5 Metode Perawatan Wajah yang Umum Dilakukan di Dokter atau Klinik Kecantikan

Dipublish tanggal: Nov 29, 2019 Update terakhir: Mar 17, 2021 Waktu baca: 4 menit
5 Metode Perawatan Wajah yang Umum Dilakukan di Dokter atau Klinik Kecantikan

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Ada berbagai produk perawatan wajah yang tersedia untuk menjaga kesehatan kulit wajah sekaligus mendukung penampilan yang lebih segar
  • Selain penggunaan masker wajah, sejumlah metode perawatan di dokter atau klinik kecantikan juga dapat menjadi solusi yang tepat dan praktis
  • Beberapa perawatan wajah yang dapat dilakukan oleh dokter kecantikan antara lain suntik botox, chemical peeling, laser wajah, dermabrasi, hingga filler
  • Suntik botox akan membantu mengurangi kerutan pada wajah dan membuat wajah lebih kencang sehingga wajah Anda akan terlihat lebih awet muda
  • Perawatan laser resurfacing atau laser wajah dapat menghilangkan bekas jerawat maupun bekas luka serta membantu mengencangkan kulit wajah
  • Temukan dan booking paket perawatan kecantikan dan paket kesehatan lainnya dengan harga bersahabat dan dokter berpengalaman melalui HDMall

Saat ini ada berbagai produk perawatan wajah yang digunakan di rumah untuk menjaga kesehatan kulit wajah sekaligus mendukung penampilan yang segar. Salah satunya dengan menerapkan penggunaan masker pada wajah. Dengan rajin memakai masker wajah setiap 1-2 kali seminggu yang mengandung bahan alami dan fungsi sesuai dengan kebutuhan kulit, maka masalah wajah dapat diatasi.

Dalam beberapa tahun terakhir perkembangan metode tren kecantikan semakin canggih, tak hanya operasi plastik, tetapi ada berbagai metode yang dapat membantu mengurangi tanda-tanda penuaan pada kulit, seperti botox dan filler. Tetapi ketika masalah kulit dan kondisi tanda penuaan pada wajah sudah tidak mampu diatasi dengan bahan alami, mungkin ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter kecantikan sebelum menjalankan metode perawatan kecantikan.

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Laser Wajah via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket laser wajah hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Ia b06 laser wajah

Baca juga: Jenis Produk Perawatan Wajah Pencegah Penuaan Dini

5 Metode perawatan wajah yang umum dilakukan di dokter atau klinik kecantikan

Dengan pergi ke dokter atau klinik kecantikan mungkin menjadi salah satu pilihan yang dapat dilakukan untuk melakukan perawatan wajah. Dokter kecantikan dinilai dapat membantu  mencegah, mengurangi, dan menghilangkan tanda-tanda penuaan serta masalah kulit yang dialami sehingga dapat membuat wajah lebih cerah dan sehat. 

Berikut ini beberapa perawatan wajah yang dapat dilakukan oleh dokter kecantikan atau umum dipilih saat berada di klinik kecantikan, antara lain: 

1. Botox

Botox merupakan salah satu perawatan wajah dengan cara menyuntikkan botulinum toxin ke bagian tubuh yang diinginkan, termasuk ke bagian wajah. Suntik botox dapat mengurangi kerutan dengan cara meminimalisir pergerakan otot di wajah dan membuat wajah lebih kencang sehingga wajah akan terlihat lebih awet muda.

Efek samping dari suntik botox ada bermacam-macam, di antaranya bengkak dan memar di sekitar area suntik, dan suntik botox juga dapat menyebabkan tubuh menjadi sulit menelan, sulit bernafas, sulit berbicara, dan gangguan penglihatan. Apabila Anda mengalaminya, segera hubungi dokter. 

Suntik botox yang tidak tepat juga dapat menyebabkan gangguan gerakan kelopak mata dan menyebabkan senyum menjadi miring. Oleh karenanya, perlu dipastikan untuk melakukan suntik botox di dokter yang sudah berpengalaman atau klinik kecantikan terpercaya.

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Filler via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket filler hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Ia b03 filler

2. Chemical peeling

Chemical peeling dilakukan untuk membantu menghilangkan bekas luka dan kerutan pada kulit, termasuk luka bekas jerawat. Selain itu, chemical peeling juga dapat menghilangkan kutil pada wajah, keloid atau pertumbuhan jaringan parut berlebihan, pigmentasi kulit tidak normal, warna kulit gelap, kulit berbintik, hingga pengobatan herpes simplex.

Chemical peeling menggunakan bahan kimia untuk mengelupaskan lapisan kulit mati sehingga permukaan kulit akan tampak halus dan lebih muda. Bahan kimia yang digunakan juga dapat disesuaikan dengan kedalaman lapisan kulit yang ingin dicapai. 

Perawatan chemical peeling ini dapat dikombinasikan dengan perawatan lainnya dan juga bisa membantu mengurangi kerutan pada wajah, menghilangkan jerawat, mengencangkan kulit wajah, dan menghilangkan flek hitam di kulit.

Sebelum menjalani perawatan chemical peeling, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kecantikan. Apabila memiliki kulit sensitif, sebaiknya Anda lebih waspada terhadap bahan yang digunakan dalam perawatan ini supaya tidak memberi efek buruk pada kulit.

Beberapa efek samping dari perawatan chemical peeling antara lain warna kulit dapat menjadi lebih gelap, kulit rentan terinfeksi bakteri dan jamur, serta wajah akan kemerahan dan kembali normal setelah beberapa hari. Selain itu, chemical peeling juga dapat menyebabkan kerusakan pada hati, ginjal, dan jantung akibat kandungan asam karbolat yang diserap kulit ketika dioleskan. 

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Perawatan Facial via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket perawatan facial hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Ia b02 perawatan facial

Baca juga: Samarkan Tanda Penuaan, Ini Manfaat Retinoid pada Kulit Wajah

3. Laser resurfacing

Perawatan laser resurfacing atau laser wajah bertujuan untuk menghaluskan kulit dengan bekas jerawat maupun bekas luka, mengencangkan kulit wajah, dan mengurangi garis halus pada wajah. 

Terdapat 2 cara dalam perawatan laser resurfacing yaitu proses laser non ablatif dan proses laser ablatif. Proses laser non ablatif bertujuan untuk memicu pembentukan kolagen pada wajah, sedangkan laser ablatif digunakan untuk mengangkat lapisan kulit paling atas.

Perawatan laser tidak dianjurkan dilakukan pada ibu hamil atau ibu menyusui, penderita diabetes, serta keloid. Apabila Anda sedang mengonsumsi obat jerawat isotretinoin atau pernah menjalani terapi radiasi, Anda juga tidak disarankan melakukan perawatan laser wajah. 

Perawatan menggunakan laser wajah ini juga dapat menimbulkan efek samping. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi setelah perawatan laser ablatif meliputi munculnya jerawat, keloid, infeksi, gatal, bengkak, wajah kemerahan, perubahan warna kulit, hingga ektropion atau kelopak mata terlipat ke luar. Sedangkan perawatan laser non ablatif juga dapat menimbulkan beberapa efek samping, seperti munculnya infeksi, luka, kulit melepuh, bengkak, perubahan warna kulit, dan kulit menjadi kemerahan. 

4. Dermabrasi

Dermabrasi merupakan salah satu perawatan kulit yang hampir sama dengan chemical peel, yaitu berfungsi untuk mengangkat sel kulit mati, hanya saja prosedurnya berbeda. Dermabrasi menggunakan alat khusus untuk mengikis permukaan kulit, menghilangkan bekas jerawat, bekas luka, dan kerutan pada wajah. Proses dermabrasi ini membutuhkan anestesi yang biasanya berupa obat penenang atau anestesi umum tergantung pada seberapa luas kulit yang akan menjalani perawatan.

Sebelum melakukan perawatan dermabrasi, Anda harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, karena tidak semua orang boleh melakukan dermabrasi. Apabila Anda memiliki keloid, herpes simplex, jerawat meradang, dan luka bakar, maka tidak disarankan melakukan dermabrasi. Dermabrasi juga memiliki efek samping, seperti perubahan warna kulit, munculnya jerawat, pori-pori membesar, alergi, hingga terinfeksi virus, bakteri, dan jamur.

5. Filler

Filler merupakan perawatan kulit dengan cara menyuntikkan cairan atau gel yang mengandung zat tertentu ke kulit berkerut. Perawatan filler ini bersifat sementara, yaitu tahan sekitar 4 bulan sampai 1 tahun tergantung jenis kerutan dan jenis cairan filler yang digunakan. Cairan filler akan mengisi lapisan bawah kulit sehingga permukaan kulit akan lebih naik dan kerutan wajah dapat terlihat lebih halus.

Perawatan filler juga menimbulkan efek samping, seperti terjadi infeksi, muncul benjolan kecil di bawah kulit, perubahan warna kulit, hingga alergi. Selain itu, filler juga dapat menyebabkan nekrosis, yaitu kematian jaringan tubuh. Hal ini dapat disebabkan karena terhambatnya aliran darah ke jaringan tubuh akibat bahan filler yang disuntikkan ke kulit Anda sehingga menyebabkan kematian jaringan. 

Maka dari itu, sebaiknya Anda selalu melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter kecantikan sebelum melakukan perawatan wajah apapun. Sebaiknya tanyakan ke dokter juga mengenai resiko yang dapat terjadi dan prosedur keamanan dari perawatan yang akan Anda lakukan. 

Baca juga: Kurangi Risiko Penuaan Dini dengan Mengurangi Makanan Ini

76 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
What Are the Side Effects of Facial Fillers?. Healthline. (https://www.healthline.com/health/facial-fillers-side-effects)
Types of Dermal Fillers. American Society of Plastic Surgeons. (https://www.plasticsurgery.org/cosmetic-procedures/dermal-fillers/types)
Comparing Different Types of Facial Fillers. Verywell Health. (https://www.verywellhealth.com/facial-fillers-different-types-2710254)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app