Apa Risiko dan Manfaat Minum Air Dingin?

Dipublish tanggal: Jul 20, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Apa Risiko dan Manfaat Minum Air Dingin?

Beberapa orang percaya bahwa minum air dingin merupakan kebiasaan buruk yang sebenarnya dapat membahayakan kesehatan dalam waktu jangka panjang. 

Keyakinan tersebut didasarkan pada gagasan bahwa air dingin dapat membuat perut Anda kembung, sehingga lebih sulit untuk mencerna makanan setelah makan. 

Beberapa orang juga percaya bahwa tubuh Anda harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan suhu internal sebesar  98,6 ° F (37 ° C) jika Anda minum air dingin yang bersuhu sekitar 36 ° F (4 ° C).

Tetapi apakah ada kebenaran atau fakta pada pernyataan tersebut? Teruslah baca dan simak artikel di bawah ini untuk mengetahui risiko dan manfaat dari minum air dingin. Selamat membaca.

Resiko minum air dingin

Minum air dingin memang dapat mempengaruhi tubuh Anda dengan cara yang mungkin tidak dapat Anda antisipasi atau inginkan. Satu penelitian yang melibatkan 15 orang, menemukan bahwa minum air dingin dapat membuat lendir hidung menjadi lebih tebal dan membuat udara sulit untuk melewati saluran pernapasan

Jika Anda mencoba mengobati pilek atau flu, minum air dingin mungkin dapat membuat pilek Anda menjadi lebih buruk.

Ada beberapa kondisi kesehatan yang dapat diperburuk jika meminum air dingin. Minum air dingin sering dikaitkan pada pemicu penyakit migrain pada orang yang sudah mengalami migrain. 

Rasa sakit yang terkait dengan akalasia, suatu kondisi yang membatasi kemampuan tubuh untuk melewati makanan melalui kerongkongan, juga dapat diperburuk dengan meminum air dingin.

Dalam pengobatan Tiongkok kuno, minum air dingin dengan makanan panas dapat dianggap menciptakan ketidakseimbangan tubuh. Biasanya, makanan dalam budaya Cina disajikan dengan air hangat atau teh panas. 

Keyakinan tersebut juga tercermin dalam beberapa budaya lain di seluruh dunia.

Beberapa orang yang memiliki keyakinan yang sama bahwa minum air dingin di hari yang panas tidak dapat membantu mendinginkan suhu tubuh. Namun, tidak ada penelitian yang cukup untuk menyimpulkan bahwa kepercayaan tersebut benar atau salah.

Manfaat minum air dingin

Minum air dingin diketahui memiliki manfaatnya yang banyak bagi tubuh. Minum air dingin selama berolahraga dapat membantu menjaga tubuh Anda dari suhu yang panas dan membuat sesi olahraga Anda lebih menyenangkan. 

Hal tersebut mungkin karena minum air dingin memudahkan tubuh Anda untuk mempertahankan suhu inti yang lebih rendah.

Minum air putih, berapapun suhunya, telah terbukti dapat memberi tubuh Anda lebih banyak energi sepanjang hari.

Bisakah minum air dingin membantu menurunkan berat badan?

Minum air putih sebagai pengganti minuman manis baik untuk pencernaan Anda dan menjaga berat badan yang sehat, bahkan jika air yang Anda minum adalah air dingin. 

Minum air yang dingin sebenarnya dapat membantu membakar beberapa kalori ekstra saat Anda mencernanya karena tubuh Anda harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan suhu intinya.

Apakah air hangat atau panas lebih baik daripada air dingin?

Minum air hangat dapat membantu pencernaan, membantu sirkulasi, dan secara keseluruhan dapat membantu tubuh Anda membuang racun lebih cepat. Minum air hangat atau panas ternyata dapat membuat Anda tidak terlalu haus. 

Jika Anda memilih untuk minum air hangat, ketahuilah bahwa Anda mungkin tidak merasa haus sesering yang seharusnya.

Beberapa orang mungkin ingin menghindari minum air dingin. Minum air dingin saat Anda sedang pilek atau flu, atau jika Anda memiliki kondisi kronis yang menyebabkan pencernaan lebih lambat, mungkin bukan ide yang bagus. 

Tetapi sementara beberapa budaya menganggap minum air dingin dapat menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan bagi semua orang, namun sayangnya masih tidak ada banyak bukti untuk mendukung pernyataan tersebut.

Apa manfaat minum air dingin? Air dingin ternyata memiliki manfaat yang sama dari minum air bersuhu ruangan biasa. Air dingin dapat membuat Anda tetap terhidrasi dan memberi Anda lebih banyak energi.

Jika Anda khawatir tentang pencernaan Anda, sedang mencoba membuat rencana untuk menurunkan berat badan, atau merasa seperti Anda mungkin mengalami dehidrasi secara konsisten, bicarakan dengan dokter dan buat rencana yang dapat membuat Anda tetap terhidrasi dan tetap sehat.

 


14 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Szlyk PC, et al. (1989). Patterns of human drinking: Effects of exercise, water temperature and food consumption. (http://www.dtic.mil/dtic/tr/fulltext/u2/a206031.pdf)
Saketkhoo K, et al. (1978). Effects of drinking hot water, cold water, and chicken soup on nasal mucus velocity and nasal airflow resistance. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/359266)
Ren Y, et al. (2012). Response of esophagus to high and low temperatures in patients with achalasia. DOI: (http://doi.org/10.5056/jnm.2012.18.4.391)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app