Perawatan Wajah

Apa Saja Metode Perawatan Wajah yang Dapat Dilakukan oleh Dokter Kecantikan?

Dipublish tanggal: Nov 29, 2019 Update terakhir: Mei 18, 2020 Waktu baca: 4 menit
Apa Saja Metode Perawatan Wajah yang Dapat Dilakukan oleh Dokter Kecantikan?

Saat ini ada berbagai produk perawatan wajah yang digunakan di rumah untuk menjaga kesehatan kulit wajah sekaligus mendukung penampilan yang segar. Salah satunya dengan menerapkan penggunaan masker pada wajah. Dengan rajin memakai masker wajah setiap 1-2 kali seminggu yang mengandung bahan alami dan fungsi sesuai dengan kebutuhan kulit, maka masalah wajah dapat diatasi.

Dalam beberapa tahun terakhir perkembangan metode tren kecantikan semakin canggih, tak hanya operasi plastik, tetapi ada berbagai metode yang dapat membantu mengurangi tanda-tanda penuaan pada kulit, seperti botox dan filler. Tetapi ketika masalah kulit dan kondisi tanda penuaan pada wajah sudah tidak mampu diatasi dengan bahan alami, mungkin ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter kecantikan sebelum menjalankan metode perawatan kecantikan.

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Perawatan Facial via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket perawatan facial hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Ia b02 perawatan facial

Baca juga: Jenis Produk Perawatan Wajah Pencegah Penuaan Dini

Perawatan Wajah oleh Dokter Kecantikan

Dengan pergi ke dokter kecantikan mungkin menjadi salah satu pilihan yang dapat dilakukan untuk melakukan perawatan wajah. Dokter kecantikan dinilai dapat mencegah, mengurangi, dan menghilangkan tanda-tanda penuaan serta masalah kulit yang dialami sehingga dapat membuat wajah lebih cerah dan sehat. 

Selain itu, ada beberapa perawatan lain yang dapat dilakukan oleh dokter kecantikan beserta efek samping yang mungkin dialami, antara lain: 

Botox

Botox merupakan salah satu perawatan wajah dengan cara menyuntikkan botulinum toxin ke bagian tubuh yang diinginkan, termasuk ke bagian wajah. Suntik botox dapat mengurangi kerutan karena botox dapat mengurangi pergerakan otot di wajah, membuat wajah lebih kencang, serta membuat wajah terlihat awet muda.

Efek samping dari suntik botox ada bermacam-macam, di antaranya bengkak dan memar di sekitar area suntik, dan suntik botox juga dapat menyebabkan tubuh menjadi sulit menelan, sulit bernafas, sulit berbicara, dan gangguan penglihatan. Apabila Anda mengalaminya, segera hubungi dokter. Suntik botox yang tidak tepat juga dapat menyebabkan gangguan gerakan kelopak mata dan menyebabkan senyum menjadi miring.

Chemical peeling

Chemical peeling dilakukan untuk membantu menghilangkan bekas luka dan kerutan pada kulit, termasuk luka bekas jerawat. Selain itu, chemical peeling juga dapat menghilangkan kutil pada wajah, keloid atau pertumbuhan jaringan parut berlebihan, pigmentasi kulit tidak normal, wajah gelap, kulit berbintik, hingga herpes simplex.

Iklan dari HonestDocs
Standard Facial 1 Kali Di Reface Clinic

Sudah termasuk cuci wajah, peeling, ekstrak komedo, dan masker.

Standard facial 1x di reface clinic

Chemical peeling menggunakan bahan kimia untuk mengelupaskan lapisan kulit mati sehingga permukaan kulit akan tampak halus dan lebih muda. Bahan kimia yang digunakan juga dapat disesuaikan dengan kedalaman lapisan kulit yang ingin dicapai. Perawatan chemical peeling ini dapat dikombinasikan dengan perawatan lainnya dan juga bisa membantu mengurangi kerutan pada wajah, menghilangkan jerawat, mengencangkan kulit wajah, dan menghilangkan flek hitam di kulit.

Sebelum menjalani perawatan chemical peeling, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kecantikan. Apabila memiliki kulit sensitif, sebaiknya Anda lebih waspada terhadap bahan yang digunakan dalam perawatan ini supaya tidak memberi efek buruk pada kulit.

Beberapa efek samping dari chemical peeling antara lain warna kulit dapat menjadi lebih gelap, kulit rentan terinfeksi bakteri dan jamur, serta wajah akan kemerahan dan kembali normal setelah beberapa hari. Selain itu, chemical peeling juga dapat menyebabkan kerusakan pada hati, ginjal, dan jantung akibat kandungan asam karbolat yang diserap kulit ketika dioleskan. 

Baca juga: 7 Kandungan Penting dalam Krim Anti-Aging

Laser resurfacing

Perawatan laser resurfacing bertujuan untuk menghaluskan kulit dengan bekas jerawat maupun bekas luka, mengencangkan kulit wajah, dan mengurangi garis halus pada wajah. Terdapat 2 cara dalam perawatan laser resurfacing yaitu proses laser non ablatif dan proses laser ablatif. Proses laser non ablatif bertujuan untuk memicu pembentukan kolagen pada wajah, sedangkan laser ablatif digunakan untuk mengangkat lapisan kulit paling atas.

Perawatan laser tidak dianjurkan dilakukan pada ibu hamil atau ibu menyusui, penderita diabetes, serta keloid. Apabila Anda sedang mengonsumsi obat jerawat isotretinoin atau pernah menjalani terapi radiasi, Anda juga tidak disarankan melakukan perawatan laser. 

Iklan dari HonestDocs
Standard Facial 1 Kali Di Reface Clinic

Sudah termasuk cuci wajah, peeling, ekstrak komedo, dan masker.

Standard facial 1x di reface clinic

Perawatan menggunakan laser juga dapat menimbulkan efek samping. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi setelah perawatan laser ablatif meliputi munculnya jerawat, keloid, infeksi, gatal, bengkak, wajah kemerahan, perubahan warna kulit, hingga ektropion atau kelopak mata terlipat ke luar. Sedangkan perawatan laser non ablatif juga dapat menimbulkan beberapa efek samping, seperti munculnya infeksi, luka, kulit melepuh, bengkak, perubahan warna kulit, dan kulit menjadi kemerahan. 

Dermabrasi

Dermabrasi merupakan salah satu perawatan kulit yang hampir sama dengan chemical peel, yaitu berfungsi untuk mengangkat sel kulit mati, hanya saja prosedurnya berbeda. Dermabrasi menggunakan alat khusus untuk mengikis permukaan kulit, menghilangkan bekas jerawat, bekas luka, dan kerutan pada wajah. Proses dermabrasi ini membutuhkan anestesi yang biasanya berupa obat penenang atau anestesi umum tergantung pada seberapa luas kulit yang akan menjalani perawatan.

Sebelum melakukan perawatan dermabrasi, Anda harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, karena tidak semua orang boleh melakukan dermabrasi. Apabila Anda memiliki keloid, herpes simplex, jerawat meradang, dan luka bakar, maka tidak disarankan melakukan dermabrasi. Dermabrasi juga memiliki efek samping, seperti perubahan warna kulit, munculnya jerawat, pori-pori membesar, alergi, hingga terinfeksi virus, bakteri, dan jamur.

Filler

Filler merupakan perawatan kulit dengan cara menyuntikkan cairan atau gel yang mengandung zat tertentu ke kulit berkerut. Perawatan filler ini bersifat sementara, yaitu tahan sekitar 4 bulan sampai 1 tahun tergantung jenis kerutan dan jenis cairan filler yang digunakan. Cairan filler akan mengisi lapisan bawah kulit sehingga permukaan kulit akan lebih naik dan kerutan wajah dapat terlihat lebih halus.

Perawatan filler juga menimbulkan efek samping, seperti terjadi infeksi, muncul benjolan kecil di bawah kulit, perubahan warna kulit, hingga alergi. Selain itu, filler juga dapat menyebabkan nekrosis, yaitu kematian jaringan tubuh. Hal ini dapat disebabkan karena terhambatnya aliran darah ke jaringan tubuh akibat bahan filler yang disuntikkan ke kulit Anda sehingga menyebabkan kematian jaringan. 

Maka dari itu, sebaiknya Anda selalu melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter kecantikan sebelum melakukan perawatan wajah apapun. Sebaiknya tanyakan ke dokter juga mengenai resiko yang dapat terjadi dan prosedur keamanan dari perawatan yang akan Anda lakukan. 

Baca juga: Kurangi Risiko Penuaan Dini dengan Mengurangi Makanan Ini

76 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
What Are the Side Effects of Facial Fillers?. Healthline. (https://www.healthline.com/health/facial-fillers-side-effects)
Types of Dermal Fillers. American Society of Plastic Surgeons. (https://www.plasticsurgery.org/cosmetic-procedures/dermal-fillers/types)
Comparing Different Types of Facial Fillers. Verywell Health. (https://www.verywellhealth.com/facial-fillers-different-types-2710254)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Artikel selanjutnya
Kondisi Gigi yang Bisa Di Veneer dan Tidak Menurut Ahli
Kondisi Gigi yang Bisa Di Veneer dan Tidak Menurut Ahli

Jaman modern saat ini penggunaan veneer gigi menjadi hal yang banyak orang lakukan untuk menunjang sebuah penampilan dan meningkatkan rasa percaya diri. Namun kondisi gigi seperti apakah yang bisa di veneer? Berikut pada artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai kondisi gigi yang bisa di veneer dan tidak menurut pada ahli.

Buka di app