GRACIA BELINDA
Ditulis oleh
GRACIA BELINDA
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

Haruskah Menunda Pemeriksaan ke Dokter Poliklinik Selama Pandemi Covid-19?

Dipublish tanggal: Mar 26, 2020 Update terakhir: Mei 7, 2021 Waktu baca: 7 menit
Haruskah Menunda Pemeriksaan ke Dokter Poliklinik Selama Pandemi Covid-19?

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Pemeriksaan diri ke dokter poliklinik dengan spesialis tertentu sebaiknya ditunda, kecuali untuk kondisi darurat yang membutuhkan penanganan secepat mungkin
  • Penundaan pemeriksaan dilakuka nguna mencegah atau mengurangi risiko penularan virus Corona (Covid 19) dari kedua pihak baik pasien maupun dokter
  • Calon pasien yang mengalami gejala Covid 19 atau pernah kontak fisik dengan penderita Covid 19 tidak disarankan untuk melakukan pemeriksaan ke dokter poliklinik
  • Pasien yang ingin melakukan kontrol ke dokter poliklinik wajib melakukan test Covid 19 terlebih dahulu dan memberitahukan dokter sebelum kunjungan/pemeriksaan
  • Untuk kondisi darurat, pemeriksaan kesehatan bisa dilakukan dengan penggunaan APD dan penerapan protokol kesehatan yang ketat di tempat praktek
  • Dapatkan paket tes pemeriksaan Covid 19 baik di klinik maupun di rumah dengan promo menarik dan dokter berpengalaman melalui HDmall

Semenjak meluasnya pandemi virus Corona (Covid-19) di Indonesia, beberapa ahli kesehatan dan dokter memberikan anjuran kepada masyarakat yang ingin memeriksakan diri ke dokter poliklinik untuk menundanya sementara waktu. Hal ini dianggap sebagai salah satu langkah pencegahan untuk mengurangi risiko penularan virus Covid-19.

Poliklinik sendiri merupakan layanan kesehatan yang khusus tersedia untuk menangani beragam masalah kesehatan tertentu sehingga pasien cukup menjalani rawat jalan selama dinyatakan sebagai penyakit ringan. Dokter poliklinik memiliki layanan mulai dari pemeriksaan hingga pengobatan.

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Pemeriksaan COVID-19 via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket covid-19 hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Ia h18 covid 19

Penundaan untuk pergi ke dokter atau rumah sakit ini sebenarnya selaras dengan anjuran pemerintah untuk melakukan social distancing atau physical distancing, yakni menjaga jarak aman minimal 1 meter, serta hindari berpergian keluar rumah. Karena dengan dilakukannya hal ini secara disiplin oleh masyarakat, maka hal tersebut akan ikut membantu mengurangi risiko penyebaran virus Corona (Covid-19) lebih meluas.

Baca juga: Protokol Kesehatan Covid 19 dalam Menghadapi Risiko Paparan Virus Corona

Alasan perlunya menunda pemeriksaan ke dokter poliknik

Selain itu, anjuran untuk menunda pemeriksaan ke dokter poliklinik (jika hal tersebut dirasakan tidak terlalu penting atau urgent) dikarenakan oleh beberapa alasan, seperti:

  • Mengurangi risiko penularan (menularkan ataupun ditularkan) baik oleh pasien maupun dokter ketika melakukan pemeriksaan. Karena beberapa kasus Covid-19 bisa terjadi meski tanpa ada gejala yang terlihat
  • Tidak tersedianya APD (Alat Pelindung Diri) yang cukup, berupa masker, sarung tangan, atau perlengkapan lainnya di beberapa rumah sakit atau dokter poliklinik. Hal ini disebabkan oleh kelangkaan sumber daya serta penggunaan APD lengkap juga wajib digunakan oleh dokter poliklinik sebagai langkah pencegahan
  • Tidak sedikit pula dokter yang sudah tidak melayani pasien kecuali dalam kondisi darurat yang membutuhkan penanganan segera. Kondisi ini sepertinya berlaku hingga pandemi Covid-19 berakhir

Kondisi pasien ketika berkunjung ke dokter poliknik

Untuk tetap menjaga kesehatan dan menghindari risiko penularan kepada para petugas atau dokter poliklinik, maka pasien yang akan berkunjung ke dokter poliklinik juga harus memastikan beberapa kondisi berikut: 

  • Pasien berada dalam kondisi sehat dan tidak memiliki gejala demam, batuk, serta pilek
  • Pasien tidak memiliki riwayat berpergian ke area pandemi dalam waktu 14 hari terakhir
  • Pasien tidak memiliki kontak langsung dengan suspect atau penderita Covid-19

Daftar dokter poliknik mengenai anjuran pemeriksaan dan penanganan darurat

Berikut ini daftar dokter poliklinik mengenai anjuran pemeriksaan atau pengobatan yang sebaiknya ditunda selama pandemi Covid-19, kecuali untuk kondisi keadaan daruarat, sebagai berikut:

1. Dokter gigi

Pemeriksaan gigi di dokter gigi memiliki risiko penularan virus Corona yang cukup tinggi dikarenakan perawatan gigi umumnya berhubungan dengan air liur yang juga termasuk salah satu sumber penularan melalui droplet. Oleh karena itu, beberapa dokter gigi atau klinik gigi memutuskan untuk membatasi pelayanan hanya kepada pasien yang membutuhkan layanan darurat saja. 

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Pemeriksaan COVID-19 via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket covid-19 hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Ia h18 covid 19

Di luar itu, jika untuk melakukan kontrol gigi rutin, pembersihan karang gigi (scaling gigi), ataupun perawatan gigi estetik (kecantikan gigi), dianjurkan untuk menundanya sementara waktu.

Kecuali beberapa kondisi darurat yang tetap memerlukan penanganan segera dari dokter gigi, di antaranya:

  • Terjadi pendarahan terus menerus
  • Gigi patah atau lepas
  • Nyeri gigi yang parah
  • Terjadi infeksi atau pembengkakan pada gigi

Baca juga: 4 Tips Aman Periksa ke Dokter Gigi Selama Pandemi COVID-19

2. Dokter THT

Pemeriksaan ke dokter THT umumnya berfokus pada masalah di telinga, hidung, tenggorokan). Selain itu, dokter THT juga dapat membantu menangani gangguan kesehatan yang terjadi di area kepala dan leher.

Beberapa kondisi darurat yang tetap memerlukan penanganan segera dari dokter THT, di antaranya:

  • Mengalami penurunan fungsi pendengaran secara mendadak (tuli)
  • Sakit telinga hebat disertai dengan pilek
  • Trauma pada kepala atau leher
  • Keluarnya cairan telinga yang disertai dengan demam dan sakit kepala
  • Kemasukan benda asing pada telinga, hidung, tenggorokan, atau saluran nafas
  • Mimisan atau keluarnya darah pada hidung yang tidak berhenti

3. Dokter mata

Pemeriksaan ke dokter mata tentu berhubungan erat dengan kesehatan mata. Meski termasuk penting, tetapi pemeriksaan mata secara rutin atau operasi lasik yang bisa ditunda, sebaiknya ditunda sementara waktu.

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Pemeriksaan COVID-19 via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket covid-19 hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Ia h18 covid 19

Kecuali beberapa kondisi darurat yang tetap memerlukan penanganan segera dari dokter mata, di antaranya:

  • Mengalami buram atau kabur secara mendadak
  • Mata merah tanpa alasan tertentu
  • Nyeri hebat pada mata
  • Terkena benda tumpul atau benda tajam pada mata

4. Dokter kandungan

Pemeriksaan ke dokter kandungan sendiri umumnya berkaitan dengan kesehatan sistem reproduksi wanita. Pemeriksaan ke dokter kandungan (obgin) biasa dilakukan oleh wanita hamil yang ingin memeriksakan kehamilannya dan membantu memastikan proses kehamilan berjalan lancar hingga waktu persalinan.

Tetapi kondisi ibu hamil tentu cukup rentan berpengaruh pada kesehatan janin dalam kandungan apalagi dengan sistem imun tubuh ibu hamil yang tergolong lemah. Oleh karena itu, pemeriksaan ke dokter kandungan sebaiknya didiskusikan terlebih dahulu dengan dokter, apa ada kondisi tertentu yang harus ditangani atau bisa ditunda.

Baca juga: Jadwal Pemeriksaan Kehamilan

Kecuali beberapa kondisi darurat yang terjadi pada ibu hamil berikut ini tetap memerlukan penanganan segera dari dokter kandungan, di antaranya:

  • Mengalami muntah hebat
  • Terjadi pendarahan dalam jumlah banyak
  • Mengalami kontraksi atau nyeri perut hebat
  • Pecah ketuban
  • Mengalami kejang
  • Nyeri kepala hebat
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi gestasional)
  • Tidak merasakan adanya gerakan pada janin

5. Dokter urologi

Pemeriksaan ke dokter urologi dilakukan jika terjadi gangguan pada sistem saluran kemih atau sistem reproduksi, baik pada pria maupun wanita. Beberapa kondisi darurat yang tetap memerlukan penanganan segera dari dokter urologi, di antaranya:

  • Tidak bisa buang air kecil
  • Air mani berwarna merah
  • Nyeri hebat pada pinggang atau kantung buah zakar
  • Terjadi ereksi terus menerus (priapismus)

6. Dokter kulit

Pemeriksaan ke dokter kulit tentu berhubungan erat dengan masalah kulit dan juga kelamin. Beberapa kondisi darurat yang tetap memerlukan penanganan segera dari dokter kulit, di antaranya:

  • Mengalami bercak pada kulit disertai nyeri
  • Infeksi kelamin
  • Lepuh pada permukaan kulit yang luas
  • Mengalami biduran/kaligata dan mungkin terjadi akibat alergi obat
  • Ruam kulit yang disertai atau tanpa demam

7. Dokter ortopedi & traumatologi

Pemeriksaan ke dokter ortopedi dan traumatologi umumnya berkaitan dengan penanganan cidera pada tulang, sendi, otot, maupun saraf. Kondisi tersebut bisa terjadi akibat olahraga, kecelakaan, atau karena kondisi penyakit tertentu.

Kecuali beberapa kondisi darurat yang tetap memerlukan penanganan segera dari dokter orthopedi, di antaranya:

  • Terjadi infeksi tulang atau sendi yang disertai dengan kemerahan, bengkak, dan demam
  • Dislokasi atau pergeseran sendi
  • Nyeri hebat pada otot atau tulang yang tidak bisa diobati dengan obat pereda nyeri
  • Kelemahan anggota gerak secara mendadak 
  • Adanya kemungkinan patah tulang dengan atau tanpa luka terbuka 
  • Kontrol pasca operasi (diskusikan dan pastikan kembali dengan dokter)

8. Dokter anak

Pemeriksaan ke dokter anak tentu harus dilakukan, tetapi harus dipastikan bahwa kondisi di sekitar aman dan bersih demi kesehatan anak. Dalam kondisi sakit dengan gejala yang parah tentu anak harus segera mendapat perawatan. 

Selain itu, meski vaksin harus diberikan sesuai usia atau jadwal imunisasi yang dianjurkan, untuk vaksinasi atau imunisasi dapat ditunda maksimal 2 minggu atau sesuai dengan persetujuan dokter selama pandemi Covid-19 ini berlangsung. 

Baca juga: Belum Bisa Divaksin COVID-19, Bagaimana Cara Lindungi Anak dari Virus Corona?

Kecuali beberapa kondisi darurat yang mengharuskan anak mendapat penanganan segera dari dokter anak, di antaranya:

  • Mengalami demam tinggi lebih dari 3 hari
  • Diare atau muntah terus menerus
  • Sesak nafas
  • Tidak nafsu makan ataupun minum
  • Perdarahan yang banyak
  • Bentol kemerahan di seluruh tubuh
  • Mengalami kejang 2 kali atau lebih sehari
  • Penurunan tingkat kesadaran atau anak menjadi tidak aktif

Selain daftar dokter di atas, beberapa daftar dokter dengan bidang layanan kesehatan lain mungkin saja menerapkan hal yang sama. Oleh karena itu, ada baiknya untuk menghubungi dokter Anda terlebih dahulu sebelum melakukan konsultasi, pemeriksaan, ataupun perawatan selama pandemi Covid-19 masih berlangsung. Karena beberapa rumah sakit ataupun dokter mungkin saja memiliki waktu praktek yang berbeda dan disesuaikan hingga saat ini.

Anda juga bisa berkonsultasi secara online seputar masalah kesehatan yang Anda alami dan tanyakan jadwal dengan tim Customer Service kami yang siap membantu Anda. Pastikan pula untuk tetap menjaga kesehatan dan lindungi keluarga Anda dengan cara rajin mencuci tangan, menjaga jarak aman sekitar 1 meter (physical distancing), mengonsumsi makanan sehat, serta mengikuti protokol kesehatan yang disarankan.

Jaga kebersihan diri sendiri dan orang terdekat dari virus Corona (Covid-19) dengan rajin cuci tangan dengan sabun, kenakan masker pelindung, gunakan tisue ketika bersin atau batuk, dan hindari tempat keramaian. Jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, berolahraga, istirahat cukup, dan minum air putih serta multivitamin.    

Jika mengalami gejala seperti demam, batuk, bersin, atau kondisi lainnya, sebaiknya segera memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan. 
Untuk informasi atau laporan mengenai kasus Covid-19, bisa melihat di website resmi www.covid19.go.id atau menghubungi hotline Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) khusus COVID-19 di nomor 119 ext. 9. 
Pencegahan dan penanganan awal akan membantu mengurangi risiko bahaya atau komplikasi yang lebih parah.

Sekilas Mengenai Covid-19

Covid-19 atau penyakit yang disebabkan oleh virus Corona telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Virus tersebut dapat menyebabkan gangguan pernapasan dengan gejala demam, batuk, bersin, sakit kepalasesak nafas, nyeri dada, hingga menyebabkan pingsan. 

Penularan virus bisa terjadi melalui batuk atau bersin, bersentuhan dengan penderita, serta menyentuh benda yang telah terkontaminasi karena virus dapat bertahan hingga 24 jam di permukaan benda. Untuk mencegah penyebaran virus Corona, sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kebersihan diri.

Baca selengkapnya: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Coronavirus

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Line Today. Hindari Kunjungan ke Dokter saat Pandemi Corona, Cek Daftar Poliklinik-nya! (https://today.line.me/id/pc/article/Hindari+Kunjungan+ke+Dokter+saat+Pandemi+Corona+Cek+Daftar+Poliklinik+nya-oj5pOp). 22 Maret 2020
Cleveland Clinic. Up-to-date testing, treatment, visiting hours + service changes. (https://my.clevelandclinic.org/landing/preparing-for-coronavirus)
ADA. ADA recommending dentists postpone elective procedures. (https://www.ada.org/en/publications/ada-news/2020-archive/march/ada-recommending-dentists-postpone-elective-procedures). 16 Maret 2020

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app