ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
Ditulis oleh
ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
DR.VINA SETIAWAN
Ditinjau oleh
DR.VINA SETIAWAN

Usia Berapa Anak Mulai Boleh Pakai Behel?

Dipublish tanggal: Jan 16, 2020 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Feb 20, 2020 Waktu baca: 3 menit
Usia Berapa Anak Mulai Boleh Pakai Behel?

Tak hanya pada remaja atau orang dewasa saja, masalah gigi berantakan juga dapat dialami oleh anak-anak. Kondisi ini dapat diperbaiki dengan perawatan gigi, salah satunya dengan kawat gigi atau behel. Semakin cepat diperbaiki, maka tampilan gigi anak bisa kembali rapi dan sedap dipandang. Namun yang jadi pertanyaan, di usia berapa anak mulai boleh pakai behel? 

Anak sebaiknya pakai behel jika...

Pemasangan kawat gigi alias behel dapat dilakukan oleh anak-anak, remaja, hingga orang dewasa sekalipun. Pada anak-anak, kawat gigi dapat dipasang jika gigi anak cenderung berantakan atau rahangnya tidak selaras.

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Pemasangan Behel via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket pemasangan behel hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Ia d06 pemasangan behel

Namun, tentunya tidak semua masalah gigi dapat diperbaiki dengan pemasangan behel. Anak mungkin dianjurkan untuk pakai behel jika mengalami kondisi berikut ini:

  • Gigi berantakan atau saling tumpang tindih.
  • Masalah rahang, misalnya rahang terlalu panjang atau pendek (maloklusi), miring ke satu sisi, atau bergeser saat menggigit maupun mengeluarkan suara.
  • Mengalami masalah mengunyah dan mengigit, karena gigi di kedua rahang tidak bertemu.
  • Memiliki kebiasaan buruk, seperti mengisap jempol sampai usia 5 tahun, sehingga membuat susunan gigi jadi tidak teratur.

Jika anak Anda mengalami salah satu masalah tersebut, segera bawa si kecil ke dokter gigi anak. Dokter akan memeriksa kondisi gigi anak dan menentukan apakah si kecil membutuhkan pasang behel atau perawatan gigi lainnya.

Baca Selengkapnya: Apa Bedanya Dokter Gigi Anak dan Dokter Gigi Umum?

Anak pakai behel, baiknya mulai usia berapa?

Pada dasarnya, tidak ada usia pasti kapan anak boleh pakai behel. Hal ini tergantung dari kondisi gigi masing-masing anak.

Namun secara umum, anak boleh pakai behel mulai dari usia 9-14 tahun. Sebab di usia inilah, hampir semua gigi susu anak sudah copot dan mulai tergantikan dengan gigi permanen sehingga upaya perbaikan gigi dapat dilakukan dengan optimal.

Menurut American Association of Orthodontics dan American Dental Association, orangtua sebaiknya mulai rutin memeriksakan kesehatan gigi anak paling lambat saat si kecil berusia 7 tahun. Di usia ini, dokter gigi akan lebih mudah mendeteksi dan memperbaiki berbagai masalah pada gigi dan rahang anak dengan maksimal.

Iklan dari HonestDocs
Orthodenti ( Kawat Gigi) di Tooth's Kingdom Dental Care

Orthodenti (kawat gigi) merupakan prosedur untuk merapikan gigi

Istock 503875046 %281%29

Baca Juga: Periksa Gigi Anak untuk Pertama Kalinya

Berikut ini beberapa masalah gigi dan mulut anak yang perlu diperiksakan ke dokter gigi, antara lain:

  • Gigi copot terlalu dini
  • Gigi susu masih ada sampai usia 13 tahun
  • Kesulitan dalam mengunyah atau menggigit
  • Sering bernapas lewat mulut dan mendengkur
  • Punya kebiasaan mengisap jempol, sehingga memengaruhi pertumbuhan gigi
  • Kesulitan mengeluarkan suara tertentu
  • Rahang anak terlalu panjang atau pendek, miring ke satu sisi, bergeser saat menggigit atau mengeluarkan suara
  • Gigi atas atau bawah menonjol
  • Ada celah di antara gigi
  • Gigi bertumpuk

Semakin cepat ditemukan, maka masalah gigi dan mulut anak dapat dicegah agar tidak semakin parah. Selain itu, ada banyak manfaat lainnya yang bisa anak dapatkan, yaitu:

  • Memaksimalkan pertumbuhan rahang
  • Mengurangi risiko trauma dari gigi depan atas yang menonjol
  • Memperbaiki kebiasaan buruk, seperti mengisap jempol
  • Memperbaiki tampilan gigi

Jenis kawat gigi mana yang cocok untuk anak saya?

Ada banyak jenis behel yang tersedia di pasaran. Namun, untuk anak-anak disarankan untuk memilih behel berkawat alias kawat gigi konvensional.

Behel konvensional dapat membantu memperbaiki masalah gigi anak yang tergolong parah. Selain itu, braces tersedia dalam beragam warna sehingga anak-anak bisa memilihnya sesuai kesukaannya bahkan gonta-ganti warna behel setiap bulan.

Namun, anak juga boleh pakai behel keramik, behel transparan, hingga kawat gigi lingual. Behel keramik lebih disarankan untuk anak yang usianya lebih tua, sementara behel transparan justru tidak dianjurkan untuk anak. Tanyakan pada dokter mengenai jenis behel yang cocok dan sesuai kebutuhan anak.

Iklan dari HonestDocs
Orthodenti ( Kawat Gigi) di Tooth's Kingdom Dental Care

Orthodenti (kawat gigi) merupakan prosedur untuk merapikan gigi

Istock 503875046 %281%29

Baca Selengkapnya: Memahami 5 Jenis Behel dan Tips Memilih Behel yang Cocok

Sebelum anak mulai pakai behel, sebaiknya beri tahukan dulu pada anak Anda bahwa proses pemasangan behel kadang membutuhkan cabut gigi. Si kecil juga dapat merasakan nyeri atau rasa tidak nyaman di awal karena mulutnya sedang beradaptasi dengan benda asing yang menempel di permukaan giginya tersebut. Dengan memberitahukan hal ini pada anak sejak awal, si kecil nantinya tidak akan kaget saat memakai behel untuk pertama kalinya.

Setelah anak pasang behel, ajak si kecil untuk rutin memeriksakan behelnya beberapa minggu ke depan untuk kontrol. Lama perawatan behel pada anak berbeda-beda, tergantung dari kondisi gigi dan usia pasien.

Secara umum, anak membutuhkan waktu 1-3 tahun sampai boleh lepas behel. Waktu ini bisa jadi lebih lama jika membutuhkan ekstraksi atau kombinasi operasi rahang pada anak. Setelah lepas behel, dokter akan menganjurkan anak untuk menggunakan retainer supaya posisi gigi tidak kembali bergeser.

Segera bawa si kecil ke dokter gigi anak jika kawat giginya mulai longgar atau melukai mulut anak. Dokter akan memberikan lilin lunak untuk menutupi kawat yang tajam, sehingga anak terhindar dari luka akibat pakai behel.

71 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app