HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

Schizencephaly - Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

Dipublish tanggal: Apr 17, 2019 Update terakhir: Nov 6, 2020 Waktu baca: 3 menit

Apa itu Schizencephaly

Schizencephaly adalah malformasi serebral kongenital yang jarang terjadi yang ditandai dengan adanya celah linear pada satu atau kedua belahan otak, memanjang dari ventrikel lateral ke permukaan korteks pial, dan yang mengarah ke berbagai gejala neurologis seperti epilepsi, motor defisit, dan keterbelakangan psikomotorik.

Mengenai schizencephaly

Penderita dengan celah atau cleft di hanya satu hemisfer sering menimbulkan kelumpuhan di satu sisi tubuh, kejang, dan memiliki kecerdasan di bawah rata-rata. Tanda dan gejala lain sepertikepala kecil abnormal (mikrosefali), hidrosefalus, kecacatan intelektual, kelumpuhan sebagian atau seluruhnya, atau tonus otot yang buruk (hipotonia).

Perawatan umumnya terdiri dari terapi fisik dan obat-obatan untuk mencegah kejang. Dalam kasus yang dipersulit oleh hidrosefalus, tabung yang ditanam dengan pembedahan, yang disebut shunt, sering digunakan untuk mengalihkan cairan ke area lain dari tubuh di mana ia dapat diserap.

Meskipun penyebab pasti schizencephaly tidak diketahui, sebagian besar kasus tidak dianggap sebagai penyakit bawaan. Jarang sekali schizencephaly dapat mempengaruhi lebih dari satu anggota keluarga.

Kondisi Ini menunjukkan bahwa dalam beberapa kasus, schizencephaly mungkin dapat terjadi secara turun temurun. Kedua pola bawaan genetik secara autosom dominan dan resesif autosomal merupakan kondisi utama terjadinya schizencephaly. 

Apa yang menyebabkan terjadinya Schizencephaly

Riwayat genetik menjadi salah satu etiologi dan penyebab utama pada timbulnya schizencephaly. Beberapa pasien dengan schizencephaly telah ditemukan memiliki mutasi pada gen EMX2, beberapa peneliti percaya bahwa penyebab ini sangat jarang.

Studi lain melaporkan deteksi mutasi pada gen SIX3 dan SHH. Meskipun penyebabnya tidak diketahui, komponen keturunan (genetik) telah ditemukan pada hubungan saudara kandung dalam rantai keluarga. 

Apa saja gejala yang ditimbulkan pada Schizencephaly

Keterlambatan pada pertumbuhan menjadi gejala umum pada terjadinya schizencephaly. Gangguan motorik berkorelasi dengan derajat kelainan anatomi, terutama ketika celah cleftbilateral. Kejang juga relatif umum terjadi meskipun keparahan dan prevalensi kejang tampaknya tidak tergantung pada tingkat keterlibatan anatomi.

Gejala lainnya yang dapat ditemukan pada penderita schizencephaly antara lain:

Bagaimana cara mencegah terjadinya Schizencephaly

Sampai saat ini tidak diketahui bagaimana cara mencegah terjadinya schizencephaly. Ini dikaitkan dengan adanya gangguan secara genetik pada salah stau anggota keluarga yang membawa mutasi gen yang dapat menyebabkan munculnya penyakit tersebut. Pemeriksaan genetika dapat dilakukan apabila timbul kecendrungan pada terjadinya schizencephaly.

Salah satunya yaitu Genetic Testing Registry (GTR) menyediakan informasi tentang tes genetik untuk kondisi tersebut. 

Bagaimana cara mengobati Schizencephaly

Pilihan pengobatan terbaik untuk penderita schizencephaly tergantung pada banyak faktor, termasuk keparahan kondisi dan tanda-tanda dan gejala yang ada. Terapi simtomatis menjadi terapi utama pada terjadinya schizencephaly yang dipastikan melalui beberapa pemeriksaan pencitraan seperti computed tomography (CT) Magnetic Resonance Imaging (MRI).

Pemeriksaan dengan ultrasonografi kranial pada Skizensefali semakin banyak didiagnosis sebelum atau sesudah melahirkan. Skizencephaly pada celah atau cleft tertutup sulit diidentifikasi, sedangkan bentuk celah terbuka yang berukuran besar dapat mudah terlihat.

Misalnya, orang dengan keterlambatan perkembangan) atau kelumpuhan parsial dapat dikonsultasikan ke fisioterapi atau terapi okupasi. Obat-obatan sering diresepkan untuk mencegah kejang.

Dalam kasus yang dipersulit oleh hidrosefalus, tabung yang ditanam dengan operasi, disebut shunt, sering digunakan untuk mengalihkan cairan ke area lain yang dapat diserap.

Dalam beberapa kasus, schizencephaly juga dapat didiagnosis sebelum lahir (sebelum kelahiran) dengan USG setelah usia kehamilan 20 minggu. Jika cleft atau celah terlihat pada USG, pemindaian MRI pada bayi mungkin disarankan untuk mengkonfirmasi diagnosis.

Pengobatan terdiri atas pemberian obat anti-epilepsi untuk mencegah kejang.

Terapi lainnya yang dapat digunakan yaitu pembedahan seperti reseksi baik sumbing schizencephalic saja atau pembedahan sumbing dan jaringan epileptogenik sekitarnya.

Selain itu, tindakan lobektomi temporal atau frontotemporal dapat dilakukan.

Observasi kedepan dari penaganan skizencephaly bervariasi tergantung pada ukuran dan lokasi celah dan tingkat kecacatan. Sebagai contoh, anak-anak dengan sumbing kecil di satu belahan mungkin mengalami kelumpuhan pada satu sisi tubuh dan sedikit atau tidak ada cacat intelektual, sedangkan celah di kedua belahan dapat menyebabkan quadriplegia (kelumpuhan kedua lengan dan kaki) dan cacat intelektual yang lebih parah. 


5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
William C. Shiel Jr., MD, FACP, FACR, Schizencephaly (https://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=15542).
Ken R Close, MD, Schizencephaly (https://emedicine.medscape.com/article/413051-overview), 5 November 2015.

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Buka di app