Antidepresan: Obat Untuk Mengobati Depresi, Fobia, atau Kecemasan Yang Berlebihan

Update terakhir: Feb 6, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 819.641 orang

Apa itu Antidepresan?

Antidepresan seringkali digunakan untuk mengendalikan pasien yang mengalami depresi, fobia, atau  kecemasan yang berlebihan. Beberapa obat Antidepresan yang paling umum digunakan adalah Antidepresan golongan Serotonin Selective Reuptake Inhibitor (SSRI), Serotonin Norephineprine Reuptake Inhibitor (SNRI), Antidepresan Trisilik (TCAs), Antidepresan Tetrasiklik (TeCAs), Monoamine Oxidase Inhibitors (MAOIs), dan Antidepresan Atipikal. 

Namun, Antidepresan golongan SSRI dan SNRI adalah dua yang paling sering digunakan karena kedua golongan ini mampu memberi hasil yang efektif dengan resiko efek samping yang paling rendah. Ditambah lagi jika dilihat dari segi farmakoekonomi, harga obat Antidepresan golongan SSRI dan SNRI cukup terjangkau jika dibandingkan dengan obat Antidepresan lainnya, walaupun juga tidak bisa dikatakan murah. Namun, jika membandingkan harga dan benefit yang diberikan Antidepresan golongan SSRI dan SNRI, maka kedua golongan inilah yang paling memiliki nilai ekonomis.

Bagaimana aturan dosis penggunaan obat Antidepresan?

Antidepresan adalah obat yang digunakan dalam jangka panjang, setidaknya dikonsumsi antara 6 bulan hingga 2 tahun. Sementara dosis yang digunakan bergantung pada umur, keluhan pasien, dan jenis obat Antidepresan yang digunakan. 

Tetapi, pada dasarnya aturan dosis yang digunakan adalah dimulai dengan dosis awal yang rendah kemudian dapat ditingkatkan secara bertahap jika diperlukan. Misalnya, obat Antidepresan golongan SSRI, Fluoxetine, bagi pasien dewasa dengan keluhan depresi, dapat mengonsumsi Fluoxetine secara oral dengan dengan dosis 20mg/hari sebagai dosis awal, dan jika diperlukan secara bertahap dapat ditingkatkan hingga 80mg/hari.

Bagi pasien anak-anak dengan umur diatas 8 tahun, dapat mengonsumsi 10mg/hari sebagai dosis awal dan ditingkatkan secara bertahap hingga 20mg setelah 1-2 minggu penggunaan dosis awal. 

Dosis yang sama berlaku bagi pasien dengan keluhan Gangguan Obsesif Kompulsif atau OCD. Sementara, bagi pasien dewasa yang menderita Gangguan Panik, dapat mengonsumsi 10mg/hari sebagai dosis awal, dan ditingkatkan menjadi 20mg setelah penggunaan dosis awal selama seminggu.

Apa saja yang perlu diperhatikan selama penggunaan Antidepresan?

Ada banyak golongan, jenis, dan merek dagang obat Antidepresan yang dapat dipilih, dan tidak selalu satu jenis obat Antidepresan bisa langsung cocok dengan semua pasien. Dibutuhkan waktu dan kesabaran untuk menentukan obat Antidepresan yang mana yang paling efektif dengan efek samping yang paling rendah untuk masing-masing pasien. 

Selalu konsultasikan ke dokter Anda apapun perubahan yang dialami selama masa penggunaan obat Antidepresan. Misalnya, apabila setelah beberapa waktu mengonsumsi obat Antidepresan tertentu dan gejala depresi tetap sama, segera konsultasikan ke dokter agar dapat digantikan dengan obat Antidepresan golongan atau jenis yang lain atau apabila obat Antidepresan yang sedang dikonsumsi telah efektif mengurangi gejala depresi, 

tetapi ada efek samping yang sangat mengganggu, maka dalam hal ini dokter tidak akan mengganti obat Antidepresan, tetapi dapat memberikan obat tambahan yang akan menekan gejala efek samping tersebut. Kemudian, yang perlu dipahami adalah bahwa obat Antidepresan digunakan untuk mengurangi gejala depresi, bukan menyembuhkan depresi.

Adakah efek samping yang ditimbulkan oleh penggunaan obat Antidepresan?

Efek samping yang paling sering timbul dari penggunaan obat Antidepresan adalah

  • mengantuk,
  • keluhan rasa tidak nyaman pada lambung,
  • tremor, 
  • pusing atau sakit kepala.

Gejala efek samping ini biasanya muncul pada minggu pertama penggunaan obat Antidepresan karena pada tahap ini obat Antidepresan sedang melakukan proses penyesuaian terhadap tubuh pasien khususnya sistem saraf. 

Jika pilihan obat Antidepresan tepat, maka biasanya secara bertahap efek samping akan menghilang dan pada minggu ketiga dan keempat obat Antidepresan mulai menunjukkan perubahan yang signifikan pada pengurangan tingkat gejala depresi. Apabila perubahan terhadap gejala depresi dirasa belum optimal, maka dosis obat dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai ketentuan jenis obat Antidepresan yang telah dipilih.

Amankah obat Antidepresan bagi ibu hamil atau yang sedang menyusui?

Pada dasarnya semua ibu hamil dan yang sedang menyusui harus sangat berhati-hati pada semua jenis penggunaan obat yang dikonsumsi, tidak terkecuali obat Antidepresan. Tentu sangat disarankan untuk lebih baik tidak menggunakan obat Antidepresan selama kehamilan dan proses menyusui, selagi depresi masih pada tahap yang wajar dan masih mampu ditangani tanpa bantuan obat.

Namun, pada kasus ibu yang sedang hamil atau menyusui dengan tingkat depresi berat yang jika tanpa bantuan obat justru akan lebih membahayakan kandungan atau bayinya, maka obat Antidepresan tetap dianjurkan untuk dikonsumsi, dengan catatan bahwa jenis pilihan obat Antidepresan telah dikonsultasikan sebelumnya dengan dokter kandungan dan dinyatakan aman untuk dikonsumsi selama kehamilan. 

Sangat penting bagi ibu yang sedang hamil atau menyusui untuk memastikan psikologis mereka dalam keadaan baik dan jauh dari kecemasan atau depresi agar tidak membahayakan janin atau bayinya..

Pada kasus ibu hamil yang telah menggunakan obat Antidepresan sebelum hamil dan ingin menghentikan penggunaan obat Antidepresan-nya selama kehamilan, maka disarankan untuk tidak langsung menghentikan konsumsi obat Antidepresan secara tiba-tiba, tetapi dilakukan secara bertahap dengan mengurangi dosis penggunaan. Selain itu, sangat disarankan bagi ibu hamil untuk memiliki pola hidup yang sehat, seperti mengonsumsi makanan sehat dan olahraga yang teratur agar hormon yang dihasilkan mampu membangun suasana hati yang bahagia sehingga dapat menekan kemungkinan depresi. 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit