HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

Tanda Anda Kecanduan Kafein

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Tanda Anda Kecanduan Kafein

Anda penggemar kopi atau teh? Hati-hati, asupan harian kafein dalam bentuk teh maupun kopi, tanpa disadari dapat membangun adiksi yang lama-kelamaan juga akan berdampak buruk bagi kesehatan. 

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya telah kecanduan kafein. Sebenarnya mudah saja untuk mengetahui apakah Anda sudah kecanduan kafein atau belum. Jika begitu Anda terbangun di pagi hari, yang Anda pikirkan adalah segera minum secangkir kopi. Lalu, di siang hari  Anda lebih memilih mencari kopi atau teh dibanding makanan lain, kemungkinan besar Anda sudah mengalami kecanduan kafein.

Iklan dari HonestDocs
Beli Domperodine IF 10mg Tab via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Domperidone if 10mg tab 1

Berapa banyak asupan kafein yang diperbolehkan?

Tanpa disadari, kafein merupakan salah satu senyawa kimia yang dapat mengubah mood atau aspek emosi seseorang. Efek stimulasi ringannya dapat mempengaruhi sistem saraf sentral, membuat orang yang mengonsumsinya menjadi lebih awas, berenergi dan tetap terjaga.

Kafein dapat dengan mudah ditemui di dalam minuman seperti kopi, teh, softdrinks, minuman berenergi, bahkan di dalam obat-obatan  Dalam porsi normal, mengonsumsi  8 ons cangkir kopi per hari, masih dianggap baik. Bila terlalu banyak, dapat menyebabkan efek samping fisik seperti tremor atau gemetaran, rasa gelisah, insomnia, dan tubuh yang mendadak mengalami kelelahan ekstrem, setelah efek kafein mereda.

Tanda-tanda kecanduan kafein

Bila ini Anda mengalami beberapa gejala ini, bisa dipastikan Anda telah memasuki fase kecanduan kafein: 

  1. Pikiran yang mendadak seperti berkabut dan mengalami sakit kepala.
  2. Rasa lelah dan mengantuk.
  3. Munculnya depresi dan emosi yang naik turun.
  4. Sulit berkonsentrasi.
  5. Gejala seperti flu, meliputi adanya rasa mual, muntah hingga otot-otot di sekujur tubuh yang terasa sakit.

Gejala ini akan muncul sekitar 12-24 jam sesudah kafein berhenti dikonsumsi, dan secara bertahap menjadi semakin intens. Karena itulah, banyak orang memilih untuk tidak lepas dari kafein, dibanding harus tersiksa tanpa kafein. Orang-orang yang sudah kecanduan kafein memiliki batas maksimum konsumsi kafein, meski ada beberapa yang terus menambah jumlah konsumsinya tanpa berhenti.

Efek kafein berbeda-beda pada setiap orang. Dosisi tinggi kafein yang mencapai lebih dari 750 miligram setiap harinya malah justru dapat ditolerir oleh tubuh orang yang memang sudah kecanduan kafein. Artinya, senyawa kafein tidak lagi memiliki efek yang biasanya ditimbulkan oleh konsumsi kafein pada tubuh.

Selain munculnya gejala saat tubuh tidak menerima asupan kafein, ciri lain dari adanya kondisi kecanduan kafein yang tidak sehat meliputi:

  • Insomnia
  • Sering menderita sakit kepala 
  • Sulit berkonsentrasi
  • Konsumsi kafein yang tetap dilanjutkan meski sudah disarankan untuk berhenti
  • Konsumsi kafein yang sulit dihentikan atau dibatasi meski tahu perlunya untuk berhenti

Cara menghentikan kecanduan kafein

Untuk berhenti dari kondisi kecanduan kafein, Anda perlu menyadari kadar kafein harian yang Anda konsumsi sehari-hari dan banyaknya. Untuk efektifnya, sebaiknya jangan langsung hentikan konsumsi kafein dengan tidak mengonsumsinya sama sekali.

Memang mungkin terjadi efek samping seperti rasa sakit kepala pada hari-hari pertama berhenti mengonsumsi kafein, karena itu lakukanlah hal ini secara bertahap. Tahap-tahap tersebut dapat meliputi:

  1. Campurkan kopi tanpa kafein atau decaf dengan kopi biasa.
  2. Minum jenis minuman latte dengan jumlah susu yang lebih banyak daripada kopinya.
  3. Masak teh lebih sebentar dari biasanya.
  4. Pilih jenis soft drink yang tidak mengandung kafein.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Do I Have a Caffeine Addiction?. Healthline. (https://www.healthline.com/health/caffeine-withdrawal)
Caffeine: Effects, risks, and cautions. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/271707.php)
Caffeine Facts: Addiction, Insomnia, Pregnancy Effects, and More. WebMD. (https://www.webmd.com/diet/caffeine-myths-and-facts)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app