnya. 

Terutama jika daya tahan tubuh si kecil sedang dalam keadaan yang kurang baik, maka si kecil akan lebih mudah tertular.

3. Terkena polusi 

Anak-anak pasti akan lebih banyak terkena polusi udara saat melakukan kegiatan di luar ruangan. 

Polusi udara dapat menyebabkan anak rentan untuk terkena iritas dan infeksi pada saluran pernapasan, sehingga bukan hal yang asing lagi jika anak-anak sering mengalami batuk pilek. 

Oleh sebab itu, Anda perlu memastikan bahwa tempat bermain atau sekolah anak jauh dari jalan raya yang penuh dengan kendaraan yang menyebabkan polusi udara. 

Dengan begitu, risiko anak terkena batuk pilek dapat dikurangi. Selain itu, jauhkan juga anak dari asap rokok karena termasuk dalam polusi udara yang dapat menyebabkan batuk pilek. 

4. Kelelahan akibat bermain 

Selain beberapa alasan yang datang dari luar, faktor internal juga dapat menyebabkan anak mengalami batuk pilek. 

Rasa lelah yang datang akibat bermain terlalu lama dapat membuat daya tahan tubuh anak menurun sehingga menjadi lebih mudah terserang penyakit.

 Oleh karena itu, batasilah waktu bermain anak agar terhindar dari batuk pilek maupun penyakit lainnya. 

5. Tidak menjaga kebersihan dengan baik 

Anak yang sering menghabiskan waktu di luar ruangan untuk bermain berisiko terkena batuk pilek apabila tidak menjaga kebersihan dengan baik, seperti tidak mencuci tangan setelah beraktivitas di luar. 

Selalu ingatkan anak untuk menjaga kebersihan dengan cara mencuci tangan karena kuman penyebab penyakit bisa berada di mana saja, seperti di fasilitas dan tempat umum, serta taman bermain. 

Cara mengatasi batuk pilek pada anak 

Apabila anak terkena batuk pilek, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan sebagai orang tua untuk meredakan gejala yang muncul dan mempercepat penyembuhan si kecil: 

1. Memastikan asupan cairan 

Kondisi batuk pilek pada anak bisa diredakan dengan pemberian asupan cairan yang cukup. Anda bisa memenuhi kebutuhan cairan anak dengan memberikan air putih, jus buah segar, atau sup ayam hangat. 

2. Memberikan makanan yang mudah ditelan 

Tenggorokan anak mungkin akan terasa tidak nyaman saat ia mengalami batuk pilek sehingga sulit untuk menelan makanan. 

Maka dari itu, berikanlah makanan yang bertesktur lembut sehingga lebih mudah bagi anak untuk menelannya. Anda bisa memberikan sup ayam hangat, bubur dan nasi tim jika tenggorokannya terasa sakit. 

3. Memberikan madu 

Pemberian madu dapat membantu meringankan batuk pilek pada anak. Meskipun efeknya tidak secara langsung terjadi, madu bisa membuat anak tidur lebih nyenyak sehingga pemulihan terjadi lebih cepat. 

Selain itu, sifat antibiotik dan antiperadangan yang juga dimiliki madu dapat membantu pemulihan batuk pilek pada anak. Namun, Ana tidak dianjurkan untuk memberikan madu pada anak berusia di bawah 1 tahun. 

4. Memberikan uap 

Saluran pernapasan anak yang mungkin tersumbat akibat batuk pilek dapat diringankan dengan menghirup uap. 

Caranya adalah dengan mengajak anak ke kamar mandi, hidupkan pancuran air hangat, dan biarkan uapnya memenuhi kamar mandi sehingga anak dapat menghirupnya. 

5. Mengoleskan balsem khusus anak 

Mengoleskan balsem khusus anak pada area dan punggung juga dapat membuat anak merasa lebih nyaman saat sakit. Gejala batuk pilek pada bayi dan anak juga dapat diringankan dengan penggunaan balsem khusus anak ini. 

Anda juga harus cermat dalam memilih balsem untuk anak, pilihlah balsem yang mengandung bahan alami, seperti chamomile dan eucalyptus. 

Efek menenangkan dari chamomile dapat membantu si kecil tidur nyenyak, dan eucalyptus dapat meringankan hidung yang tersumbat. 

Pemberian obat untuk mengatasi batuk pilek pada anak hendaknya sesuai dengan saran dokter. Jangan memberikan anak obat batuk pilek yang dijual bebas, karena dapat menimbulkan efek samping yang serius bagi kondisi si kecil. Terutama jika pemberian obat tidak dengan dosis yang tepat. 

Selain melakukan cara-cara di atas, Anda juga harus memastikan bahwa anak mendapatkan istirahat yang cukup dan selalu menjaga kebersihan ruang tidurnya. 

Apabila kondisi anak tidak kunjung membaik, segera bawa anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.  


4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Colds (for Parents). Nemours KidsHealth. (https://kidshealth.org/en/parents/cold.html)
Coughs and Colds in Children - Causes and Treatment. Patient. (https://patient.info/chest-lungs/cough-leaflet/coughs-and-colds-in-children)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app