​Glicab: Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Update terakhir: Mar 1, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 509.536 orang

Obat glicab merupakan salah satu obat yang digunakan untuk mengontrol gula darah pada penyakit diabetes melitus tipe 2. Obat ini juga dapat mencegah resiko penyakit jantung, stroke, hingga penyakit ginjal terkait dengan diabetes melitus. Obat ini sudah dikenal sejak tahun 1972 dan sudah banyak digunakan di beberapa negara.

Farmakologi obat Glicab

Obat glicab merupakan obat antidiabetik golongan sulfonylurea generasi kedua. Obat ini memiliki potensi tertinggi dan paruh waktu yang sangat pendek sehingga dengan cepat dapat menurunkan kadar gula darah. 

Glicab bekerja menstimulasi sel beta di pankreas untuk mengeluarkan insulin. Obat ini meningkatkan sekresi basal insulin serta pengeluaran insulin. Obat ini juga menurunkan glukoneogenesis hepar dan dapat meningktakan angka dan sensitivitas reseptor insulin.

Obat glicab dapat memicu hipoglikemia dan dapat meningkatkan berat badan. Kombinasi diet makanan dengan obat glicab dapat memperbaiki stabilitas gula darah. Obat ini dapat menurunkan plasma glukosa puasa dan level Hba1c.

Manfaat dari obat Glicab

Obat glicab merupakan golongan sulfonylurea yang dapat meningkatkan sentivitas insulin dan menurunkan kadar gula darah pada penyakit diabetes melitus tipe 2.

Diabetes Melitus Tipe 2

Penyakit diabetes melitus menjadi salah satu penyakit tidak menular yang membahayakan. Kebiasaan hidup yang buruk menjadi penyebab utama yang dapat muncul mulai anak-anak dan orang dewasa. 

Penyebab terjadinya diabetes melitus tipe 2 adalah akibat makanan manis, kurangnya berolahraga, memiliki riwayat genetik terkait penyakit diabetes, obesitas, serta usia 40 tahun keatas.

Gejala yang ditimbulkan pada diabetes muncul dengan lambat. Banyak orang tidak merasakan bahwa adanya peringatan pada peningkatan gula darah di dalam tubuhnya. Beberapa gejala yang dikeluhkan yang menjadi tanda awal diabetes melitus antara lain:

  • Sering haus
  • Sering lapar
  • Badan cepat lemas
  • Penglihatan kabur
  • Sering sakit kepala
  • Bibir kering
  • Berat badan menurun perlahan meskipun makan banyak
  • Sering kencing (terlebih pada malam hari)

Penyebab diabetes melitus tipe 2 antara lain:

  • Pola makan yang buruk seperti makanan manis yang tidak terkontrol
  • Kurang berolahraga
  • Adanya riwayat keluarga yang mengidap diabetes melitus tipe 2
  • Usia muda hingga tua
  • Obesitas
  • Riwayat hipertensi

Efek samping obat Glicab

Obat glicab memiliki efek samping utama yaitu hipoglikemia atau penurunan kada gula di dalam darah dan peningkatan berat badan. Kondisi hipoglikemia dapat dibantu dengan pemerian nutrisi yang mengandung gula seperti permen, gula pasir, dan madu untuk mempecepat kadar gula darah.

Efek samping lainnya yang memicu hipoglikemia antara lain:

  • Badan gemetar
  • Mual
  • Keringat dingin
  • Kesemutan
  • Pandangan kabur mendadak
  • Rasa ingin pingsan

Efek samping lainnya terkait pengobatan dengan glicab antara lain:

  • Nyeri perut
  • Mual muntah
  • Diare
  • Konstipasi

Interaksi obat Glicab

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi apabila diberikan bersamaan seperti:

  • Obat sulfonamide
  • Obat antibiotik clarithromycin
  • Obat glukortikois
  • Obat asma salbutamol
  • Obat golongan NSAID
  • Obat antihipertensi golongan ACEI
  • Obat antikoagulan
  • Obat terbutaline
  • Obat golongan antijamur mikonazol

Perhatian khusus terkait pengobatan dengan obat Glicab

Informasi penting yang perlu diketahui sebelum mengonsumsi obat glicab yaitu:

  • Obat glicab tidak boleh diberikan pada penderita diabetes melitus tipe 1
  • Obat ini tidak boleh diberikan pada penderita gangguan fungsi organ ginjal dan hati
  • Obat ini tidak boleh diberikan pada peyakit porphyria
  • Obat ini tidak boleh diberikan pada penderita diabetik ketoasidosis
  • Obat ini tidak boleh diebrikan pada gangguan defisiensi G6PD

Dosis dan cara pemberian obat Glicab

Obat glicab tersedia dalam bentuk tablet dengan sediaan 80 mg. Obat ini dikonsumsi sebelum makan pagi sebagai dosis pertama. Maksimal pemberian yaitu 160 mg perhari. Dosis pemberian untuk terapi awal yaitu ½ tablet atau 40 mg. 

Dosis dilanjutkan ½ tablet kedua dan gula darah dikontrol untuk menilai kadar gula darah yang diharapkan. Pemberian terapi kombinasi dapat diberikan sesuai resep dokter.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit