Cara Mengatasi Batuk Pilek Pada Bayi

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mei 6, 2019 Waktu baca: 2 menit
Cara Mengatasi Batuk Pilek Pada Bayi

Batuk dan pilek memang tak pandang usia, mulai dari bayi hingga lansia bisa terserang penyakit yang satu ini. Bila bayi mengalami batuk dan pilek, tentunya sebagai orang tua akan mencoba apa saja untuk menyembuhkan batuk pilek yang dialami bayinya. 

Meskipun tidak ada obat yang spesifik untuk menyembuhkan batuk dan pilek, tapi Anda dapat menjaga bayi tetap nyaman sehingga bayi bisa istirahat dan tidur yang cukup sesuai kebutuhannya untuk melawan virus penyebab batuk pilek (influenza).

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Batuk dan Flu via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 9

Cara Mengatasi Batuk Pilek Pada Bayi

Jika bayi berusia enam bulan atau lebih muda, terdapat tanda-tanda batuk pilek sebaiknya periksakan ke dokter secara dini. Jika bayi berusia lebih dari enam bulan, cobalah teknik berikut:

  • Jangan menitipkan anak di tempat penitipan anak - yang terbaik bagi bayi ketika mengalami batuk pilek adalah istirahat di rumah, hal ini dimaksudkan untuk mencegah penyebaran kuman ke anak-anak atau bayi lainnya.
  • Berikan bayi banyak cairan – susui bayi Anda sesering mungkin
  • Gendong bayi Anda lebih sering dengan metodek kanguru untuk mempercepat pemulihan
  • Jemur bayi Anda dibawah sinar matahari antara jam 6 hingga jam 8 pagi
  • Gunakan baby balsam atau minyak telon pada seluruh tubuh bayi untuk menghangatkan bayi
  • Gunakan humidifier di kamar tidurnya - untuk membantu bayi agar bernapas lebih mudah.
  • Jika bayi Anda sudah cukup besar, Dianjurkan untuk berkumur dengan air garam hangat-untuk menenangkan sakit tenggorokan.
  • Gunakan obat demam yang diformulasikan khusus untuk bayi - untuk meringankan demam akibat batuk pilek, contohnya parasetamol.
  • Selalu mandikan bayi dengan air hangat atau mengusapnya dengan handuk hangat, jangan gunakan air dingin karena dapat menyebabkan menggigil.
  • Jangan berikan bayi obat yang mengandung asam asetilsalisilat (ASA) atau aspirin - ASA / aspirin dapat menyebabkan kondisi medis berbahaya yang disebut Sindrom Reye.

Kapan harus periksa ke dokter apabila bayi batu pilek ?

Jika bayi Anda berusia enam bulan atau lebih muda, hubungi dokter pada saat tanda-tanda awal batuk pilek muncul. Jika bayi Anda lebih tua dari enam bulan, hubungi dokter jika bayi :

  • Batuk pilek lebih dari 5 hari atau semakin memburuk.
  • Batuk yang menetap, bahkan ketika tidak ada gejala lain.
  • Sakit tenggorokan, terutama jika disertai demam.
  • Mengalami demam tinggi (> 38 ° C) atau  demam yang berlangsung selama lebih dari 3 hari
  • Anak menjadi lemas dan sering mengantuk
  • Anak menjadi lebih rewel yang tidak dapat ditenangkan
  • Sesak nafas disertai Mengi  (berbunyi ngik-ngik).
  • Sesak nafas / sulit bernafas disertai kebiruan pada bibir.
  • Atau Setiap kali Anda merasa tidak yakin mengenai gejala yang muncul pada bayi.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app