Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
SCIENTIA INUKIRANA
Kehamilan

Suntik Imunisasi TT (Tetanus Toxoid) Pada Ibu Hamil

Update terakhir: OCT 13, 2019 Tinjau pada OCT 13, 2019 Waktu baca: 2 menit
Telah dibaca 1.262.184 orang

Suntik Imunisasi TT (Tetanus Toxoid) Pada Ibu Hamil

Manfaat pemberian Imunisai TT atau Tetanus Toxoid pada ibu hamil yaitu untuk mencegah tetanus bagi ibu dan bayinya. Tetanus adalah penyakit yang mengancam jiwa yang disebabkan oleh toksin dari bakteri yang disebut Clostridium tetani.

Bakteri Clostridium tetani penyebab tetanus ini, masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka. Bisa berupa luka akibat tusukan kecil atau goresan pada kulit, meskipun infeksi tetanus lebih berpotensi pada luka tusukan mendalam seperti gigitan, tusukan, luka potongan, luka terbakar atau ulkus. Tetanus mempengaruhi sistem saraf seseorang dan dapat berakibat fatal jika tidak segera diobati. Hal ini dapat dicegah melalui imunisasi TT termasuk pada ibu hamil. Lebih lanjut silahkan baca : Penyakit Tetanus

Iklan dari HonestDocs
Beli Paket Prenatal (Panel Awal Kehamilan) via HonestDocs!

Cek ada tidaknya resiko gangguan kesehatan pada ibu hamil dan dapatkan treatment yang tepat secepatnya. Diskon 30% jika beli via HonestDocs sekarang!

Paket prenatal %28panel awal kehamilan%29 di path lab %28home services%29

Berkenaan dengan suntik imuniasasi TT pada ibu hamil memiliki tujuan mencegah tetanus pada proses persalinan, dimana terdapat luka baik pada rahim maupun pada tali pusat bayi. Hal ini terutama mencegah tetanus pada persalinan berisiko tinggi yaitu apabila persalinan dilakukan dengan alat-alat yang tidak steril.

Antibodi akan terbentuk dalam tubuh, setelah vaksinasi atau imunisasi TT diberikan, antibodi ini akan diteruskan kepada bayi dan melindunginya selama beberapa bulan setelah lahir. Dahulu kala sebelum adanya imunisasi TT pada ibu hamil dan penggunaan alat-alat persalinan yang tidak steril (dukun bayi) banyak ditemui kasus tetanus neonatorum, yaitu tetanus yang terjadi pada bayi baru lahir sebelum berusia 1 bulan. Saat ini, dengan semakin berkembangnya ilmu kedokteran dan kebidanan dengan peralatan yang setril kasus ini sudah dapat dikurangi bahkan jarang ditemui.

bayi dengan tetanus neonatorum, sumber: wikipedia.org

Kapan Imunisasi TT diberikan ?

Pemberian imunisasi diberikan pada saat perawatan antenatal di bidan atau puskesmas, Menurut WHO terdapat dua rekomendasi

  • Bila perempuan sebelumnya belum pernah diimunisasi, atau status imunisasi tidak jelas makan TT/Td diberikan dalam dua dosis, dosis pertama dan kedua dengan jarak satu bulan. Pemberian dua dosis TT ini akan memproteksi ibu hamil hingga 1-3 tahun ke depan. Apabila setelah melahirkan diberikan sutik TT ketiga dengan jarak 6 bulan setelah vaksin TT pertama maka efek perlindungannya hingga 5 tahun ke depan. Beberapa ahli merekomendasikan bahwa suntik imunisasi TT yang kedua paling lambat harus diberikan empat  minggu sebelum perkiraan tanggal persalinan.
  • Jika sekarang adalah kehamilan kedua dan kurang dari dua tahun sejak kehamilan terakhir dan kehamilan sebelumnya telah dilakukan imunisasi TT (dua kali), maka saat ini hanya membutuhkan dosis booster.
  • Dosis kekurangannya (dua dosis) diberikan dengan jarak 1 tahun dari TT ketiga, atau mengalami kehamilan kembali dapat diberikan selama kehamilan.
  • Apabila ibu hamil sudah memiliki riwayat vaksin TT lengkap  (dosis pertama hngga empat )maka diperlukan booster satu kali lagi sebelum melahirkan

Mengenai hal-hal lanjutan berkenaan dengan Suntik Imunisasi TT (Tetanus Toxoid) Pada Ibu Hamil ini, konsultasikan dengan dokter atau bidan kepercayaan Anda. Semoga bermanfaat :)

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit