6 Fakta Tahi Lalat yang berhubungan dengan Kesehatan

Misalnya, letak tahi lalat di atas alis menunjukkan bahwa Anda mempunyai kematangan finansial yang baik dan lainnya. Lalu bagaimana pandangan kesehatan tentang tahi lalat? Simak uraian di bawah ini.
Dipublish tanggal: Jul 25, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
6 Fakta Tahi Lalat yang berhubungan dengan Kesehatan

Apakah Anda pernah memperhatikan tahi lalat di tubuh Anda? Umumnya seseorang hanya akan memiliki satu sampai dua tahi lalat di bagian tubuh tertentu. 

Tahi lalat merupakan bintik kecil berwarna coklat kehitaman yang terbentuk dari pengelompokan melanosit (sel-sel penghasil zat warna kulit). 

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Ukuran tahi lalat juga bermacam-macam, ada yang kecil dan datar, ada juga yang besar dan timbul.

Tapi tahukah Anda bahwa letak tahi lalat dapat memberikan informasi mengenai kepribadian, masa depan, kondisi mental, dan kesehatan Anda. 

Menurut astrologi Cina, informasi tersebut dapat digunakan untuk meraih kesuksesan dalam hidup dan mencegah kesialan. Misalnya, letak tahi lalat di atas alis menunjukkan bahwa Anda mempunyai kematangan finansial yang baik dan lainnya. 

Lalu bagaimana pandangan kesehatan tentang tahi lalat? Simak uraian di bawah ini.

Fakta tahi lalat yang berhubungan dengan kesehatan

1. Tahi lalat mempunyai jenis dan bentuk yang bervariasi

Tahi lalat atau nevus melanositik biasanya mempunyai bentuk dan warna yang bervariasi. Warna tahi lalat seperti kecoklatan, hitam, merah, atau hampir sama dengan kulit. 

Bentuk tahi lalat pun dapat datar, agak menonjol, berambut, memiliki tekstur halus atau kasar. Sedangkan ukuran tahi lalat umumnya tidak lebih besar dari 1,25 cm. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Mayoritas orang mempunyai sekitar 10-40 tahi lalat pada tubuhnya dan jumlah pastinya dapat berubah sepanjang hidupnya.

2. Tahi lalat merupakan bentuk tumor jinak kulit

Tahi lalat merupakan jenis pertumbuhan kulit yang abnormal dan termasuk tumor jinak. Misalnya, keratosis seboroik, tahi lalat, lentigo, skin tag, dan freckles

Pertumbuhan tahi lalat terjadi ketika melanosit (sel penghasil pigmen kulit) mengelompok pada satu area tertentu. Biasanya tahi lalat muncul saat masa pubertas atau pertengahan usia dan mulai menghilang setelah usia 40-50 tahun.

3. Jumlah tahi lalat dapat dipengaruhi oleh faktor genetik

Tahukah Anda bahwa tahi lalat dapat tumbuh semenjak seseorang berada dalam rahim? Tahi lalat yang sudah terbentuk semenjak janin disebut tahi lalat kongenital. 

Gen yang diwariskan oleh orang tua dapat mempengaruhi jumlah tahi lalat yang Anda miliki.

Selain itu, paparan sinar matahari juga dapat menyebabkan Anda memiliki lebih banyak tahi lalat. Tetapi tahi lalat juga dapat tumbuh pada area tertutup seperti telapak kaki, telapak tangan, atau perut.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

4. Tahi lalat sebagai penanda perubahan hormon

Jika seseorang mengalami perubahan hormon, tahi lalat akan menggelap atau mengalami perubahan warna, serta bisa saja tahi lalat bertambah banyak. Biasanya hal ini terjadi saat masa pubertas ataupun saat hamil.

5. Tahi lalat bisa jadi penanda kanker kulit

Pada beberapa kasus tahi lalat dapat menjadi tunas kanker yang dapat membahayakan tubuh. Namun ada juga penelitian yang menyatakan bahwa jumlah atau warna tahi lalat tidak berhubungan risiko kanker.

6. Terdapat rambut halus pada tahi lalat

Jika Anda ingin mencabut rambut halus tersebut, Anda bisa menggunakan perawatan penghilang rambut pada tahi lalat atau berkonsultasi dengan dokter.

Ciri-ciri tahi lalat yang berbahaya

Tahi lalat yang berpotensi kanker juga dikenal dengan nama tahi lalat atipikal. 

Tahi lalat atipikal memiliki bentuk yang asimetris dengan tepi yang tidak beraturan, biasanya memiliki ukuran lebih dari 1,25 cm, datar atau sedikit menonjol, dan memiliki beberapa warna. 

Tahi lalat atipikal merupakan pemicu melanoma, terutama pada orang-orang yang mempunyai kulit pucat dan terang. 

Berikut ini ciri-ciri tahi lalat yang perlu Anda waspadai:

  • Ukuran tahi lalat yang lebih besar dari biasanya. Jika Anda mempunyai tahi lalat dengan ukuran lebih besar daripada biasanya, Anda patut curiga dan segera berkonsultasi dengan dokter. Ukuran tahi lalat yang besar dapat meningkatkan risiko terkena kanker kulit atau melanoma.
  • Mempunyai jumlah tahi lalat yang banyak. Cobalah untuk memperhatikan jumlah tahi lalat yang ada pada tubuh Anda. Jika terdapat lebih dari 20-25 buah tahi lalat dengan ukuran yang lebih besar, Anda mempunyai risiko terkena melanoma lebih tinggi.
  • Tahi lalat mengalami pembesaran, terjadi perubahan karakteristik, tahi lalat memerah atau berubah warna dan timbul pendarahan.

Mungkin Anda akan kesulitan memeriksa ukuran, bentuk, dan warna jika letak tahi lalat berada di punggung atau area yang susah dijangkau. 

Meskipun begitu, tidak semua melanoma berkembang dari tahi lalat yang sudah ada dan tahi lalat atipikal jarang berubah menjadi kanker atau melanoma. 

26 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
How can I tell if I have skin cancer? SkinCancerNet. http://www.skincarephysicians.com/skincancernet/skin_examinations.html.
Habif TP. Nevi and malignant melanoma. In: Clinical Dermatology: A Color Guide to Diagnosis and Therapy. 6th ed. St. Louis, Mo.: Saunders Elsevier; 2016. https://www.clinicalkey.com.
Niederhuber JE, et al., eds. Melanoma. In: Abeloff's Clinical Oncology. 5th ed. Philadelphia, Pa.: Churchill Livingstone Elsevier; 2014. http://www.clinicalkey.com.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app