Anemia Defisiensi Vitamin B12 dan Folat Dapat Menyebabkan Komplikasi Berikut

Untuk anemia defisiensi B12 dan folat sendiri, selain beresiko terjadinya komplikasi penyakit jantung dan paru-paru, penyakit ini menimbulkan komplikasi sebagai berikut:
Dipublish tanggal: Agu 18, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit

Kondisi anemia defisiensi vitamin B12 dan folat atau vitamin B9 adalah kondisi yang bisa dilihat dan berkembang dalam jangka panjang. Penyebab dari anemia ini adalah kekurangan vitamin B12 atau folat. 

Ketika tubuh kekurangan vitamin B12 dan folat, maka produksi sel darah merah akan terhambat sehingga tubuh mengalami anemia.

Komplikasi anemia defisiensi vitamin B12 dan folat

Jika tidak segera diobati dengan penanganan yang tepat, maka semua jenis anemia termasuk anemia defisiensi besi, anemia defisiensi vitamin B12 dan anemia defisiensi folat atau vitamin B9 dapat memicu komplikasi gangguan jantung dan paru-paru. 

Golongan yang terserang komplikasi ini umumnya terjadi pada penderita yang sudah berusia dewasa dan bukan pada anak-anak. 

Untuk anemia defisiensi B12 dan folat sendiri, selain beresiko terjadinya komplikasi penyakit jantung dan paru-paru, penyakit ini menimbulkan komplikasi sebagai berikut:

1. Gagal jantung, yaitu kondisi dimana jantung gagal memompa darah ke seluruh tubuh dan mengakibatkan kematian pada penderitanya

2. Gangguan sistem saraf atau neurologis yang meliputi:

  • Terjadinya masalah pada pengelihatan
  • Daya ingat menurun
  • Kesemutan terjadi terlalu sering
  • Kerusakan pada sistem saraf di bagian kaki
  • Ataksia atau gangguan saraf motorik dimana kondisi ini membuat penderita tidak bisa mengendalikan saraf motoriknya atau pergerakannya sendiri. Gangguan ini menyerang sistem saraf motorik yang menggerakkan semua organ dan otot tubuh. Pada penderita ataksia, hilangnya kontrol saraf motorik ini akan berujung pada ketidak mampuan dalam berbicara, kesulitan bernafas, kesulitan berjalan hingga pada tingkat yang paling parah, saraf motorik pada sistem pernafasan dan organ jantung akan terhenti sehingga berakibat pada kematian.
  • Intfertilitas atau kemandulan dapat terjadi akibat kekurangan vitamin B12 dan folat dimana dua unsur ini sangat mempengaruhi kesuburan anda. Jika tubuh kekurangan vitamin B12 dan folat terlalu banyak, maka bisa mengonsumsi suplemen folat untuk menghindari kemandulan.
  • Gangguan pada janin, yaitu bayi terlahir prematur dan bayi yang lahir dengan berat badan kurang atau terlalu rendah. Kurangnya asam folat saat masa kehamilan adalah hal yang sangat beresiko, karena dalam perkembangannya, janin sangat membutuhkan folat. Jika hal ini terjadi, resiko untuk bayi lahir prematur sebelum 37 minggu masa kehamilan dan lahir dengan berat badan sangat rendah sangatlah besar.
  • Terjadinya penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung, kelainan atau kerusakan pembuluh darah dan penyakit jantung koroner
  • Meningkatkan resiko bayi lahir cacat karena vitamin B12 dan folat berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi dalam rahim atau uterus. Jika ibu hamil kekurangan vitamin B12 dan folat atau vitamin B9 dalam tubuh, kemungkinan bayi untuk lahir cacat menjadi besar resikonya.

Untuk menghindari terjadinya penyakit-penyakit komplikasi berbahaya seperti daftar di atas. 

Maka, perlu bagi anda untuk memperhatikan kesehatan dengan cara mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin B12 dan folat (vitamin B9) untuk menghindari terjadinya anemia defisiensi vitamin B12 dan folat. 

Jika masih kurang dan konsumsi makanan-makanan tersebut tidak meningkatkan kadar vitamin B12 dan folat dalam tubuh, maka anda bisa berkonsultasi pada dokter untuk kemudian dilakukan tindakan oleh dokter dengan memberikan suplemen vitamin B12 dan folat.

Perlu diingat bahwa konsumsi suplemen vitamin B12 dan folat harus berdasarkan resep dan konsultasi pada dokter. 

Jika anda mengonsumsi suplemen kedua vitamin tersebut tanpa resep dokter, maka dikhawatirkan anda akan mengalami komplikasi yang disebabkan oleh konsumsi suplemen vitamin B12 dan folat yang tidak sesuai dosis.


19 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Ferri FF. Vitamin deficiency (hypovitaminosis). In: Ferri's Clinical Advisor 2020. Elsevier; 2020. https://www.clinicalkey.com.
Rethinking drinking: Alcohol and your health. National Institute on Alcohol Abuse and Alcoholism. http://pubs.niaaa.nih.gov/publications/RethinkingDrinking/Rethinking_Drinking.pdf.
Folate: Fact sheet for health professionals. National Institutes of Health Office of Dietary Supplements. https://ods.od.nih.gov/factsheets/Folate-HealthProfessional/.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app