Aneka Layanan Terapi Okupasi dan Siapa yang Membutuhkannya

Dipublish tanggal: Sep 15, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit

Sesorang yang mempunyai gangguan kesehatan yang berakibat pada ketidakmampuan kegiatan sehari-hari bisa mencoba mempertimbangkan untuk menjalani terapi okupasi sebagai pilihan penanganan pengobatan. Dengan penanganan terapi, orang tersebut akan dilatih supaya lebih mandiri. 

Sebelum memutuskan mendapatkan penanganan terapi ini, seorang dokter akan memeriksa lebih dulu seberapa parah kondisi pasien ketika melakukan aktivitas sehari-hari dan memutuskan diagnosis suatu penyakit yang membuatkan pasien terhambat secara fisik, mental, dan sosial. 

Jika pasien mengalami kesulitan dalam melakukan kegiatan ringan, seperti berpakaian atau makan, dan harus memerlukan bantuan orang lain dalam melakukannya, maka tindakan terapi okupasi dapat sebagai jalan keluarnya. 

Seseorang yang mempunyai keterbatasan fisik, mental, dan degradasi tingkat kemampuan kognitif karena sebab umur atau karena penyakit yang bersifat istimewa juga direkomendasikan untuk mendapatkan terapi okupasi ini.

Seperti Apa Layanan Terapi Okupasi?

Tipe pemberian tindakan terapi ini juga akan disesuaikan dengan umur, jenis pekerjaan atau kegiatan sehari-hari, dan kebutuhan si pasien. Pemberian tindakan terapi okupasi umumnya akan memenuhi kriteria berikut:

Evaluasi yang bersifat individual

Pada evaluasi individual, seorang pasien, keluarga dari pasien, dan dokter yang menangani penyakit pasien tersebut akan berembug dan menentukan tujuan yang aan diraih dengan pemberian terapi ini. Seorang dokter juga akan memutuskan diagnosis penyakit yang membuat pasien memerlukan tindakan terapi. 

Perencanaan intervensi

Lalu, dokter memutuskan tipe terapi dan penangan lanjutan yang disesuaikan dengan kebutuhan seorang pasien. Fokus dari tindakan terapi ini adalah membuat pasien mampu untuk berkegiatan sehari-hari secara mandiri, seperti mencuci, berpakaian, dan memasak tanpa adanya bantuan dari orang lain. 

Evaluasi hasil

Proses evaluasi diperlukan guna menilai apakah terapi yang dijalani pasien sesuai dengan kebutuhannya dan tujuan yang sudah disepakati sejak awal. Evaluasi ini juga diperlukan untuk merencanakan tindakan penanganan lain apabila dibutuhkan. Hal ini bertujuan agar tujuan terapi tercapai dan hasil yang didapatkan lebih baik lagi.

Terapi okupasi dijalani sepengetahuan dan persetujuan dokter spesialis rehabilitasi medis. Dokter yang bertugas ini akan melakukan pendampingan pasien selama proses terapi dijalani, membuat rujukan alat bantu yang disesuaikan dengan kebutuhan seorang apsien, dan memberikan penjelasan dan praktek cara penggunaannya. Dokter tersebut juga akan memandu keluarga dari pasien tersebut untuk melakukan pendampingan selama menjalani rawat jalan. 

Siapa yang Membutuhkan Terapi Okupasi

Sasaran pokok pemberian terapi ini adalah meningkatkan kualitas hidup dari pasien tersebut. Yang membutuhkan penanganan terapi tersebut adalah:

  • Pasien yang berada dalam tahap pemulihan dan kemudian bekerja sesudah mengalami kecelakaan kerja. 
  • Orang yang menderita gangguan fisik dan mental sejak lahir.
  • Pasien yang mengalami perubahan kondisi serius, seperti stroke, serangan jantung, cedera otak, atau amputasi
  • Pasien yang mempunyai penyakit kronis, contohnya peradangan sendi, atau penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). 
  • Pasien yang mengalami gangguan mental atau masalah perilaku, misalnya penderita alzheimer, autisme atau ADHD, mempunyai gangguan stres karena trauma, penyalahgunaan narkoba, atau gangguan pada pola makan. 

Anak-anak yang mengalami kondisi khusus juga memerlukan penganganan terapi okupasi. Kondisi khusus tersebut misalnya:

Sindrom Down

Anak yang mengalami Down syndrom dapat diberi penanganan terapi ini. Sindrom ini terjadi karena terdapat kelainan genetik sehingga mengakibatkan adanya gangguan fisik dan mental anak tersebut.

Cerebral palsy

Orang yang menderita celebral palsy juga dapat mendapatkan terapi okupasi. Penyakit ini disebabkan oleh kelainan syaraf, sehingga membuat anak kesulitan dalam bergerak dan mengkoordinasikan tubuhnya.

Dispraksia

Anak yang menderita dispraksia juga bisa mendapatkan terpai okupasi. Penyakit ini mengakibatkan adanya keterbatasan dalam koordinasi tubuh dan gerakan.

Ketidakmampuan belajar

Kasus kesulitan belajar karena masalah tumbuh kembang bisa ditangani dengan terapi okupasi.

Anak-anak yang berkebutuhan khusus ini akan dipandu oleh dokter, psikolog, terapis, dan guru di sekolah. Mereka akan diberi pendampingan ketika melakukan kegiatan sehari-hari. Tujuan pemberian terapi okupasi ini adalah agar mereka bisa hidup secara mandiri kelak. 

Jika anda mempunyai anggota keluarga dengan kondisi seperti di atas, jangan ragu untuk meminta penanganan lebih lanjut. Untuk mendapatkan terapi okupasi, ada baiknya anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.


21 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Occupational Therapy & Therapists Explained. WebMD. (https://www.webmd.com/pain-management/occupational-rehab#1)
Where do you get occupational therapy (OT)?. WebMD. (https://www.webmd.com/pain-management/qa/where-do-you-get-occupational-therapy-ot)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app