Venlafaxine: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 13, 2019 Update terakhir: Jan 21, 2020 Tinjau pada Mei 6, 2019 Waktu baca: 3 menit

Venlafaxine merupakan salah satu obat untuk mengobati depresi. Obat ini mungkin akan meningkatkan mood, tingkat energi serta mengobati kecemasan, serangan panik, dan nyeri saraf. 

Venlafaxine juga dapat digunakan untuk mengobati hot flashes yang terjadi bersama dengan menopause.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Mengenai Venlafaxine

Golongan:

Obat resep

Kemasan:

Tablet

Kandungan:

Serotonin-norepinefrin reuptake inhibitor (SNRI)

Apa itu Venlafaxine?

Merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi gangguan depresi mayor, kecemasan dan gangguan panik dan termasuk dalam golongan obat selective serotonin and nonrepinephrine reuptake inhibitors (SSNRIs). Venlafaxine bekerja dengan cara menyeimbangkan senyawa kimia yang disebut serotonin pada otak pasien depresi.

Sama seperti obat golongan SSNRI lainnya, venlafaxine hanya boleh digunakan dengan resep dokter.

Dosis Venlafaxine

Dosis untuk orang dewasa dengan gangguan depresi:

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Rilis cepat 

  • Dosis awal: 37.5 mg secara oral 2 kali per hari atau 25 mg secara oral 3 kali per hari 
  • Dosis perawatan: dapat ditambah sampai 75 mg secara oral dengan interval tidak kurang dari 4 hari 
  • Dosis maksimum pasien rawat jalan kondisi stabil: 225 mg secara oral per hari 
  • Dosis maksimum pasien rawat inap kondisi buruk: 375 mg secara oral per haría

Rilis lambat 

  • Dosis awal: 75 mg secara oral saki per hari 
  • Dosis perawatan: dapat ditambah secara harian 75 mg dengan interval tidak kurang dari 4 hari 
  • Dosis maksimum: 225 mg secara oral per hari

Efek samping Venlafaxine

Segera hubungi unit gawat darurat jika pasien mengalami tanda reaksi alergi seperti: perubahan suasana hati atau perilaku, kecemasan, serangan panik, masalah gangguan tidur, gelisah, rasa terganggu, agresif, sulit istirahat, terlalu aktif secara mental maupun fisikal, semakin depresi atau memiliki keinginan untuk bunuh diri atau menyakiti diri.

Beberapa efek samping yang mungkin dialami pasien di bawah ini umumnya tidak membutuhkan penanganan medis segera namun jika pasien efek samping tidak kunjung hilang, pasien harus segera menghubungi dokter.

  • mulut kering dan selalu menguap
  • Perubahan pada nafsu makan dan berat badan
  • Sering berkeringat
  • Pengurangan gairah seksual, impotensi dan kesulitan orgasme
  • Gangguan masalah tidur (insomnia), mimpi aneh dan merasa lelah
  • Mual, muntah, diare
  • Perubahan daya lihat
  • Pusing sakit kepala, cemas, merasa gugup
  • Kejang, gemetar, irama jantung cepat

Pada beberapa pasien, efek samping yang timbul berdampak lebih membahayakan. Jika pasien mengalami efek samping berikut ini, untuk segara menghubungi unit gawat darurat atau dokter yang merawat segera.

  • Reaksi sistem Saraf yang buruk; ditandai dengan ciri-ciri perasaan seperti ingin pingsan, irama jantung cepat, kaku otot, gemetar, demam tinggi, berkeringat
  • Kejang
  • batuk, dada terasa sesak, masalah pernapasan
  • Mudah berdarah (hidung dan gusi), buang air kecing disertai darah, batuk berdarah
  • Tingkat sodium yang rendah pada tubuh pasien; ditandai dengan ciri-ciri sakit kepala, sering bingung, percakapan kacau, lelah yang sangat, muntah, halusinasi, merasa tidak seimbang, napas pelan

Pada beberapa pasien yang menggunakan venlafaxine ditemukan gejala yang disebut serotonin syndrome, seperti: demam, berkeringat, mengigil, otot kaku, hilang kordinasi, mual, muntah, diare, halusinasi, terganggu, menggigil, berkedut, detak jantung cepat.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Ibu hamil yang mengosumsi venlafaxine mungkin melahirkan bayi dengan gangguan paru-paru jika dikosumsi pada semester akhir kehamilan. Namun jika pengobatan dihentikan, pasien mungkin mengalami kekambuhan depresi. Konsultasikan kemungkinan untuk melanjutkan atau menghentikan pengobatan dengan dokter yang merawat pasien.

Venlafaxine dapat disalurkan melalui ASI dan dapat membahayakan bayi, ibu menyusui tidak boleh mengosumsi obat ini atau ibu tidak boleh menyusui saat mengosumsi venlafaxine.

Interaksi Obat

Pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap obat ini tidak boleh mengosumsinya, Selain itu beberapa obat juga mungkin menimbulkan interaksi berbahaya saat digunakan bersamaan dengan Venlafaxine. Beritahu dokter jika pasien sedang mengosumsi:

  • Obat nonsteroidal anti-inflamantory (NSAID) yang biasa digunakan untuk merawat nyeri, arthritis, demam atau bengkak, seperti naproxen, ibuprofen, aspirin, celecoxib, meloxicam, indomethacin, diclofenac
  • Obat MAO inhibitor, pasien harus menunggu paling cepat 14 hari sebelum memulai pengobatan venlafaxine atau setelah menggunakan venlafaxine
  • tramadol
  • Cimetidine
  • Obat anti depresi lainnya
  • Obat sakit kepala migrain seperti zolmitriptan, sumatriptan dan lainnya
  • St. John wort
  • Tryptophan
  • Obat yang untuk pasien dengan gangguan suasana hati, gangguan pikiran dan gangguan mental seperti lithium, busprione
  • Obat pengecer Darah seperti warfarin

Perhatian

Venlafaxine dapat mengakibatkan kantuk, hindari kegiatan yang membutuhkan kosentrasi tinggi seperti menyetir dan obatan yang juga mengakibatkan rasa kantuk baiknya tidak digunakan bersamaan dengan venlafaxine, obat seperti pelemas otot, pereda rasa nyeri, obat tidur.

Untuk memastikan jika venlafaxine aman untuk dikosumsi, beritahu dokter jika pasien memiliki:

  • Penyakit organ ginjal
  • Penyakit organ hati
  • Gangguan bipolar
  • Glaukoma
  • Gangguan tiroid
  • Riwayat kejang
  • Gangguan pendarahan atau pembekuan darah
  • Jika pasien baru berpindah dari obat anti depresi lainnya
  • Tingkat sodium rendah dalam darah

13 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Venlafaxine hydrochloride - venlafaxine hydrochloride tablet, extended release. (2018). (http://dailymed.nlm.nih.gov/dailymed/drugInfo.cfm?setid=dc989aa7-c4ab-4359-a971-523eb477ef9b)
Venlafaxine hydrochloride - venlafaxine hydrochloride tablet. (2018). (http://dailymed.nlm.nih.gov/dailymed/drugInfo.cfm?setid=2c3f8268-ef43-d58c-7da6-dd44f8feb3be)
Effexor XR - venlafaxine hydrochloride capsule, extended release. (2018). (http://dailymed.nlm.nih.gov/dailymed/drugInfo.cfm?setid=53c3e7ac-1852-4d70-d2b6-4fca819acf26)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp
Buka di app