Simak 10 Pemicu Psoriasis yang Harus Dihindari

Gejala-gejala psoriasis bisa datang dan pergi, tetapi ada pemicu umum yang harus dihindari oleh penderita psoriasis. Berikut adalah 10 faktor pemicu psoriasis yang perlu Anda hindari:
Dipublish tanggal: Agu 30, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mar 29, 2020 Waktu baca: 3 menit
Simak 10 Pemicu Psoriasis yang Harus Dihindari

Psoriasis adalah penyakit autoimun yang menimbulkan gangguan pada kulit. Penyakiti ni mempengaruhi sekitar 1 hingga 3 persen dari populasi. Meskipun penyakit ini mempengaruhi kulit Anda, psoriasis sebenarnya dimulai di dalam sistem kekebalan tubuh Anda. 

Itu berasal dari sel T, yang merupakan jenis sel darah putih. Sel-sel ini dirancang untuk melindungi tubuh dari infeksi dan penyakit. Namun, pada psoriasis, mereka keliru menjadi aktif dan memicu respons imun lain yang mengarah pada gejala psoriasis.

Iklan dari HonestDocs
Beli Pendukung Gizi & Nutrisi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 8

Gejala psoriasis

Psoriasis ditandai dengan penyakit kulit yang meliputi:

  • bercak-bercak gatal dan bersisik di kulit
  • sisik kulit berwarna keperakan (perak)
  • kering, retak dan mungkin berdarah
  • kuku menebal, bergerigi
  • sendi yang kaku dan bengkak

Gejala psoriasis berkisar dari yang ringan hingga berat.

Penyebab psoriasis

Penyebab pasti psoriasis tidak diketahui. Namun, psoriasis paling umum menyerang orang dewasa dan lebih sering terjadi pada mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan kondisi kulit.

Pemicu psoriasis

Gejala-gejala psoriasis bisa datang dan pergi, tetapi ada pemicu umum yang harus dihindari oleh penderita psoriasis. Berikut adalah 10 faktor pemicu psoriasis yang perlu Anda hindari: 

1.  Makanan pemicu

Meskipun tidak ada ilmu medis pasti mengenai perubahan pola makan, namun menurut National Psoriasis Foundation, seseorang dengan psoriasis sebaiknya mencoba menghindari produk susu murni, buah jeruk, gluten, dan makanan berlemak.

2. Alkohol

Sayangnya, alkohol adalah pemicu bagi banyak orang dengan psoriasis. Studi lain dari Brigham and Women's Hospital melihat peningkatan psoriasis pada penderita yang minum bir. Peningkatan itu dikaitkan dengan dua hingga tiga minuman per minggu.

Iklan dari HonestDocs
Beli Pendukung Gizi & Nutrisi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 8

3. Kelebihan sinar matahari

Bagi penderita psoriasis, terlalu banyak sinar matahari bisa menyebabkan wabah besar. Sementara sejumlah kecil sinar matahari dapat meringankan gejala pada beberapa orang. Selain itu, perlu juga diketahui bahwa sengatan sinar matahari yang membakar dapat menyebabkan kondisi ini kambuh kembali. 

Jika Anda menemukan bahwa sedikit sinar matahari dapat membantu gejala Anda, ingatlah untuk tetap berjemur diri seminimum mungkin. 

4. Cuaca dingin dan kering

Iklim yang dingin dan kering juga dapat memperburuk gejala psoriasis. Untuk mengatasi keadaan ini, minimalkan aktivitas di luar ruangan saat udara terlalu dingin atau panas. Penggunaan humidifier juga dapat membantu ruangan agar tetap lembab.

5. Stres

Stres dan psoriasis sering berjalan beriringan. Sayangnya, stres adalah pemicu besar untuk wabah psoriasis. Penting untuk berupaya mengurangi stres dalam hidup Anda sebanyak mungkin. Yoga dan latihan meditasi telah menunjukkan keberhasilan besar dalam menghilangkan stres.

6. Obesitas

Kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko psoriasis serta membuat gejala lebih buruk. Sebuah studi di JAMA Dermatology pada 2013 menemukan penemuan yang mendukung antara diet rendah kalori dan peningkatan psoriasis.

7. Merokok

Hindari merokok jika Anda menderita psoriasis. Tembakau dapat meningkatkan risiko psoriasis dan juga membuat gejala Anda lebih parah.

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4

8. Obat-obatan tertentu

Beberapa obat mengganggu respons autoimun tubuh Anda dan dapat menyebabkan serangan psoriasis yang parah. Obat-obatan ini termasuk beta-blocker (yang digunakan untuk tekanan darah tinggi), obat-obatan steroid, dan pil yang diminum untuk menghentikan malaria. 

Selalu beri tahu dokter Anda jika Anda memiliki psoriasis dan salah satu dari obat ini diresepkan.

9. Infeksi

Beberapa infeksi umum seperti radang tenggorokan (Streptococcal pharyngitis), sariawan (Candida albicans), dan infeksi saluran pernapasan atas dapat memicu wabah psoriasis. Jika Anda mencurigai bahwa Anda telah terinfeksi salah satu dari jenis bakteri ini, segera periksakan diri ke dokter Anda.

10. Goresan, gigitan, dan cedera kulit

Jika Anda memiliki bug bite, luka, gesekan, atau Anda pernah mengalami cedera kulit apa pun, Anda mungkin akan melihat lesi psoriasis baru di dekat area yang terkena. Jenis cedera ini bahkan dapat terjadi dalam kegiatan sehari-hari seperti bercukur.

Saat melakukan aktivitas apa pun yang dapat menyebabkan cedera kulit, pastikan untuk mengambil tindakan pencegahan ekstra agar kulit tetap terlindungi.

Pengobatan psoriasis

Tidak ada obat untuk psoriasis. Namun, ada beberapa perawatan yang efektif yang dapat membantu mengurangi keluhan gejala, termasuk:

1. Perawatan topikal

Mengoleskan krim atau salep pada kulit memiliki beberapa fungsi, diantaranya adalah:

  • membantu mengurangi peradangan dan pergantian sel kulit
  • menekan sistem kekebalan tubuh
  • menenangkan kulit

2. Terapi cahaya

Seperti disebutkan di atas, sejumlah matahari dapat membantu gejala, tetapi terlalu banyak sinar matahari dapat memperburuk gejala psoriasis. Pilihan lain adalah denga menggunakan sinar ultraviolet buatan untuk mengobati psoriasis.

3. Perawatan sistemik

Untuk kasus yang lebih parah, dokter akan meresepkan perawatan oral (diminum) atau disuntikkan (dikirim melalui suntikan). Intervensi ini dikenal sebagai perawatan sistemik.

4. Terapi kombinasi

Seringkali dokter akan menggunakan beberapa jenis terapi, yang dapat bekerja dengan lebih baik untuk mengatasi kondisi Anda.

13 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app