10 Cara Mengatasi Kebas dan Kesemutan Pada Tangan dan Kaki

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 3 menit
10 Cara Mengatasi Kebas dan Kesemutan Pada Tangan dan Kaki

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Beda dengan kebas (mati rasa), sensasi kesemutan lebih mirip seperti ditusuk-tusuk jarum atau digerayangi segerombolan semut.
  • Kesemutan bisa terjadi akibat salah posisi duduk (kelamaan bersila), kerusakan saraf, infeksi bakteri, paparan toksin, hingga diabetes.
  • Cobalah aktif bergerak agar sirkulasi darah tetap lancar. Memperbaiki postur tubuh saat duduk juga bisa membantu.
  • Namun, jangan juga terus-terusan beraktivitas tanpa istirahat. Istirahatkan tubuh sejenak agar kaki dan lengan lebih rileks dan nyaman.
  • Memenuhi kebutuhan vitamin B kompleks dan magnesium juga bisa membantu mengatasi kesemutan pada tangan dan kaki.
  • Dokter kami telah menjawab pertanyaan seputar cara mengatasi kesemutan pada kolom Tanya Dokter di Honestdocs. Klik untuk info lebih lanjut.

Setiap orang pasti pernah mengalami kebas dan kesemutan pada tangan ataupun kakinya. Beda dengan kebas (mati rasa), sensasi kesemutan lebih mirip seperti ditusuk-tusuk jarum atau digerayangi segerombolan semut. Rasanya sudah pasti tidak nyaman. Lantas, adakah cara mengatasi kesemutan pada tangan dan kaki? Simak ulasannya berikut ini.

Apa penyebab kesemutan?

Biasanya, kesemutan datang setelah tubuh berada dalam posisi tertentu yang terlalu lama. Misalnya duduk bersila, sambil melipat kaki, atau lainnya.

Maka tak heran kalau banyak yang berpendapat bahwa kesemutan terjadi akibat kurang lancarnya sirkulasi darah. Namun, masih ada alasan lain mengapa seseorang bisa sampai atau malah sering kesemutan, di antaranya:

Baca juga: Telusuri Penyebab Jari Tangan Kesemutan yang Anda Alami

Sementara itu, kebas merupakan berkurang atau hilangnya sensasi rasa (mati rasa). Hal ini terjadi ketika saraf tertekan, tidak aktif, atau rusak. Kadangkala beberapa kondisi seperti kurang lancarnya aliran darah, nyeri otot, serta sindrom terowongan karpal (CTS, Carpal Tunnel Syndrome) juga dapat menyebabkan jari-jari kebas.

Cara alami mengatasi kebas dan kesemutan pada tangan dan kaki

Ada beberapa langkah mudah untuk mengatasi kebas dan kesemutan pada tangan dan kaki:

1. Aktif bergerak

Seperti disebutkan tadi, kebas dan kesemutan seringkali timbul setelah tubuh ‘mematung’ lama dalam posisi tertentu. Oleh karenanya, cara mencegah dan mengatasi kebas serta kesemutan yang paling penting dalah dengan aktif bergerak.

Ketika duduk, berdiri, atau berbaring, usahakan untuk sering mengganti posisi agar sirkulasi darah tetap lancar. Dengan begitu, Anda akan terhindar dari masalah kesemutan, baik pada tangan maupun kaki.

2. Perbaiki postur tubuh

Postur keliru tak hanya dapat menghambat peredaran darah, namun juga memicu sakit punggung dan sensasi kesemutan di kandung kemih maupun perut. Jadi, perbaiki posisi tubuh Anda agar tetap tegak, baik saat duduk menghadap komputer atau saat menonton TV.

3. Istirahat

Terus-menerus beraktivitas tanpa henti dapat membuat kaki dan lengan mudah kesemutan. Jadi, cara terbaik untuk meredakannya adalah dengan berbaring dan beristirahat sejenak.

4. Yoga atau fisioterapi

Rutin berlatih yoga juga bisa membantu mencegah sekaligus mengatasi kebas dan kesemutan pada tangan dan kaki. Yoga tak hanya menenangkan tubuh maupun pikiran, namun juga memperlancar sirkulasi darah.

5. Minum vitamin B kompleks

Bagi Anda yang sering sekali mengalami kesemutan atau kebas, rutin minum vitamin B kompleks bisa jadi salah satu solusinya. Kurang vitamin B12 memang seringkali menyebabkan kesemutan serta mati rasa. Namun sebelum mengonsumsinya, konsultasikan lebih dulu dengan dokter.

6. Hindari kafein

Kafein membuat tubuh dehidrasi dan menghambat sirkulasi darah. Oleh sebab itu, sebaiknya batasi asupan kafein untuk mengatasi kesemutan pada tangan dan kaki. 

7. Perbanyak asupan magnesium

Magnesium merupakan mineral penting yang tak hanya bisa mengatasi insomnia, namun juga gangguan saraf maupun sistem kardiovaskular. Selain melalui suplemen, Anda juga bisa meningkatkan asupan magnesium lewat makanan seperti kacang-kacangan, biji-bijian, gandum utuh, serta sayuran berdaun hijau.

8. Minum obat AINS (Antiinflamasi Nonsteroid)

Karena sindrom terowongan karpal (tunnel carpal syndrome) dapat menyebabkan kesemutan dan kebas pada tangan. Untuk mengatasinya, cobalah mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (AINS) atau pereda nyeri seperti ibuprofen.

Di samping itu, dokter juga akan menganjurkan perubahan kebiasaan yang buruk, seperti posisi tangan saat mengetik atau kegiatan lainnya.

9. Jaga gula darah tetap rendah

Hati-hati, diabetes juga bisa menjadi salah satu penyebab kebas dan kesemutan pada anggota gerak. Kondisi ini disebut dengan neuropati diabetik yang membuat jari-jari (baik tangan dan kaki) sakit, kesemutan, serta kebas akibat kerusakan saraf tepi.

Agar kondisi ini tidak kian memburuk, maka pilihlah makanan yang dapat menjaga gula darah tetap rendah. Batasi asupan makanan manis supaya gula darah Anda tetap stabil.

Baca Juga: 5 Penyebab Kaki Kesemutan, dari yang Sepele Sampai Waspada

10. Batasi konsumsi alkohol

Berbagai studi menunjukkan bahwa alkohol juga dapat menyebabkan kebas maupun kesemutan. Oleh sebab itu batasi asupannya atau lebih baik hindari sama sekali untuk mengatasi kesemutan pada tangan dan kaki.


36 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Tingling in Hands and Feet: 25 Causes, Treatments & More. Healthline. (https://www.healthline.com/health/tingling-in-hands-and-feet)
Tingling in Hands & Feet: 10 Causes, Diagnosis, and Treatment. WebMD. (https://www.webmd.com/brain/tingling-in-hands-and-feet)
Tingling in feet or hands: 15 causes and symptoms. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/321423.php)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app