Tips Manjur Atasi Keputihan untuk Ibu Hamil

Dipublish tanggal: Jun 28, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Sep 27, 2019 Waktu baca: 2 menit
Tips Manjur Atasi Keputihan untuk Ibu Hamil

Keputihan memang sebenarnya bukan lagi hal yang aneh atau pun baru untuk wanita. Terutama bagi para ibu hamil. Keputihan pada kehamilan ini pun termasuk hal yang sangat wajar terjadi. Salah satunya karena meningkatnya hormon estrogen dalam tubuh serta persiapan untuk kelahiran. 

Namun meskipun terbilang wajar dan normal, keputihan juga memiliki sisi bahaya bagi ibu hamil. Mengalami keputihan pada saat sedang hamil meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi pada saluran rahim dan kewanitaan. Hal ini tentu saja dapat sangat berbahaya pada kehamilan dan janin yang dikandung. 

Iklan dari HonestDocs
Beli BLACKMORES PREGNANCY & BREAST FEEDING GOLD 60CAP 1 BOTOL via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores pregnancy breast feeding gold 60 1

Untuk itu, para ibu hamil penting sekali mengetahui bagaimana tanda-tanda keputihan yang berbahaya dan tidak. Serta cara mengatasi terjadinya keputihan itu sendiri.

Keputihan saat kehamilan sebenarnya merupakan upaya alami tubuh untuk memberikan perlindungan dari bakteri dan kuman jahat. Saat keputihan, vagina mengeluarkan lendir yang lebih banyak. Ini tak hanya karena pengaruh meningkatnya hormon estrogen sehingga pengeluaran lendir melimpah. 

Namun juga agar vagina terus dalam keadaan "basah" dan mencegah bakteri jahat masuk.

Jenis keputihan yang berbahaya salah satunya yang memberikan rasa gatal dan juga panas. Biasanya keputihan yang menjadi infeksi vagina ini juga akan berwarna keruh dan kekuningan. Berbeda dengan keputihan normal yang berwarna jernih. Keputihan seperti ini pun berjumlah jauh lebih banyak dari seharusnya serta memiliki aroma yang kurang sedap.

Cara Mengatasi Keputihan pada Ibu Hamil

1. Periksa ke dokter

Untuk mengatasi keputihan seperti ini, tentu saja langkah pertama melakukan pemeriksaan di dokter. Nantinya akan diperiksa jenis jamur atau bakteri apa yang menginfeksi vagina. Baru diberikan antibiotik khusus. 

Untuk mengatasi masalah keputihan seperti di atas memang sebaiknya tak menggunakan perawatan sendiri namun menjalani pengobatan dari dokter. Mengingat resikonya besar pada masalah kehamilan nantinya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

Sedangkan, cara lain mengatasi terjadinya keputihan normal pada ibu hamil. Serta menjaga agar tidak terjadi infeksi vagina pada saat keputihan, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, seperti berikut ini: 

2. Perhatikan kelembaban

Pada saat keputihan, cairan yang keluar memang akan memberikan rasa lembab dan tidak nyaman. Ini tentu saja karena banyaknya cairan atau lendir pada vagina. Bila hal ini terjadi, maka pastikan untuk rajin mengganti celana dalam. 

Serta pastikan menggunakan celana dalam dari bahan katun yang dapat membantu menyerap cairans serta menjaga sirkulasi udara.

Vagina yang terasa lembab dan basah ini memang akan membuat Anda berpikir untuk menggunakan pantyliners. Namun perlu dipertimbangkan kembali karena penggunaan pantyliners beresiko mengundang bakteri serta virus. Selain itu, lapisan plastik pada pantyliners membuat sirkulasi udara di area vagina terganggu. 

Sehingga bakteri pun dengan lebih mudah tumbuh.

3. Jaga kebersihan

Vagina memang memiliki cara untuk membersihkan diri sendiri. Adanya lendir pada vagina, bahkan saat keputihan pun sebenarnya merupakan upaya untuk membersihkan diri dan menjauhkan dari bakteri jahat. Meskipun begitu tentu ini bukan alasan untuk tidak menjaga kebersihan daerah kewanitaan ini.

Ada beberapa cara aman untuk menjaga kebersihan vagina. Seperti misalnya saja memastikan mencuci vagina dari arah depan ke belakang dan bukan sebaliknya. Selain itu jangan menyentuh vagina dengan tangan yang kotor. 

Serta pastikan untuk selalu menggunakan handuk kecil untuk memastikan vagina dalam keadaan kering. Baik itu setelah mandi, buang air, atau karena berkeringat.

12 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Kulkarni, R & Durge, P. (2005). A study of leucorrhoea in reproductive age group women of Nagpur City. Indian journal of public health. 49. 238-9. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/7296910_A_study_of_leucorrhoea_in_reproductive_age_group_women_of_Nagpur_City)
Vaginal discharge during pregnancy. (2014). (http://www.pregnancybirthbaby.org.au/vaginal-discharge-during-pregnancy)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app