HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
DR. SCIENTIA INUKIRANA
Ditinjau oleh
DR. SCIENTIA INUKIRANA

Tembaga: Informasi Manfaat dan Cara Kerja

Dipublish tanggal: Mar 12, 2019 Update terakhir: Okt 26, 2020 Tinjau pada Mar 31, 2019 Waktu baca: 3 menit

Tembaga atau copper atau Cu merupakan salah satu mineral yang dibutuhkan oleh tubuh manusia untuk metabolisme di tingkat sel. Sumber utama tembaga berasal makanan. Kita bisa mendapatkannya dengan banyak mengonsumsi makanan seperti kerang, gandum, kacang, sereal, kentang dan hati hewan. Mineral tembaga sebagian besar diserap tubuh melalui lambuh dan usus halus (duodenum). Sebagian besar mineral tembaga dapat ditemukan di hati. Tubuh orang dewasa mengandung sekitar 50-120 mg mineral tembaga.

Fungsi Tembaga bagi tubuh manusia

Karena merupakan salah satu mineral dalam tubuh yang penting bagi tubuh, fungsi tembaga pun menjadi penting bagi tubuh seperti membantu anak dalam proses perkembangan otak, meningkatkan sistem kekebalan pada tubuh dan meningkatkan kesehatan tulang. 

Secara umum, fungsi mineral tembaga pada tubuh manusia ialah membantu produksi sel darah merah dan sel darah putih dalam tubuh, membantu melepaskan zat besi sehingga terjadi pembentukan hemoglobin untuk membawa dan mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh, membantu kerja fungsi saraf, menumbuhkan tulang, dan membantu sistem kerja gula dalam tubuh dan masih banyak fungsi lainnya. 

Karena mineral tembaga berasal dari makanan yang sering dikonsumsi, kejadian kekurangan mineral ini jarang terjadi. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkannya, antara lain:

  • Gangguan penyerapan tembaga karena operasi bariatric
  • Operasi pengurangan ukuran lambung (gastrectomy) atau bypass lambung
  • Peradangan pada daerah usus
  • Penggunaan suplemen zat besi yang berlebihan
  • Konsumsi sumber mineral tembaga yang rendah

Kekurangan mineral tembaga pada tubuh manusia akan membawa dampak negatif. Namun gejala klinis yang timbul sering tidak khas dan sulit dikenali. Dari pemeriksaan darah, bisa ditemukan kondisi hemoglobin yang rendah (anemia) dan neutrofil yang rendah (neutropenia). Bisa juga ditemukan gangguan pada saraf seperti kesemutan atau mati rasa pada daerah tubuh tertentu. Kondisi-kondisi ini bisa saja terjadi pada kondisi lain selain kekurangan mineral tembaga, misalnya pada kondisi kekurangan vitamin B12 dan asam folat.

Dosis dalam mengonsumsi Suplemen Tembaga

Supplemen tembaga merupakan supplemen yang memang banyak dijual umum di pasaran namun juga dapat merupakan supplemen yang dianjurkan oleh team dokter. 

Sebaiknya sebelum membeli dan meminum supplemen tembaga, konsultasikan lebih dahulu kondisi kesehatanmu pada team dokter sehingga dokter dapat memberikan dosis terbaik sesuai kebutuhan mineral tembaga dalam tubuhmu. 

Recommended Dietary Allowance (RDA) merekomendasikan dosis mineral tembaga yang dibutuhkan ialah:

  • Orang dewasa 900mcg per hari dan maksimal 10mg per hari. 
  • Anak 1 hingga 3 tahun ialah maksimal 1mg per hari, namun biasanya 349mcg per hari sudah cukup. 
  • Anak usia 4 hingga 8 tahun ialah maksimal supplemen 3mg per hari atau biasanya 440mcg per hari sudah cukup.  
  • Anak usia 9 hingga 13 tahun, maksimal konsumsi supplemen tembaga 5mg per hari dengan dosis normal 700mcg saja per hari. 
  • Usia remaja 14 hingga 18 tahun, maksimal konsumsi ialah 8mg per hari dengan dosis normal 890mcg per hari.  

Perlu diingat bahwa pada orang normal dengan konsumsi makanan yang baik, jarang terjadi kondisi kekurangan mineral tembaga.

Efek samping mengkonsumsi suplemen Tembaga

Efek samping dalam mengkonsumsi supplemen tembaga ini umumnya seperti:

Peringatan dalam mengonsumsi suplemen Tembaga

Ingat jangan mengkonsumsi suplemen tembaga bersamaan dengan suplemen zinc atau seng. Bila membutuhkan supplemen zing juga, harap memberi jedah waktu sekitar 2 hingga 3 jam dalam meminum kedua macam supplemen tersebut.  

Jangan lupa juga untuk memberitahukan selurun riwayat penyakit, alergi dan obat obatan yang pernah kamu derita serta yang sedang diminum atau diderita sekarang ini. Untuk yang memiliki penyakit wilson atau sirosis juga harus mengkonsultasikan keadaanmu ke dokter sebelum meminum supplemen tembaga ini.

Untuk wanita yang sedang hamil dan menyusui serta sedang menjalankan promil atau progam kehamilan, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter sebelum meminum supplemen tembaga. 


13 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Tisato, F., Marzano, C., Porchia, M., Pellei, M., Santini, C. (2010, July). Copper in diseases and treatments, and copper-based anticancer strategies [Abstract]. Medicinal Research Reviews, 30(4), 708-749 (http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19626597)
Stern, B. R. (2010). Essentiality and toxicity in copper health risk assessment: Overview, Update and regulatory considerations [Abstract]. Journal of Toxicology and Environmental Health, 73(2), 114-127 (http://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/15287390903337100)
Richmond, S., Gunadasa, S., Bland, M., MacPherson, H. (2013). Copper bracelets and magnetic wrist straps for rheumatoid arthritis – analgesic and anti-inflammatory effects: A randomised double-blind placebo controlled crossover trial. PLoS ONE, 8(9), e71529 (http://www.plosone.org/article/info%3Adoi%2F10.1371%2Fjournal.pone.0071529)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app