5 Risiko Kesehatan Mengintai Perokok Pasif

Dipublish tanggal: Jun 20, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
5 Risiko Kesehatan Mengintai Perokok Pasif

Perokok pasif merupakan sebutan yang disematkan untuk seseorang yang tidak merokok namun secara rutin menerima paparan asap rokok dari perokok aktif di sekitarnya. Meski hanya terpapar “sisa” dari asap rokok perokok aktif, namun siapa sangka bahwa ternyata perokok pasif pun mendapatkan risiko berbagai penyakit yang sama dengan perokok aktif. Ini dikarenakan dalam asap rokok terkandung berbagai macam zat berbahaya yang seharusnya tidak terhirup ke dalam saluran pernapasan. Kandungan zat inilah yang menyebabkan seorang perokok pasif mendapatkan masalah kesehatan.

Benarkah Perokok Pasif Lebih Berisiko Terhadap Kematian?

Menurut penelitian di Cina mengungkapkan bahwa seseorang perokok pasif memiliki risiko lebih besar terhadap kematian. Hal ini didasarkan pada penelitian jangka panjang yang melibatkan 910 orang dewasa selama kurang lebih dua dasawarsa. Dari 910 orang ini, hampir semuanya merupakan perokok pasif. 53% mengaku mendapatkan paparan asap rokok dari tempat bekerja. Sementara 44% mendapatkan paparan asap rokok dari perokok yang tinggal bersama di rumah.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Berdasarkan penelitian ini menemukan bahwa seorang perokok pasif lebih berisiko mati karena kanker paru-paru maupun penyakit jantung setelah rutin terpapar asap rokok selama kurang lebih 17 tahun. Risiko yang dihadapi perokok pasif karena kematian akibat stroke maupun penyakit paru-paru yang lain juga lebih tinggi dibandingkan orang yang hidup di lingkungan bebas asap rokok. Namun, penelitian ini dianggap belum dapat secara pasti membuktikan bahwa faktor satu-satunya penimbul penyakit mematikan tersebut dari asap rokok. Karena hal ini mesti melihat dari faktor gaya hidup, pekerjaan, usia, tingkat kolesterol dan sebagainya.

Penelitian ini ditanggapi oleh direktur Institute for Global Tobacco Control, Joanna Cohen dari John Hopkins Bloomberg School of Public Health Baltimore sebagai sebuah penemuan besar apalagi penelitian dilakukan di negara yang memiliki jumlah besar perokok di masyarakatnya. Meski begitu, ia menganggap bahwa perlu dilakukan serangkaian penelitian lagi untuk menguatkan penemuan dari penelitian ini.

Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa dari 910 relawan tersebut, 249 meninggal karena penyakit kanker paru-paru, penyakit jantung dan stroke. Dimana jumlah ini 2 sampai 3 kali lebih besar dibanding dari relawan yang tinggal di wilayah bebas asap rokok.

5 Risiko Penyakit yang Mengintai Perokok Pasif

Kanker paru-paru
Ini merupakan jenis penyakit yang tidak dapat dipungkiri lagi mengintai para perokok aktif bahkan juga pasif. Kandungan zat kimia berbahaya yang terdapat dalam asap rokok secara rutin akan menumpuk dan menyebabkan masalah seperti kanker paru-paru. Risiko ini akan dihadapi oleh perokok pasif terutama yang setiap hari menghirup asap rokok baik dikarenakan tinggal serumah dengan perokok maupun dari lingkungan kerja.

Penyakit jantung
Penyakit jantung juga merupakan penyakit yang tidak asing lagi mengintai para perokok, baik aktif dan pasif. Zat berbahaya dalam asap rokok seperti nikotin, tar, karbon monoksida dan banyak lagi memiliki risiko menyumbat aliran pembuluh darah. Aliran pembuluh darah yang terganggu dapat menyebabkan gagal jantung dan stroke.

Gangguan pernapasan
Perokok pasif juga berisiko mengalami gangguan pernapasan ketika secara rutin menghirup udara yang bercampur asap rokok. Gangguan pernapasan yang dialami seperti sulit bernapas, alergi, batuk berkepanjangan, dan memperburuk asma.

Kematian dini
Seperti penjelasan sebelumnya, perokok pasif memiliki peluang untuk meninggal di usia muda karena risiko berbagai penyakit mematikan yang mengintainya.

Kematian bayi mendadak
Bayi atau anak kecil yang terpapar asap rokok dapat mengalami Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) atau disebut juga bayi mati mendadak.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
The American Cancer Society medical and editorial content team. (2015). Health risks of secondhand smoke. (https://www.cancer.org/cancer/cancer-causes/tobacco-and-cancer/secondhand-smoke.html)
Passive smoking: protect your family and friends. NHS (National Health Service). (https://www.nhs.uk/live-well/quit-smoking/passive-smoking-protect-your-family-and-friends/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app