ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
Ditulis oleh
ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

4 Jenis Suntik Filler yang Paling Digemari Wanita

Dipublish tanggal: Jul 25, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 8 menit
4 Jenis Suntik Filler yang Paling Digemari Wanita

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Filler adalah perawatan kecantikan yang menggunakan cairan tertentu untuk mengisi volume wajah yang bentuknya dianggap kurang memuaskan. 
  • Menggunakan berbagai macam agen pengisi, mulai dari asam hialuronat, kolagen, hingga zat sintesis lainnya dengan ketahanan yang berbeda-beda.
  • Fungsi filler adalah untuk membantu mengisi volume bibir, pipi, hingga hidung dan dagu serta menyempurnakannya.
  • Filler tidak disarankan untuk ibu hamil dan menyusui, pasien dengan luka di wajah, sedang mengonsumsi obat pengencer darah, sedang haid, atau punya alergi obat tertentu.
  • Bandingkan harga paket dan dapatkan harga promo perawatan filler di HDmall sekarang, klik di sini.

Saat ini banyak sekali metode medis yang bertujuan untuk mempercantik tampilan fisik dan membuat awet muda. Salah satu perawatan wajah yang paling banyak digandrungi oleh masyarakat, terutama kaum wanita, adalah suntik filler. 

Filler diklaim dapat mempertebal bibir, menonjolkan tulang pipi, bahkan menyamarkan garis halus dan kerutan pada wajah sehingga terlihat awet muda. Namun, sebelum Anda melakukan filler, pahami dulu berbagai jenis filler dan efek sampingnya berikut ini.

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Filler via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket filler hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Apa itu suntik filler?

Filler adalah perawatan kecantikan yang menggunakan cairan tertentu untuk mengisi volume wajah yang bentuknya dianggap kurang memuaskan. Treatment ini menggunakan berbagai macam agen pengisi, mulai dari asam hialuronat, kolagen, hingga zat sintesis lainnya.

Seiring bertambahnya usia, kulit akan kehilangan elastisitas dan kolagen sehingga timbul garis-garis halus di wajah. Nah, di sinilah peran suntik filler yang akan mengisi volume wajah yang menipis sehingga kerutan dapat berkurang. 

Selain itu, manfaat filler lainnya antara lain:

  • Membantu mengisi garis senyum dan cekungan di bawah mata
  • Menjadikan wajah lebih berisi
  • Mengisi volume bibir dan pipi agar tidak terlalu cekung
  • Menyempurnakan bentuk hidung dan dagu

Karena itulah, suntik filler bisa menjadi alternatif yang cocok untuk Anda yang merasa bentuk hidung kurang ideal, bentuk bibir kurang menarik, atau wajah kurang V-shaped. 

Dibandingkan botox, sebagian besar cairan filler akan mengisi cekungan dan kerutan pada wajah. Hal ini tentu berbeda dengan prosedur botox yang mengendurkan otot di bawah kerutan.

Akibatnya, efek filler pada wajah lebih bertahan lama daripada suntik botox. Maka tak heran jika suntik filler mampu membuat wajah lebih awet muda secara maksimal.

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Filler via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket filler hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Baca Juga: Sama-sama Bikin Cantik, Apa Bedanya Suntik Botox dan Filler?

Apa itu filler hidung?

Suntik filler lebih banyak dilakukan pada area wajah yang mudah mengendur seperti pipi, hidung, bibir, rahang, hingga dagu. Akan tetapi, filler hidung cukup banyak diincar untuk memberi kesan mancung pada hidung.

Filler hidung adalah perawatan yang dilakukan untuk memperbaiki tampilan hidung. Prosesnya sama seperti filler pada umumnya, yakni menyuntikkan cairan khusus ke bagian hidung tertentu.

Dari berbagai bahan yang ada, filler hidung biasanya menggunakan cairan asam hialuronat. Ini karena asam hialuronat merupakan bahan injeksi yang paling aman dan sifatnya pun hanya sementara.

Beragam jenis filler yang paling umum

Berikut ini jenis-jenis filler yang paling umum dan digemari banyak wanita, antara lain:

1. Hyaluronic acid

Asam hialuronat atau hyaluronic acid adalah senyawa alami yang terdapat pada lapisan bening mata, kulit, dan jaringan ikat persendian. Namun, seiring bertambahnya usia, kandungan asam hialuronat pada kulit tersebut akan berkurang sehingga memunculkan garis-garis penuaan pada kulit.

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Filler via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket filler hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Dengan suntik filler hyaluronic acid, zat tersebut dapat merangsang produksi kolagen alami tubuh. Hal ini berguna untuk menjaga kelembaban kulit, mencegah pori-pori tersumbat oleh minyak, dan menghilangkan garis halus serta kerutan di wajah.

Asam hialuronat tersedia dalam bentuk alami dan sintetik. Jenis hyaluronic acid yang sering digunakan dalam cairan suntik filler adalah HylaForm, Juvederm Voluma XC, XC Juvederm, Juvederm Ultra XC, Juvederm Volbella XC, dan Restylane. 

Suntikan filler ini dapat dilakukan di area seperti, sudut kanan atau kiri mulut, mengisi bibir, dan mengisi cekungan di bawah mata. Biasanya, jenis filler yang menggunakan hyaluronic acid bisa bertahan selama 6-12 bulan, tergantung berapa kali Anda melakukan suntik. 

Tak perlu khawatir jika pada akhirnya hasil filler tidak sesuai harapan. Hal ini bisa dinetralkan dengan suntikan enzim hialuronidase.

Dibandingkan dengan jenis filler lainnya, suntik filler hyalunoric acid memiliki risiko efek samping yang tidak terlalu besar. Filler ini jarang menimbulkan reaksi alergi. Namun apabila cairannya bocor, bisa menimbulkan benjolan di bawah kulit Anda. 

2. Silikon

Jenis filler silikon memiliki konsistensi kental mirip seperti oli motor. Saat disuntikkan dalam tubuh, sistem imun tubuh akan merespon dengan cara membungkusnya menggunakan kolagen alami tubuh. 

Kolagen itulah yang membuat kulit Anda menjadi lebih tebal dan hasilnya bisa bertahan seumur hidup. Contoh suntik silikon adalah Bellafill, Radiesse, Sculptra, Silikon. 

Sayangnya, jenis suntik filler menggunakan silikon masih menjadi kontroversial dalam bidang bedah estetika. Hal tersebut karena efek samping filler yang ditimbulkan dapat bersifat permanen, walaupun memang cukup jarang terjadi. 

FDA di Amerika Serikat, lembaga yang setara dengan Badan POM di Indonesia, juga melarang melakukan tindakan suntik silikon cair atau gel untuk memperbesar anggota tubuh maupun menghilangkan kerutan. FDA hanya mengizinkan suntikan silikon untuk implan payudara dengan alasan estetika maupun prosedur rekonstruksi payudara pasca operasi kanker payudara.

Efek samping yang dapat muncul setelah melakukan suntikan filler kolagen adalah munculnya benjolan di bawah kulit hingga pembentukan granuloma. Hal ini dapat terjadi apabila zat silikon mengalami kebocoran pada jaringan tubuh dan menghasilkan peradangan. Apabila suntikan filler silikon dilakukan pada area yang salah, maka hal ini dapat menyebabkan kerusakan wajah.

Baca Juga: Bolehkah Melakukan Filler dan Tanam Benang di Hidung?

3. Kolagen

Filler kolagen adalah jenis filler paling awal dan paling baik dari yang lainnya. Cairan kolagen yang digunakan dalam suntikan filler diekstrak dari kolagen sapi. 

Selain itu, ada 2 jenis kolagen yang dapat berasal dari sel manusia, sehingga Anda tidak perlu menjalani tes alergi seperti pada penggunaan kolagen bovine. Beragam jenis filler kolagen yang banyak digunakan di dunia kecantikan antara lain Cosmoderm, Evolusi, Fibrel, Zyderm, dan Zyplast.

Dibandingkan jenis filler lainnya, suntik filler kolagen memberikan hasil yang terlihat lebih alami. Namun, hasil suntikannya cenderung tidak tahan lama.

Filler berbahan kolagen perlu dilakukan kembali setelah 3-6 bulan setelah suntikan pertama. Biaya yang dikeluarkan untuk filler kolagen manusia pun cenderung lebih mahal daripada kolagen bovine.

4. Lemak tubuh

Filler jenis ini menggunakan jaringan lemak yang berasal dari tubuh Anda. Lemak tersebut biasanya akan diambil dari perut, paha, atau pantat dan nantinya akan disuntikkan kembali ke wajah.

Karena diambil dari dalam tubuh sendiri, maka jenis filler ini jarang menimbulkan alergi. Namun, hati-hati dengan efek samping filler dengan lemak tubuh karena bisa menimbulkan bengkak kemerahan pada area yang disuntik.

Hasil filler yang didapatkan pun bersifat semi permanen. Karena itulah, Anda harus mengurangi prosedur filler ini agar terlihat awet muda. 

Perlu diketahui juga bahwa jenis filler ini dilarang oleh banyak dokter karena memindahkan lemak dari satu anggota tubuh ke anggota tubuh lainnya. Hal ini berisiko dapat menimbulkan bahaya laten.

Yang harus dipersiapkan sebelum filler

Sebelum memutuskan untuk suntik filler, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Beri tahukan dokter jika Anda memiliki riwayat alergi atau penyakit tertentu.
  • Sekitar 7 hari sebelum treatment, hindari minum obat-obatan pengencer darah seperti aspirin atau ibuprofen maupun suplemen, terutama yang mengandung primrose oil, bawang putih, ginseng, dan vitamin E.
  • Sekitar 2 hari sebelum injeksi, hindari penggunaan obat topikal (obat oles) yang mengandung retinol, tretionin, asam glikolat, atau produk anti aging lainnya.
  • Hindari minum alkohol atau kafein 24 jam sebelum perawatan
  • Tidak disarankan untuk ibu hamil dan menyusui, pasien yang memiliki luka di wajah, sedang rutin konsumsi obat pengencer darah, sedang haid, atau pasien dengan alergi obat tertentu.
  • Dokter biasanya akan melakukan tes alergi untuk mencegah efek samping setelah di-filler.

Proses dan cara kerja filler

Perawatan filler umumnya berlangsung selama 30-90 menit. Bisa juga lebih cepat atau lebih lama tergantung dari bagian wajah mana yang di-filler, jumlah cairan yang digunakan, dan kondisi kulit wajah masing-masing pasien. 

Berikut proses suntik filler di klinik kecantikan pada umumnya, antara lain:

  • Pemilihan bahan filler sesuai kebutuhan
  • Pemberian anestesi untuk meminimalisir rasa sakit
  • Cairan filler disuntikkan di area wajah yang diinginkan

Cairan filler akan mengisi bagian wajah yang menipis dan memperbaiki bentuknya agar lebih memuaskan. Alhasil, kulit Anda yang semula mengendur akan kembali kencang, kenyal, dan awet muda.

Yang harus dilakukan setelah suntik filler

Agar hasilnya maksimal, lakukan hal-hal berikut setelah filler:

  • Hindari menggaruk, memijat, atau memencet area kulit yang di-treatment.
  • Jika terasa nyeri atau bengkak di area suntik, gunakan kompres dingin.
  • Hindari paparan sinar matahari atau suhu panas di area wajah yang disuntik, seperti berjemur, sauna, berendam air panas, atau hot wax.
  • Anda boleh menggunakan tabir surya, makeup, maupun pembersih pada wajah. Namun, baiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai hal ini.
  • Tinggikan posisi kepala dengan bantal saat tidur untuk mengurangi pembengkakan.
  • Seberapa sering perawatan ini akan dilakukan, sesuai anjuran dokter.
  • Segera periksakan ke dotker jika muncul efek samping yang mengganggu.

Hasil treatment dan daya tahan filler berbeda-beda pada setiap orang. Hal ini tergantung dari beberapa faktor seperti bagian wajah mana yang di-treatment, jumlah cairan yang disuntikkan, dan seberapa baik metabolisme tubuh pasien.

Cairan pengisi biasanya membutuhkan waktu sekitar 4 bulan untuk mengisi ruang-ruang pada kulit yang menipis. Dengan perawatan yang tepat, efek filler bisa bertahan 6 bulan hingga 1 tahun ke depan.

Efek samping filler

Umumnya, suntik filler cenderung aman karena bahan suntikan atau injeksi bersifat sementara. Kecuali untuk filler dengan kandungan polimetil metakrilat yang sifatnya permanen.

Namun sama seperti perawatan kecantikan lainnya, filler mungkin saja menimbulkan efek samping pada beberapa orang. Efek samping filler meliputi:

  • Nyeri, memar, atau bengkak di area suntik
  • Reaksi alergi
  • Infeksi
  • Kulit gatal dan kemerahan
  • Kulit kebas atau mati rasa
  • Tumbuh jaringan parut di area bekas suntikan

Anda bisa menggunakan kompres dingin untuk membantu meringankan rasa nyeri atau bengkak di area yang di-filler. Namun, apabila efke sampingnya terus mengganggu atau semakin memburuk, segera konsultasikan ke dokter tempat Anda melakukan perawatan filler.

Cara meminimalisir efek samping filler

Sebelum mencoba 1 dari 4 jenis filler yang ada, baiknya pelajari dulu kelebihan, kekurangan, dan efek sampingnya masing-masing. Agar efek samping filler bisa dihindari, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan, yaitu:

1. Pilih tempat perawatan yang tepat

Jangan asal melakukan suntik filler di sembarang klinik kecantikan. Pilihlah klinik atau rumah sakit yang terpercaya, resmi, lokasi dan alat-alatnya aman serta steril.

2. Pastikan dokter atau praktisi tersertifikasi

Sebelum mencoba jenis filler apa pun, pastikan dokter atau praktisi yang menangani Anda mempunyai keahlian tersebut. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan adanya sertifikasi legal. Jangan sampai Anda tertipu dengan dokter abal-abal.

3. Hati-hati dalam memilih produk

Selain di klinik kecantikan maupun rumah sakit, ada juga filler yang dijual di pasaran sehingga mudah didapatkan. Namun, ada baiknya hindari hal tersebut bila Anda benar-benar tidak yakin dengan jenis filler yang cocok bagi kulit. Segera konsultasikan pada dokter spesialis kulit maupun praktisi yang ahli di bidangnya.

Harga filler di setiap klinik

Biaya perawatan filler berbeda-beda tergantung bagian tubuh mana yang akan di-treatment dan dosis yang digunakan. Sebagai perbandingan, berikut harga suntik filler di klinik yang bekerja sama dengan Honestdocs:

Filler wajah

Luxe Dental & Aesthetic Center: Rp 1.800.000

Kama Beauty Organic: Rp 4.275.000

Genese Clinic: Rp 5.130.000

Reface Clinic: Rp 5.244.000

Skinthestic Clinic: Rp 7.600.000

Filler bawah mata

Kama Beauty Organic: Rp 3.800.000

Filler pipi

Kama Beauty Organic: Rp 3.800.000

Filler hidung

Kama Beauty Organic: Rp 4.275.000

Filler dagu

Klinik Estetik Ambrosia: Rp 2.850.000

Kama Beauty Organic: Rp 3.800.000

Cek langsung pilihan paket filler dan bandingkan harganya di klinik yang terdekat dengan Anda di sini. Jangan lewatkan promo paket kesehatan terbaru lewat aplikasi Honestdocs yang bisa Anda download langsung di sini.

7 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Healthline. How Long Do Dermal Fillers Last? (https://www.healthline.com/health/how-long-does-filler-last). 21 Februari 2020.
Healthline. 10 Best Aftercare Tips for Lip Fillers. (https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/lip-fillers-aftercare). 17 April 2020.
Journal of Cutaneous and Aesthetic Surgery. Dermal Fillers: Do's and Dont's. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2890128/). 2010.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app