Awas, 5 Penyakit Ini Bisa Terjadi Akibat Kelamaan Menonton TV

Dipublish tanggal: Jul 6, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Okt 24, 2019 Waktu baca: 3 menit
Awas, 5 Penyakit Ini Bisa Terjadi Akibat Kelamaan Menonton TV

Menonton TV sering kali menjadi solusi terbaik untuk menghilangkan rasa bosan setelah seharian beraktivitas. Namun hati-hati, manfaat tersebut bisa berbalik jadi bahaya kalau Anda melakukannya hingga berjam-jam setiap hari tanpa diimbangi dengan olahraga rutin. Memangnya, apa saja penyakit akibat menonton tv terlalu lama? Berikut daftarnya.

Penyakit akibat menonton TV terlalu lama

Sebetulnnya tidak salah jika Anda memilih untuk duduk atau berbaring sambil menonton TV setelah seharian beraktivitas. Hal ini bisa menjadi salah satu cara untuk melepas lelah sekaligus menyegarkan pikiran setelah berkutat dengan pekerjaan di kantor.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Jantung via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 10

Meski demikian, menonton TV tetap ada batasnya dan tak boleh sampai berlebihan. Alih-alih bermanfaat, menonton TV terlalu lama justru bisa memicu berbagai penyakit di masa mendatang.

Berikut ini 5 jenis penyakit yang bersumber dari terlalu sering menonton TV, antara lain:

1. Menurunkan fungsi mata

"Jangan kelamaan nonton TV, nanti matanya sakit!" Anda mungkin sudah sering mendengar ujaran tersebut dari orangtua atau bahkan mengucapkannya sendiri pada orang lain.

Bukan cuma mitos, kelamaan menonton TV memang tidak baik untuk kesehatan mata. Sebab ketika menonton TV, maka Anda akan fokus pada satu objek saja dan mata jarang berkedip.

Meskipun sering dianggap sepele, namun kondisi tersebut diam-diam dapat mengganggu organ penglihatan. Akibatnya, fungsi mata terus menurun dari waktu ke waktu dan menyebabkan pusing.

Tak hanya sekadar bikin cepat pusing atau mata buram, bahaya menonton TV pada mata bisa lebih jauh dari itu. Para ahli dari City University London menemukan bahwa kebiasaan nonton TV hingga berjam-jam dapat mendeteksi dini risiko glaukoma.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Jantung via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 10

Baca Selengkapnya: Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Benar Menurut Dokter

2. Kualitas kesehatan yang semakin menurun

Sebetulnya sah-sah saja kalau Anda menonton TV hanya untuk menyegarkan pikiran sambil menunggu waktu tidur malam. Namun saking serunya acara TV, Anda sampai tak sadar sudah menghabiskan waktu berjam-jam bahkan sampai rela begadang.

Memiliki jam tidur yang tidak teratur lama-kelamaan akan mengganggu kesehatan tubuh secara menyeluruh. Apalagi kalau sampai jadwal tidur malam Anda jadi kacau akibat acara televisi yang Anda sukai. 

Semakin sering begadang, maka kesehatan Anda berisiko semakin menurun dari hari ke hari.

3. Risiko penyakit jantung

Penyakit jantung mengintai orang-orang yang terlalu sering menonton TV. Hal ini ditemukan dalam studi dari Columbia University Vagelos College of Physicians and Surgeons, bahwa orang yang menonton TV lebih dari 4 jam sehari berisiko 50% lebih tinggi terkena penyakit jantung dan kardiovaskuler, daripada yang hanya nonton TV 2 jam sehari.

Saat menonton televisi, maka tubuh akan lebih banyak duduk alias sedikit bergerak dalam durasi waktu yang cukup lama. Terlebih, tidak lengkap rasanya jika menonton TV tanpa ngemil keripik, kentang goreng, atau makanan cepat saji lainnya. Kandungan garam dan kolesterol tinggi dari makanan-makanan tersebut dapat semakin meningkatkan risiko penyakit jantung.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Sekali-dua kali menonton TV terlalu lama memang tidak akan langsung memberikan efek buruk pada kesehatan. Apalagi penyakit jantung, penyakit ini tidak datang dalam jangka waktu pendek tapi diam-diam menggerogoti tubuh Anda dalam jangka panjang.

Baca Juga: Kenali Ciri-Ciri Penyakit Jantung di Usia Muda Sebelum Terlambat

4. Obesitas

Obesitas atau kegemukan bisa dialami oleh siapa pun yang tidak menjaga pola makan dengan baik, baik pada orang dewasa hingga anak-anak. Tubuh yang mengalami obesitas mudah terserang berbagai jenis gangguan kesehatan maupun penyakit.

Terlebih lagi bagi Anda yang suka mengemil di depan TV, tentunya penambahan berat badan menjadi kenyataan yang harus Anda terima. Pemicu obesitas yaitu kondisi tubuh kurang bergerak, diperparah dengan sering mengemil karena asyik menonton TV.

5. Asma

Tanpa disadari, risiko penyakit asma akan mengalami peningkatan seiring dengan kebiasaan Anda menonton TV, apalagi sampai berjam-jam setiap hari. Melansir dari NHS UK, anak-anak yang nonton TV lebih dari 2 jam sehari berisiko 2 kali lipa terkena asma, daripada yang menghabiskan waktunya dengan bermain.

Keseringan menonton TV sambil berbaring atau duduk membuat banyak orang jadi malas olahraga. Bila ditambah dengan kebiasaan ngemil camilan yang tak sehat, maka hal ini dapat meningkatkan risiko obesitas. Nah, obesitas inilah yang semakin memperbesar peluang terjadinya asma, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. 

Baca Juga: Hati-hati, Mengidap Asma Saat Dewasa Tingkatkan Risiko Demensia!

Bagaimana cara menghindari risiko tersebut?

Untuk Anda yang sering kali menghabiskan banyak waktu untuk menonton TV, sebaiknya mengurangi kebiasaan tersebut. Mulailah menyusun rencana hidup yang lebih sehat. 

Kunci utama munculnya penyakit akibat menonton TV adalah karena malas gerak (mager). Oleh karena itu, walaupun Anda memiliki hobi menonton televisi, tetap seimbangkan dengan berolahraga secara rutin.

Selain itu, penting juga untuk selalu mengonsumsi makanan yang sehat. Perbanyak juga konsumsi air putih agar metabolisme tubuh tetap terjaga. 

Yang tak kalah penting, hHindari kebiasaan bergadang dan kurang tidur gara-gara menonton televisi hingga larut malam. Pastikan untuk selalu mendapatkan istirahat yang cukup selama 7-8 jam setiap hari agar kondisi tubuh terjaga dengan baik. 

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Rosiek, Anna & Maciejewska, Natalia & Leksowski, Krzysztof & Rosiek-Kryszewska, Aleksandra & Leksowski, Łukasz. (2015). Effect of Television on Obesity and Excess of Weight and Consequences of Health. International journal of environmental research and public health. 12. 9408-26. 10.3390/ijerph120809408. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/281813916_Effect_of_Television_on_Obesity_and_Excess_of_Weight_and_Consequences_of_Health)
6 Ways TV Binge-Watching Hurts Your Health. Everyday Health. (https://www.everydayhealth.com/news/ways-tv-binge-watching-hurts-your-health/)
Effect of Television on Obesity and Excess of Weight and Consequences of Health. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4555288/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app