Asam Glikolat : Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Update terakhir: Mar 12, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 188.291 orang

Apa itu Asam Glikolat?

Asam glikolat adalah asam inorganik berbentuk kristal tak berwarna dan tidak memiliki aroma. Senyawa ini juga banyak dikenal dengan sebutan AHA (Alpha Hydroxy Acids) yang berasal dari tanaman dan gula susu. 

Asam glikolat banyak digunakan dalam produk perawatan kulit karena memiliki banyak manfaat bagi kulit mulai dari meremajakan hingga melembabkan. 

Dalam formulasi kosmetik, asam glikolat banyak digunakan dalam bentuk pembersih muka, cleanser, toner, krim, lotion, serum, pelembab dan berbagai produk topikal. Asam glikolat memiliki efek keratolitik yaitu dengan menipiskan stratum korneum dan berfungsi pada kondisi kulit yang mengalami hiperpigmentasi. 

Oleh karena itu, asam glikolat dapat mengurangi tampilan garis-garis halus dan kerutan juga dapat membantu mengembalikan pH kulit ke tingkat normal dan membantu untuk membersihkan jerawat.

Cara kerja Asam Glikolat

Asam glikolat dapat mentransfer molekul air dari udara ke dalam jaringan kulit, sehingga kelembapan kulit dapat terjaga. Hal ini lah yang membuat asam glikolat sebagai bahan yang efektif untuk melembabkan kulit. 

Cara kerja lain dari asam glikolat ini adalah bereaksi dengan lapisan atas kulit, sehingga memecahkan dan melarutkan sebum, sehingga mampu menembus kulit secara mendalam dan mudah. Sel-sel kulit mati dapat dihilangkan dengan kulit yang lebih halus, cerah, dan tampak lebih muda. 

Teori lainnya dalam mekanisme kerja AHA dalam pengelupasan kulit adalah AHA mengurangi konsentrasi ion kalsium dalam epidermis dan menghapus ion kalsium dari adhesi sel dengan kelat yang menyebabkan gangguan pada adhesi sel. Asam glikolat dapat menekan pembentukan melanin melalui penghambatan aktivitas tirosinase.

Manfaat dan efek samping Asam Glikolat

Produk yang mengandung asam glikolat dapat digunakan untuk menghilangkan lapisan terluar sel-sel mati dari kulit dan dapat membuat kullit lebih cerah dan lebih segar. 

Asam glikolat juga dapat digunakan untuk mengobati jaringan parut, meregenerasi kulit dan menyamarkan tanda-tanda penuaan, seperti garis-garis halu, keriput, dan kusam.  

Efek yang mungkin terjadi pada permulaan penggunaan ini berupa kemerahan atau pengelupasan pada kulit. Oleh karena itu, disarankan untuk menggunakan asam glikolat dengan persentase yang rendah sebagai bentuk adaptasi kulit terhadap senyawa ini. 

Penggunaan topical asam glikolat juga meningkatkan iritasi cahaya oleh sinar matahari, oleh karena itu pada saat menggunakan AHA disarankan untuk menggunakan tabir surya juga. 

Peeling menggunakan asam glikolat dinilai efektif untuk perawatan semua jenis jerawat, perbaikan, dan pemulihan kulit normal. Efek samping yang dapat terjadi akibat penggunaan asam glikolat adalah peradangan, kemerahan, pembakaran, pembengkakan, kulit mengelupas, dan kulit menyengat.

Dosis Asam Glikolat

Dosis intraperitoneal 100 mg/kg asam glikolat adalah pengambat konsumsi oksigen yang poten tetapi tidak mempengaruhi konsumsi oksigan otak. Asam glikolat juga digunakan untuk peeling dalam berbagai konsentrasi, mulai dari 20 hingga 70%., namun untuk kosmetik biasa asam glikolat berada pada konsentrasi 2-10%. 

Konsentrasi asam glikolat yang berlebihan dapat berbahaya, namun konsentrasi yang terlalu kecil juga tidak akan efektif. Disarankan untuk menggunakan asam glikolat mulai dari konsentrasi 8% namun apabila kulit anda sensitive disarankan untuk menggunakan konsentrasi yang lebih kecil lagi.  

Peeling menggunakan asam glikolat dikontraindikasikan apabila pasien mengalami dermatitis, kehamilan, dan hipersensitivitas terhadap asam glikolat. Lebih lanjut lagi, akan meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar ultraviolet. 

Produk kecantikan yang mengandung asam glikolat dapat membuat kulit lebih sensitive terhadap sinar matahari oleh karena itu aplikasi asam glikolat harus bersamaan dengan penggunaan sun block atau tabir surya. 

Apabila asam glikolat ini digunakan untuk pengobatan jerawat maka pastikan sun block yang digunakan tidak menyebabkan munculnya komedo (non comedogenic) dan bebas minyak (oil free). 

Untuk kulit kering, AHA kream atau lotion dengan konsentrasi 8-10% dapat digunakan 2-3 kali sehari pada area yang diinginkan. Jika dalam waktu 2 minggu, kulit masih terasa kering konsentrasinya dapat ditingkatkan 2-4% dari konsentrasi semula. 

Jika kulit normal, penggunaan AHA dapa dikurangi menjadi 2-3 hari sekali. Untuk penggunaan pertama, asam glikolat dapat digunakan 2-3 menit untuk mencegah sensitivitas dan interval peeling dapat dilakukan 2-4 minggu sekali.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit