HEALTH SHOP

Penyakit

Obat

Cari Rumah Sakit

Tanya Dokter

Artikel

Hewan Peliharaan

Apotik

Hubungi Kami

Temukan info penyakit, obat-obatan, rumah sakit, dan artikel kesehatan lainnya di sini

Cefadroxil Sakit Gigi Aspirin Acyclovir
Buka di app

Varises - Penyebab, Gejala, & Pengobatan

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Agu 5, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 4 menit

Varises adalah pembesaran atau pelebaran pembuluh darah vena yang terletak tepat di bawah permukaan kulit (vena superfisial) biasanya terjadi pada kaki. Selain itu juga dapat terjadi pada vena esofagus (kerongkongan) disebut varises esofagus, kantung buah zakar, vagina, bagian anus (wasir), bawah lidah (sublingual), dan lain-lain.

Ketika mendengar istilah "varises" saya yakin banyak yang membayangkan suatu bentuk kelainan pembuluh darah yang ada pada kaki atau tungkai bawah, di mana pembuluh darah tampak berkelok-kelok atau mungkin berbonjol-bojol. Memang ini tidak salah, namun tahukah Anda bahwa varises merupakan istilah umum dan itu tidak hanya terjadi pada vena kaki.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Langkah awal untuk memahami apa itu penyakit varises, mari kita mulai dengan pengertian varises. Tapi ada hal yang lebih penting yang harus diketahui terlebih dahulu yaitu struktur normal pembuluh darah vena.

Vena adalah pembuluh darah yang membawa darah kembali ke jantung. Dalam hal ini kita lebih membahas khusus mengenai vena kaki. Ada tiga jenis pembuluh darah vena di kaki, yaitu:

  • Vena superfisial (permukaan). Berada di bawah permukaan kulit, dan ini sering kali dapat terlihat berwarna kebiruan.
  • Vena profunda (dalam). Terletak pada bagian otot sehingga tidak dapat terlihat.
  • Vena perforator (penghubung) menghubungkan vena superfisial dengan vena dalam.

Pada pembuluh darah vena terdapat katup satu arah yang mengarah ke atas (ke jantung). Katup ini berfungsi mencegah darah mengalir kembali ke bawah. Seperti pada saat kita berdiri ada jarak ketinggian yang cukup panjang antara jantung dan kaki. Gaya gravitasi cenderung menarik darah kembali turun tapi hal ini dicegah oleh katup vena dan dengan demikian darah akan dialirkan dengan lancar ke jantung.

Lalu apa yang terjadi pada varises?

Pengertian varises adalah pembesaran atau pelebaran pembuluh darah vena yang terletak tepat di bawah permukaan kulit (vena superfisial) biasanya terjadi pada kaki. Selain itu juga dapat terjadi pada vena esofagus (kerongkongan) disebut varises esofagus, kantung buah zakar, vagina, bagian anus (wasir), bawah lidah (sublingual), dan lain-lain.

Penyebab Varises

Untuk dapat memahami penyebab varises, maka kita harus tahu terlebih dahulu mekanisme terjadinya varises.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Jantung via HDmall

Dapatkan Obat Jantung Terlengkap 2020. Beli sekarang juga, GRATIS ongkir* pengiriman ke seluruh Indonesia dan bisa COD. Privasi Paket Pengiriman. Konsultasi gratis dengan apoteker kami.

Awal mula terjadinya varises diperkirakan bahwa dinding pembuluh darah menjadi lemah pada beberapa bagian. Bagian ini kemudian melebar dan menjadi lebih menonjol.

Jika ini terjadi di dekat katup maka katup dapat menjadi bocor dan darah bisa mengalir balik. Setelah ini terjadi di salah satu katup ada tekanan ekstra pada vena sehingga dapat menyebabkan pelebaran vena yang semakin parah dan kebocoran katup yang lebih parah juga. Darah kemudian mengumpul pada vena membesar dan membuatnya menonjol.

Varises lebih banyak terjadi pada perempuan daripada laki-laki. Sebagian besar orang dengan varises tidak memiliki penyakit yang mendasari dan bahkan tanpa penyebab yang jelas.

Namun, ada beberapa faktor risiko penyebab varises adalah sebagai berikut:

  • Kehamilan. Rahim yang membesar dapat menyebabkan tekanan ekstra pada pembuluh darah sehingga aliran balik ke jantung dapat terhambat. Di samping itu, varises pada kehamilan juga dapat dipengaruhi oleh hormon cenderung berefek melemaskan dinding vena.
  • Umur. Varises lebih sering pada usia dewasa dan semakin meingkat risiko seiring dengan bertabahnya usia.
  • Berat badan Berlebih.
  • Banyak Berdiri. Pekerjaan atau aktifitas dengan banyak berdiri sering dianggap bisa menjadi penyebab varises. Namun, baru sedikit bukti ilmiah yang mendukung hal ini.

Kadang-kadang penyakit tertentu dapat menyebabkan varises seperti:

  • Bekuan darah sebelumnya (trombosis) atau cedera dalam vena kaki yang dalam.
  • Pembengkakan atau tumor di panggul (bagian bawah perut) yang menghambat aliran darah dari kaki ke atas.
  • Abnormalitas pembuluh darah, suatu kondisi pembuluh darah atau arteri yang tidak terbentuk sempurna.

Gejala dan Ciri-Ciri Varises

Seperti telah disinggung sebelumnya varises yang merupakan pembengkakan dan membesarnya pembuluh darah, memiliki ciri-ciri biasanya terlihat biru atau ungu tua paling sering terjadi pada kaki. Terkadang terlihat menggerombol, berbonjol-bonjol dan terlihat berkelok-kelok.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Gejala varises yang biasanya di rasakan antara lain:

Selain tidak sedap dipandang, varises umumnya terasa sakit dan menyebabkan sensasi kelelahan pada kaki. Namun, banyak orang, bahkan beberapa dengan varises yang sangat besar, tidak mengalami rasa sakit. Bagian bawah kaki dan pergelangan kaki bisa terasa gatal, terutama jika tungkai hangat setelah seseorang telah mengenakan kaus kaki atau stocking. Gatal dapat merangsang garukan dan dapat menyebabkan kemerahan atau ruam, yang sering salah dikaitkan dengan kulit kering. Rasa sakit kadang-kadang lebih buruk ketika varises semakin berkembang.

Hanya sebagian kecil orang dengan varises memiliki komplikasi, seperti dermatitis, peradangan pembuluh darah vena (flebitis), atau perdarahan. Dermatitis menyebabkan perubahan pada kulit yang menjadi merah, menebal, gatal gatal atau kecoklatan. Menggaruk atau cedera ringan, dapat menyebabkan pendarahan atau pengembangan ulkus (borok) yang menyakitkan yang tidak sembuh-sembuh. Ulkus juga bisa berdarah. Flebitis dapat terjadi secara spontan atau akibat cedera.

Pengobatan Varises

Bagi sebagian besar kasus, varises tidak menimbulkan masalah kesehatan yang serius. Memang penampilannya tidak menyenangkan, tetapi itu tidak mempengaruhi sirkulasi ataupun menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang. Bahkan kebanyakan varises tidak memerlukan pengobatan apapun.

Jika pengobatan diperlukan, dokter terlebih dahulu akan merekomendasikan pengobatan sederhana berupa penggunaan stoking kompresi selama enam bulan, melakukan olah raga teratur dan mengangkat atau meninggikan tungkai yang terkena ketika beristirahat.

Jika sudah demikian, namun varises masih menyebabkan sakit atau ketidaknyamanan atau menyebabkan komplikasi, maka dapat diobati dengan beberapa cara sebagai berikut.

  • Ablasi endothermal - menutup pembuluh darah dengan pemanasan (heat).
  • Sclerotherapy - menggunakan busa khusus untuk menutup pembuluh darah
  • Ligasi dan stripping - operasi atau pembedahan untuk mengangkat vena yang terkena.

Baca juga: Cara Efektif dan Aman Mengobati Varises

Pencegahan

Varises adalah penyakit yang dapat dicegah. Cara mencegah varises di bawah ini bertujuan untuk menghindari munculnya varises atau mengurangi varises yang sudah terlanjur ada, berikut caranya:

  • Jangan berdiri atau duduk diam dalam waktu yang lama, tapi cobalah bergerak setiap 30 menit
  • Istirahat secara teratur sepanjang hari, tinggikan kaki dengan menopangnya dengan bantal atau lainnya saat beristirahat, sedemikian rupa sehingga kaki lebih tinggi dari dada.
  • Berolahraga secara teratur - ini dapat meningkatkan sirkulasi darahdan membantu menjaga berat badan tetap ideal.
17 Referensi

Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Shroff, A. WebMD (2017). Understanding Varicose Veins. (https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/understanding-varicose-veins-basics)

Marcin, J. Healthline (2017). Varicose Veins. (https://www.healthline.com/health/varicose-veins)

Mayo Clinic (2017). Diseases and Conditions. Varicose Veins. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/varicose-veins/symptoms-causes/syc-20350643)

Cleveland Clinic (2015). Varicose and Spider Veins. (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17603-varicose--spider-veins)

Johns Hopkins Medicine (2017). Health Library. Varicose Veins. (https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/varicose-veins)

NIH (2018). MedlinePlus. Varicose Veins. (https://medlineplus.gov/varicoseveins.html)

NHS Choices UK (2017). Health A-Z. Varicose Veins. (https://www.nhs.uk/conditions/varicose-veins/)

NIH (2017). National Heart, Lung, and Blood Institute. Varicose Veins. (https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/varicose-veins)

Subramonia, S. Leses, TA. (2007). The Treatment of Varicose Veins. Annals Royal College of Surgeons of England, 89(2), pp. 96-100. (https://kce.fgov.be/sites/default/files/atoms/files/kce_164c_varicose_veins.pdf)

Campbell, B. (2006). Varicose Veins and Their Management. British Medical Journal, 333(7562), pp. 287-292. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1526945/)

Leg veins: Why they appear and how dermatologists treat them (https://www.aad.org/public/diseases/cosmetic-treatments/veins)

Varicose Veins - Spider Veins - MedlinePlus (https://medlineplus.gov/varicoseveins.html)

Varicose Veins - National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI) (https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/varicose-veins)

Varicose Veins: Causes, Symptoms, and Diagnosis (https://www.healthline.com/health/varicose-veins)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Penyakit Yang Banyak Dibaca
1
1
2
5
3
12

Buka di app