Kenapa Tidak Boleh Pakai Pantyliner Setiap Hari?

Dipublish tanggal: Jun 12, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Kenapa Tidak Boleh Pakai Pantyliner Setiap Hari?

Bagi sebagian besar wanita, pantyliner sudah bukan hal yang asing lagi. Produk kewanitaan yang hampir persis sama dengan pembalut namun dengan ukuran yang ketebalan berbeda tersebut digunakan dengan berbagai alasan berbeda. 

Para wanita menggunakan pantyliners diantaranya pada saat keputihan, datang bulan atau menstruasi dengan jumlah sedikit, sampai penggunaan sehari-hari dengan alasan kenyamanan.

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4

Penggunaan pantyliners sehari-hari pun bukan lagi hal yang aneh. Banyak wanita merasa nyaman menggunakan pantyliners sehari-hari karena mampu menyerap cairan pada vagina. Sehingga pakaian dalam pun tetap kering dan tak memberikan rasa lembab yang tidak nyaman.

Sayangnya, yang tak banyak diketahui, menggunakan pantyliners setiap hari memiliki resiko tinggi. Berikut ini, bahaya penggunaan pantyliners jika dilakukan setiap hari.

1. Iritasi

Pantyliners dibuat dengan permukaan yang diklaim lembut dan ramah untuk vagina. Pada kenyataannya, ketika digunakan selama seharian atau setiap hari, akan terjadi gesekan antara vulva atau permukaan luar vagina dengan pantyliners. 

Gesekan ini akan menimbulkan rasa panas dan akan berujung pada terjadinya iritasi pada kulit.

Iritasi pada kulit karena gesekan antara pantyliners dan vulva ini pun sebenarnya bukan hal yang benar-benar baru. Berbeda dengan bahan pada pakaian dalam yang memiliki lapisan katun lembut, permukaan pada pantyliners tetap cenderung terlalu kasar untuk vulva dan vagina. 

Untuk itu, pantyliners memang sebaiknya digunakan bila memang dibutuhkan saja.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

2. Adanya bahan kimia pada pantyliners

Produk pantyliners tentunya menggunakan berbagai jenis bahan kimia. Mulai dari untuk membantu proses penyerapan cairan, sampai dengan kandungan bahan kimia sebagai pemutih, pengawet, anti bakteri, sampai pengharum untuk pantyliners dengan wangi-wangian tertentu. 

Banyaknya bahan kimia yang langsung tersentuh pada vagina dari pantyliners ini tentu memberikan berbagai resiko buruk.

Resiko terbesar dari banyaknya bahan kimia pada pantyliners ini tentu saja reaksi alergi serta iritasi kulit. Bisa saja vulva atau vagina memiliki alergi pada salah satu bahan kimia yang ada di pantyliners. Sehingga memberikan sensasi rasa terbakar, perih, serta munculnya iritasi di kulit atau permukaan vagina.

3. Munculnya bakteri

Salah satu alasan menggunakan pantyliners setiap hari memang untuk menyerap cairan pada vagina. Padahal seperti diketahui, cairan vagina merupakan hal yang sangat normal untuk membersihkan serta menjaga bakteri baik di organ intim tersebut. 

Belum lagi pantyliners dengan berbagai aroma yang diklaim dapat menyebabkan vagina lebih harum.

Semua alasan penggunaan pantyliners sehari-hari di atas, sebenarnya malah dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri pada vagina. Cairan yang seharusnya normal pada vagina tidka bisa bekerja secara maksimal dalam memberikan perlindungan. Akibatnya bakteri serta jamur pun dengan lenih mudah muncul dan menyebabkan iritasi pada vagina.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Alergi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 11

Alasan ini, sekali ini memastikan untuk menggunakan pantyliners hanya ketika benar-benar perlu saja. Seperti ketika menstruasi atau pun pada saat keputihan.

4. Infeksi vagina

Masih berkaitan dengan poin ketiga, munculnya bakteri pada vagina karena penggunaan pantyliners juga dapat menyebabkan infeksi yang lebih berbahaya. Ini karena cairan yang terserap pada pantyliners bisa saja tidak sempurna. 

Sehingga kelembaban justru menjadi wadah tumbuh berkembangnya bakteri berbahaya.

Belum lagi, lapisan plastik pada pantyliners menyebabkan tak ada sirkulasi pada vagina. Memberikan area lebih lembab dan bahkan basah pada permukaannya. 

Ini tentu saja menjadi sebuah daerah yang paling pas untuk pertumbuhan jamur sampai dengan bakteri yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi pada vagina.

2 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Lightdays Oval Pantyliner : Uses, Side Effects, Interactions, Pictures, Warnings & Dosing. WebMD. (https://www.webmd.com/drugs/2/drug-13303/lightdays-oval-pantyliner/details)
Stayfree Panty Liner : Uses, Side Effects, Interactions, Pictures, Warnings & Dosing. WebMD. (https://www.webmd.com/drugs/2/drug-88542/stayfree-panty-liner/details)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app