7 Dampak Negatif Rokok terhadap Sistem Pencernaan

Merokok menyebabkan banyak dampak buruk untuk tubuh, salah satunya adalah sistem pencernaan. Apa saja efeknya?
Dipublish tanggal: Jun 14, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
7 Dampak Negatif Rokok terhadap Sistem Pencernaan

Kebiasaan merokok sudah mengakibatkan sekitar 6 juta penduduk dunia meninggal setiap tahun. Sebanyak lebih dari 5 juta jiwa meninggal akibat efek langsung dari kebiasaan merokok, sementara sisanya meninggal dikarenakan asap rokok atau jadi perokok pasif. 

Merokok menyebabkan banyak dampak buruk untuk tubuh, salah satunya adalah sistem pencernaan. Apa saja efeknya?

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

1. Sering mengalami gangguan asam lambung

Gangguan asam lambung adalah kondisi yang sangat serius. Pernahkah Anda mengalami gangguan asam lambung yang parah? Heartburn yang berupa sensasi perih serta panas di dada adalah salah satu gejalanya. Kondisi ini disebabkan naiknya asam lambung ke esofagus.

Antara esofagus dengan lambung memang terdapat katup yang fungsinya mencegah naik kembalinya asam lambung serta makanan yang sudah masuk ke lambung. Akan tetapi, otot yang merupakan katup tersebut cenderung lemah pada perokok. Akibatnya, asam lambung sering naik kembali. 

Kondisi ini sangat mengganggu kelancaran pencernaan.

2. Menyebabkan luka pada lambung

Luka pada labung bisa disebabkan oleh kebiasaan merokok. Luka ini ditandai dengan rasa nyeri yang parah. Kondisi seperti ini bisa berkurang hingga menghilang jika berhenti merokok. 

Kebiasaan merokok justru menyebabkan aliran darah ke dinding lambung dan usus menurun. Akibatnya, timbullah peradangan sampai mengalami luka.

Para ahli juga menyebutkan bahwa kebiasaan merokok dapat meningkatkan jumlah bakteri H. pylori atau Helicobacter pylori. Bakteri tersebut menyebabkan infeksi dan peradangan di usus kecil serta lambung.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Lambung & Saluran Pencernaan via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 4

3. Gangguan pada hati

Hati merupakan organ vital dalam tubuh yang berperan dalam detoksifikasi racun di dalam tubuh. Akan tetapi, aktivitas merokok menurunkan kemampuan hati dalam menyaring racun dari darah. 

Mengapa demikian? Pasalnya, racun dalam rokok sangat banyak dan menumpuk menjadi semakin banyak. tentu saja kerja hati akan semakin berat untuk menyaring racun tersebut.

Jika kebiasaan tersebut ditambah dengan mengonsumsi alkohol, maka masalah pada hati akan bertambah dan semakin memburuk. Gangguan pada hati yang disebabkan kebiasaan merokok disebut juga sirosis dan kanker hati.

4. Meningkatkan risiko penyakit crohn

Sudah tahukah Anda mengenai penyakit Crohn? Peradangan kronis pada usus ini diakibatkan gangguan di sistem imun tubuh. Menurut beberapa penelitian, dinyatakan bahwa kebiasaan merokok adalah salah satu faktor penyebab penyakit Crohn. 

Jadi, jika Anda sudah terbiasa merokok, maka sangat berpeluang mengalami penyakit serius ini.

Aliran darah ke usus juga menurun dengan sistem pertahanan usus terganggu akibat kebiasaan merokok. Sistem imun juga mengalami gangguan secara menyeluruh, sehingga penyakit Crohn dapat dialami oleh perokok.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Lambung & Saluran Pencernaan via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 4

5. Terbentuknya batu empedu

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa batu empedu merupakan risiko dari kebiasaan merokok. Batu empedu ini terbentuk dari cairan empedu yang sudah mengeras membentuk batu. Ukuran batu empedu ini berbeda-beda dari setiap individu. 

Kondisi ini sangatlah serius dan harus menjadi perhatian bagi Anda yang terbiasa merokok. Upayakan untuk bisa berhenti merokok.

6. Memperbesar peluang mengalami radang pankreas

Pankreas merupakan organ yang terletak di belakang perut dan dekat usus dua belas jari. Organ ini berfungsi mengatur kadar gula dalam darah serta metabolisme berbagai zat gizi. Kebiasaan merokok justru sangat mengganggu kesehatan pankreas. 

Pankreas dapat mengalami peradangan yang disebut dengan penyakit pankreatitis. Kondisi ini bisa terjadi jika terus menerus merokok.

7. Kanker pada berbagai organ sistem pencernaan

Sel kanker bisa tumbuh dan berkembang di mana pun akibat kebiasaan merokok. Pasalnya, risiko penyakit kanker juga semakin besar pada perokok.

Dalam sistem pencernaan, kebiasaan merokok bisa menyebabkan kanker mulut, pita suara rusak, dan gangguan lain yang menyerang esofagus, hati, lambung, pankreas, usus, hingga rektum.

Itulah berbagai penyakit sebagai efek buruk dari aktivitas merokok yang sudah menjadi kebiasaan. Alangkah baiknya, kebiasaan merokok tersebut dihentikan mengingat banyaknya penyakit serius yang mengintai. 

Anda harus mengutamakan kesehatan dibandingkan dengan keinginan dan kepuasan semata. Alihkan kebiasaan merokok dengan hal lain yang positif demi kesehatan Anda.

15 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Sloots CEJ, et al. (2005). Stimulation of defecation: Effects of coffee use and nicotine on rectal tone and visceral sensitivity. (https://doi.org/10.1080/00365520510015872)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app