Penyebab Kaki Sering Kesemutan dan Cara Mengatasinya

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mei 29, 2019 Waktu baca: 3 menit
Penyebab Kaki Sering Kesemutan dan Cara Mengatasinya

Hampir setiap orang pernah mengalami kesemutan di bagian tubuh mana saja. Namun tahukah Anda bahwa kesemutan paling sering terjadi pada kaki. Mungkin Anda pernah merasakan kaki kesemutan saat duduk, bersila terlalu lama, atau ketika kaki tertindih. Kesemutan seperti ini tergolong normal karena tekanan terjadi pada saraf dan pembuluh darah, sehingga apabila kaki kembali diluruskan dan tekanan hilang maka kesemutan pun akan segera menghilang.

Akan tetapi, jika kaki sering kesemutan tanpa adanya penyebab yang disebutkan di atas, maka jangan menganggap remeh hal tersebut karena bisa jadi kondisi medis yang jadi penyebabnya. Dalam hal ini kita juga harus mengamati bagian kaki mana yang sering kesemutan, apakah kedua kaki atau salah satu, apakah di ujung jari-jari, telapak kaki, atau jempol kaki serta gejala apa yang menyertainya misalnya rasa sakit dari paha sampai kaki, rasa kebas, atau kelemahan pada kaki. Informasi ini sangat berharga bagi dokter untuk melakukan diagnosis atas kaki kesemutan yang Anda alami.

Penyebab Kaki Kesemutan 

Diabetes

Biasanya kesemutan terjadi pada ujung-ujung jari kedua kaki. Hal ini disertai dengan gejala diabates lainnya seperti sering buang air kecil, terutama di malam hari saat tidur, sering merasa haus dan lapar, serta banyak makan tapi badan lemas. Diabetes bisa menjadi penyebab kaki kesemutan karena gula darah yang tinggi dapat merusak saraf-saraf tepi. Untuk mengeceknya diperlukan pemeriksaan gula darah.

Untuk mengatasi kesemutan akibat diabetes, gula darah harus dikontrol agar selalu berada pada level normal dengan obat-obatan yang diberikan dokter. Selain itu, penderita diabetes harus rajin berolahraga seperti melakukan senam diabetes serta suplementasi vitamin neurotropik.

Saraf Terjepit

Kesemutan akibat saraf terjepit terjadi pada salah satu kaki atau bagian kaki tertentu tergantung saraf mana yang terjepit. Contohnya pada sciatica, di mana saraf sciatic yang membentang dari pinggul hingga tungkai kaki terjepit. Oleh karena itu, daerah yang dipersarafi oleh saraf tersebut mengalami kesemutan, rasa kebas atau baal, serta nyeri yang luar biasa pada pinggul hingga kaki. Untuk mengatasi kesemutan akibat saraf terjepit, Anda perlu berobat ke dokter, mengonsumsi obat-obatan, melakukan fisioterapi atau bahkan operasi sesuai dengan tingkat keparahan kasus.

Malnutrisi

Kesemutan yang disebabkan oleh malnutrisi terjadi pada kedua kaki. Yang dimaksud dengan malnutrisi di sini yaitu kekurangan vitamin B, terutama vitamin B1, B6 dan B12. Solusi untuk mengatasinya yaitu dengan suplementasi vitamin kompleks (B1, B6 dan B12).

Multiple Sclerosis

Penyakit yang mempengaruhi otak dan sumsum tulang belakang menyebabkan kelemahan, koordinasi, kesulitan keseimbangan, dan masalah lainnya.

Peripheral Artery Disease

Peripheral Artery Disease (PAD), juga disebut sebagai penyakit pembuluh darah perifer, atau PVD, yang merupakan penyempitan atau penyumbatan arteri akibat penumpukan lemak dan kolesterol di dinding pembuluh darah arteri, sebagai akibatnya aliran darah ke kaki tidak lancar bahkan terhambat sehingga saraf kakurangan oksigen dan nutrisi, maka timbullah kesemutan pada kaki.

Herpes Zoster

Reaktivasi virus varicella-zoster, pertama-tama muncul gejala kesemutan disertai rasa sakit pada daerah tertentu kemudian muncul ruam dan lepuhan pada kulit. Untuk mengatasinya perlu obat antinyeri dan anti virus yang diresepkan oleh dokter.

Alkohol dan Efek Samping Obat

Kebiasaan mengonsumsi alkohol yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan saraf yang ditandai dengan kesemutan. Penyebab kaki kesemutan lainnya yaitu efek samping obat seperti kemoterapi, obat HIV, antibiotik metronidazol atau obat pencegah kejang (antikonvulsan).

Stroke dan Transient Ischemic Attack 

Dalam beberapa kasus, kaki kesemutan dapat disebabkan oleh kondisi serius yang mengancam nyawa dan harus segera dievaluasi dalam kondisi darurat. Contohnya saat terjadi stroke dan Transient Ischemic Attack, gejala stroke sementara yang dapat menandakan bahwa akan terjadi stroke. 

Penyebab Lain

Penyebab lainnya seperti tumor saraf, gangguan otak lain akibat infeksi atau autoimun, intoksikasi alkohol, amyloidosis (pembentukan protein abnormal), phorphyria (penumpukan phorphyrin), infeksi lain oleh TBC, syphilis.

Kapan Harus ke Dokter?

Periksakan ke dokter jika kaki Anda sering kesemutan apalagi disertai dengan gejala-gejala yang disebutkan seperti di atas. Hal ini penting untuk mendapatkan diagnosis dan terapi yang sesuai. 

Segera pergilah ke UGD rumah sakit, apabila tiba-tiba kaki berasa kesemutan disertai dengan mati rasa; rasa lemah pada satu sisi tubuh; kesadaran menurun seperti pingsan atau tidak ada respon; atau sakit kepala yang begitu hebat, karena kondisi-kondisi tersebut dapat menjadi tanda-tanda stroke. 


15 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app