Vagina Sering Berdarah Saat Bercinta? Lakukan 8 Cara Berikut Untuk Mengatasinya

Dipublish tanggal: Jun 20, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Agu 28, 2019 Waktu baca: 2 menit
Vagina Sering Berdarah Saat Bercinta? Lakukan 8 Cara Berikut Untuk Mengatasinya

Mengatasi pendarahan pada bagian vagina setelah melakukan hubungan seks dikatakan gampang-gampang susah. Sebelum mengatasinya, Anda selalu diharapkan untuk mengetahui terlebih dahulu apa saja penyebabnya vagina yang mengalami pendarahan. 

Pemeriksaan menjadi solusi yang akan meminimalisir keparahan yang terjadi akibat pendarahan pada vagina. Ada banyak pemeriksaan yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi vagina yang berdarah diantaranya yaitu sebagai berikut:

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

Selalu gunakan lubrikan ketika Anda sedang menjalin hubungan badan

Langkah pertama yang dapat Anda lakukan untuk melakukan pencegahan pendarahan pada area vagina yaitu dengan menggunakan lubrika setiap kali Anda akan melakukan hubungan badan. 

Melalui lubrika inilah yang akan membantu mencegah gesekan pada varia. gesekan yang terjadi pada vagina yang kering dapat menimbulkan luka, sehingga menimbulkan darah yang keluar.

Lakukan pemeriksaan pap smear secara rutin

Selain melakukan pencegahan terhadap berbagai jenis infeksi vagina, maka tes pap smear akan membantu Anda untuk mengetahui apa saja penyebab dari vagina yang mengalami pendarahan. 

Jika Anda sudah mengetahui apa saja penyebabnya, Anda bisa secara langsung mengatasinya. Jika ada penyakit vagina, maka akan bisa ditangani sesegera mungkin.

Gunakan pelembab untuk vagina

Selain menggunakan lubrikan saat bercinta, Anda pun juga membutuhkan pelembab untuk vagina yang digunakan agar bisa membantu dan meningkatkan kelembaban serta mengembalikan keasaman secara alami di vagina. Selain itu, Anda pun juga bisa berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.

Lakukan pemeriksaan USG secara bertahap

Pemeriksaan USG dapat Anda lakukan untuk mengetahui lebih jelasnya dimana pendarahan yang sedang terjadi. USG bisa Anda lakukan dari ujung kepala hingga ujung kaki. Dengan proses USG yang Anda lakukan secara bertahap inilah yang akan memudahkan Anda untuk mengetahui apa saja kelainan yang sedang terjadi pada tubuh Anda.

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

Lakukan terapi estrogen

Melakukan terapi estrogen sangat disarankan bagi wanita yang sudah mengalami masa menopause. Ketika usia sudah memasuki masa menopause, maka tubuh akan mengalami banyak perubahan, termasuk vagina yang berubah menjadi kering. Jika hubungan seks dipaksa saat vagina dalam kondisi kering, maka akan menimbulkan iritasi, sehingga bisa terjadi luka pada vagina.

Lakukan terapi hormon

Terapi hormon sangat dibutuhkan untuk tubuh agar bisa menghindari vagina luka maupun vagina yang mengalami pendarahan akibat vagina yang kering. Terapi hormon bisa Anda lakukan dengan bantuan dokter, sehingga pendarahan pada vagina pun bisa teratasi dengan baik. Selain melakukan terapi, Anda pun juga membutuhkan krim khusus untuk vagina.

Jangan pernah melakukan penetrasi secara kasar

Penetrasi yang terlalu kasar dapat menjadi penyebab vagina yang mengalami pendarahan. Apabila proses penetrasi dilakukan secara kasar, maka hal ini tidak hanya berdampak pada bagian vagina yang berdarah saja, akan tetapi bagian rahim pun juga bisa menerima dampak buruknya.

Jangan sampai mengalami ektropion serviks

Ektropion serviks merupakan kondisi permukaan leher rahim pada lapisan dalam serviks terlihat menonjol pada bagian vagina. Pada biasanya pendarahan ini terjadi saat pertama kalinya melakukan hubungan seks. Namun jika Anda tidak vagina mengeluarkan darah saat bercinta, maka jangan sampai mengalami ektropion serviks.

Ada beberapa tanda yang mengharuskan Anda harus mengonsultasikan kondisi kesehatan Anda ke dokter. Terlebih lagi apabila darah yang keluar miliki volume yang cukuplah banyak. Membawanya ke dokter menjadi solusi untuk mengetahui apakah ada penyakit yang serius atau tidak.

12 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Vaginal or uterine bleeding - overview. MedlinePlus. (Accessed via: https://medlineplus.gov/ency/article/007496.htm)
Is it normal to have a small amount of bleeding after sex?. Planned Parenthood. (Accessed via: https://www.plannedparenthood.org/learn/teens/ask-experts/is-it-normal-to-have-a-small-amount-of-bleeding-after-sex)
Vaginal Bleeding After Sex and Bleeding During Sex: Causes and Risk Factors. Flo. (Accessed via: https://flo.health/menstrual-cycle/sex/sexual-health/vaginal-bleeding-causes-and-risks)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app