Apakah Melakukan Hubungan Intim, Berpengaruh Dalam Membangun Massa Otot?

Dipublish tanggal: Jul 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Apakah Melakukan Hubungan Intim, Berpengaruh Dalam Membangun Massa Otot?

Apakah Anda pernah berpikir, apakah melakukan hubungan intim dapat mempengaruhi pertumbuhan otot? Jika demikian, Anda tidak sendirian. 

Faktanya memang benar bahwa ada hubungan antara melakukan hubungan intim dengan pembentukan otot, namun penting untuk memahami sepenuhnya apa hubungan yang mendasari keduanya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

Kadar Zinc Dalam Tubuh

Salah satu hubungan yang paling jelas antara melakukan hubungan intim dan pembentukan otot adalah kandungan zinc dalam tubuh. Kapan pun seorang pria mengalami orgasme, zinc akan dikeluarkan melalui air mani

Zinc adalah nutrisi penting yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan sperma yang tepat dan ketika levelnya menurun, seringkali seorang pria mengalami infertilitas.

Selain itu, zinc juga memainkan peran kunci dalam perkembangan otot, karena zinc memiliki hubungan yang erat dengan kadar testosteron total. 

Maka hasrat seksual akan menurun dengan tajam ketika kadar zinc tubuh menurun secara drastis.

Jika Anda sering melakukan hubungan intim, tetapi tidak mengganti zinc yang hilang melalui makanan, maka sangat mungkin bahwa Anda akan mengalami defisit zinc. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

Untuk mencegah hal ini terjadi dan memastikan Anda dapat mempertahankan hasrat seksual dan dapat membentuk otot, Anda harus mengkonsumsi makanan yang kaya akan zinc seperti tiram, kerang, bibit gandum, hati, dan kacang-kacangan.

Hubungan Intim dan Kekuatan

Hubungan selanjutnya adalah koneksi yang dimiliki dengan tingkat kekuatan. Setelah melakukan hubungan intim, sebagian besar pria akan menemukan bahwa segera setelah berhubungan seks mereka akan merasa sangat rileks dan ingin tertidur.

Pada titik ini terjadi pelepasan oksitosin yang sangat tinggi di dalam tubuh, yang berfungsi membuat Anda benar-benar rileks dan dapat menyebabkan Anda merasa sedikit lebih lemah daripada sebelum melakukan hubungan intim. 

Namun, fase relaksasi ini tidak berlangsung lama, dan akan kembali ke fase normal dalam beberapa saat.

Tubuh membutuhkan waktu minimal 3-4 jam untuk mengembalikan tingkat hormon dan memulihkan kekuatan dan energi Anda.

Dampak dari Hubungan Intim dan Kadar Testosteron Tubuh

Dengan masalah zinc dan efek sampingnya terhadap testosteron, korelasi lain yang perlu dilihat adalah dampak keseluruhan dari aktivitas seksual yang sering terjadi pada kadar testosteron dan gairah seksual. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

Bagi kebanyakan pria, semakin sering mereka melakukan hubungan intim, maka semakin tinggi tingkat gairah seksual mereka. 

Namun yang perlu Anda ingat adalah, memang pada awalnya gairah seksual akan meningkat, tetapi seiring berjalannya waktu, jika pelepasan tidak tercapai, kadar testosteron tubuh akan mulai turun.

Karena kadar testosteron adalah salah satu prediktor utama pertumbuhan dan perkembangan otot, memiliki kadar testosterone yang lebih tinggi di dalam tubuh akan membantu mendorong peningkatan pembentukan otot yang lebih besar. 

Tentunya latihan dan pola makan yang adekuat diperlukan untuk mensimulasikan respons pertumbuhan otot.

Seks dan Fokus

Dampak terakhir dari seks pada pembentukan otot adalah berhubungan dengan tingkat fokus. Mempertahankan fokus saat menjalani latihan adalah hal yang utama dalam pembentukan otot. 

Dalam beberapa kasus ekstrim, jika Anda terlalu terpaku pada aktivitas seksual, Anda dapat memprioritaskan hal tersebut sebelum menjalani sesi latihan, yang kemudian akan berdampak besar pada hasil latihan Anda secara keseluruhan.

Kesimpulan

Jadi apakah hubungan intim mempengaruhi pertumbuhan otot? Jawabannya adalah iya. Karena berhubungan intim dapat mempengaruhi kadar hormon dan zinc yang dapat mempengaruhi pertumbuhan otot. 

Namun berita baiknya adalah mereka yang sudah berpasangan dan rutin menjalani hubungan intim disertai dengan melakukan olahraga secara teratur dan mempertahankan pola makan yang baik akan dapat menyeimbangkan efek samping yang mungkin ditimbulkan dari berhubungan intim.  

Berolahraga secara teratur juga dapat mengurangi kemungkinan terjadinya masalah seksual seperti ejakulasi dini atau disfungsi ereksi.

Satu hal yang perlu Anda ingat, dalam hidup, keseimbangan adalah kunci utama untuk mencapai suatu tujuan. Anda seharusnya tidak perlu khawatir tentang menjalani kehidupan seks yang sehat sambil berupaya membangun otot, selama Anda melakukan segala sesuatunya dengan seimbang.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Fallah, Ali & Mohammad-Hasani, Azadeh & Colagar, Abasalt. (2018). Zinc is an Essential Element for Male Fertility: A Review of Zn Roles in Men’s Health, Germination, Sperm Quality, and Fertilization. Journal of Reproduction and Infertility. 19. 69-81. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/325555257_Zinc_is_an_Essential_Element_for_Male_Fertility_A_Review_of_Zn_Roles_in_Men's_Health_Germination_Sperm_Quality_and_Fertilization)
Zinc levels in seminal plasma and their correlation with male infertility: A systematic review and meta-analysis. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4773819/)
10 Ways to Boost Male Fertility and Increase Sperm Count. Healthline. (https://www.healthline.com/nutrition/boost-male-fertility-sperm-count)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app