Usus Buntu - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Mar 14, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 143.241 orang

Penyakit usus buntu atau apendisitis telah menjadi penyakit yang sering terjadi pada hampir semua golongan manusia, baik pria ataupun wanita. Nyeri khas pada perut kanan bawah menjadi hasil dari pemeriksaan diagnosa awal pada keluhan seseorang yang dicurigai terjangkit penyakit usus buntu.

Banyak penyebab yang memungkinkan yang dapat memicu penyakit ini. Kondisi ini perlu penanganan medis segera karena penyakit yang sudah kronis menyebabkan inflamasi pada organ lain dan semakin berdampak buruk.

Penyebab terjadinya penyakit Usus Buntu

Penyakit usus buntu terjadi akibat inflamasi pada organ apendiks yang menyebabkan nyeri pada bagian perut kanan bawah. Penyakit ini dapat timbul pada usia 10 hingga 30 tahun. Faktor yang memicu penyakit ini terjadi akibat infeksi bakteri, parasit, cacing, dan obstruksi .

Obstruksi pada saluran apendiks yang menghambat peredaran darah sehingga menimbulkan organ apendiks mengalami pembengkakan ditambah  masuknya bakteri yang berkembang dan beresiko pecah atau ruptur apendiks. Mikroorganisme Enteamoeba hystolitica merupakan infeksi parasit utama penyebab usus buntu.

Faktor makanan dan lingkungan seperti kurang makan serat dan konsumsi makanan yang tidak bersih memicu perkembangan infeksi yang menyerang apendiks. Faktor lingkungan yang tidak bersih memicu mudahnya infeksi masuk ke dalam tubuh.

Faktor penyakit lain seperti terbentuknya abses pada organ, infeksi indung telur pada organ reproduksi wanita, dan infeksi yang masuk melalui pembuluh darah juga memicu terjadinya radang usus buntu.

Apa saja gejala yang ditimbulkan

Gejala yang ditimbulkan pada penyakti usus buntu diantara lain:

  • Nyeri perut
    Nyeri perut terlokalisir pada nyeri kanan bawah hingga anda terus memegang perut sampai membungkuk yang menjadi gejala awal penyakit usus buntu. Nyeri yang semakin akut dapat menjalar ke tengah yang menandakan terjadi infeksi pada rongga perut.
  • Mual Muntah
    Tekanan akibat terhambatnya aliran limfe, obstruksi benda asing, dan aktivasi saraf menimbulkan gejala mual muntah.
  • Demam
    Munculnya demam yang tidak tinggi (>37,2) menjadi akibat dari infeksi yang terjadi.
  • Nafsu makan menurun

Apa pemeriksaan yang dapat dilakukan

Seseorang dengan penyakit radang usus buntu dapat dilakukan pemeriksaan mulai dari pemeriksaan fisik dan laboratorium untuk memastikan diagnosis mengarah ke usus buntu.

  • Pemeriksaan Darah Lengkap
    Pada penyakit radang usus buntu, hasil pemriksaan darah ditemukan peningkatan sel darah putih (leukositosis) sebagai tanda adanya infeksi bakteri. Leukosit akan semakin tinggi terutama pada radang usus buntu yang telah mengalami perforasi atau ruptur.
  • Hasil Hb (hemoglobin) juga perlu diperhatikan karena ditakutkan terjadi pendarahan akronis akibat apendiks yang telah ruptur.
  • Pemeriksaan fisik
    Pemeriksaan fisisk dilakukan oleh dokter untuk mencari letak nyeri dan memastikan bahwa lokasi apendiks telah terjadi kelainan. Dokter akan menggerakan kaki kanan anda dengan beberapa posisi yang berbeda dan melihat respon nyeri yang dirasakan.
  • Nyeri saat posisi kaki kanan digerakan sesuai arahan dokter membuktikan bahwa adanya inflamasi pada organ apendiks yang tertekan oleh otot sekitar pinggang dan paha atas.
  • Pencitraan
    Pemeriksaan radiologi dengan pencitraan USG (ultrasonografi) untuk mendeteksi adanya abses dan pembengkakan apendiks yang lebih kronis   

Apa saja komplikasi pada penyakit Usus Buntu

Komplikasi yang terjadi pada usus buntu paling sering timbul pada anak-anak daripada orang dewasa. Komplikasi yang sering timbul antara lain

  • Perforasi
    Perforasi merupakan pecahnya apendiks akibat radang usus buntu yang tidak diobati.
  • Abses
  • Abses merupakan peradangan yang telah menyebabkan timbunan pus akibat perkembangan infeksi.
  • Peritonitis
  • Infeksi yang semakin meluas menyebabkan peradangan pada rongga perut yang kronis. Ini akan menimbulkan hilangnya cairan elektrolit, dehidrasi, syok, dan gangguan sirkulasi.

Cara mengatasi penyakit Usus Buntu

Radang usus buntu merupakan penyakit yang memerlukan tindakan medis segera. Salah satu cara utama untuk mengatasi masalah ini adalah dengan operasi bernama appendiktomi dengan melakukan pengangkatan apendiks yang telah mengalami inflamasi. 

Operasi diawali dengan menentukan diagnosa pasti penyakit radang usus buntu dan pemberian antibiotik sebelum tindakan operasi. Pemulihan setelah operasi memakan waktu hingga 8 hari dengan pemberian antibiotik intravena.

Pada radang yang telah menimbulkan komplikasi maka perlu dilakukan pemasangan selang untuk rehidrasi cairan dan elektrolit untuk mencegah dehidrasi dan syok. Pada komplikasi abses maka diperlukan drainase dengan mengaliri pus yang menumpuk pada organ.       

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Bagaimana cara mengatasi BAB keras dan besar
Pertanyaan ini telah dijawab oleh seorang ahli medis

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit