Mikrosefali: Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Mar 9, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 931.999 orang

Mikrosefali adalah kondisi di mana kepala bayi jauh lebih kecil dari ukuran biasanya dan diikuti dengan perkembangan otak tidak sempurna serta ukuran otak yang mengecil. 

Sebagian besar anak-anak dengan mikrosefali juga memiliki otak kecil dan cacat intelektual. Namun, pada beberapa penderita mikrosefali memiliki kecerdasan normal.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Apa yang menyebabkan mikrosefali?

Mikrosefali dapat disebabkan oleh banyak hal, contohnya paparan zat berbahaya selama perkembangan janin, atau mungkin berhubungan dengan masalah genetik atau sindrom keturunan yang cenderung diturunkan dalam satu keluarga. Beberapa masalah di bawah ini adalah beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya mikrosefali, di antaranya:

  • Paparan bahan kimia atau zat berbahaya
  • Keracunan methylmercury
  • Kekurangan vitamin dan nutrisi yang tepat dalam diet
  • Infeksi pada ibu hamil cytomegalovirus, rubella, atau varicella
  • Cedera otak yang terjadi sebelum atau sesudah kelahiran (trauma, kondisi hipoksia) 
  • Mengonsumsi obat dan alkohol ilegal
  • Fenilketonuria yang tidak diobati

Mikrosefali dapat terjadi sendiri atau terjadi akibat masalah kesehatan lainnya, dan dapat terjadi akibat penyakit genetik. Acquired microcephaly dapat terjadi setelah lahir karena berbagai cedera otak seperti kekurangan oksigen atau infeksi.

Apa saja tanda dan gejala anak Anda mengalami mikrosefali?

Berikut ini adalah gejala-gejala mikrosefali yang paling umum. Namun, setiap anak dapat mengalami gejala berbeda. Gejala yang mungkin terjadi termasuk:

  • Ukuran kepala bayi yang sangat kecil
  • Tangisan bernada tinggi
  • Kesulitan dalam menelan makan 
  • Kejang
  • Kehilangan pendengaran
  • Gangguan penglihatan dan mental
  • Meningkatnya gerakan lengan dan kaki (kelenturan)
  • Keterlambatan perkembangan
  • Sulit fokus pada satu hal
  • Super aktif 
  • Cacat intelektual

Gejala-gejala mikrosefali mungkin menyerupai kondisi lain atau masalah medis lainnya. Selalu konsultasikan dengan dokter anak Anda untuk menentukan diagnosis penyakit ini secara pasti.

Bagaimana cara mendeteksi mikrosefali?

Mikrosefali dapat didiagnosis sebelum lahir dengan USG prenatal, teknik pencitraan diagnostik yang menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi dan komputer untuk membuat gambar pembuluh darah, jaringan, dan organ. Ultrasound digunakan untuk melihat fungsi organ-organ di dalam tubuh bayi, dan dapat digunakan untuk menilai aliran darah melalui berbagai pembuluh darah.

Dalam banyak kasus, mikrosefali mungkin tidak dapat dideteksi dengan USG sampai trimester ketiga dan oleh karena itu mungkin tidak terlihat pada ultrasound yang dilakukan pada awal kehamilan. Diagnosis mikrosefali dapat dibuat saat lahir atau pada masa-masa perkembangan bayi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Biasanya, bayi dengan mikrosefali, memiliki lingkar kepala yang jauh lebih kecil dari biasanya. Pada pemeriksaan fisik, dokter akan menanyakan riwayat prenatal dan kelahiran yang lengkap. Pada bayi yang lebih tua dan anak-anak, dokter juga dapat menanyakan apakah ada riwayat keluarga mikrosefali atau masalah medis lainnya. Dokter juga akan bertanya tentang perkembangan bayi karena bayi dengan mikrosefali dapat memiliki masalah lain, seperti cacat intelektual dan keterlambatan perkembangan yang mungkin memerlukan tindak lanjut medis untuk mengatasi masalah yang mendasarinya. 

Beberapa indikator yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi apakah seorang bayi mengalami mikrosefali atau tidak adalah:

  • Lingkar kepala. Pengukuran ini dibandingkan dengan skala untuk pertumbuhan dan ukuran normal.
  • X-ray. Tes diagnostik yang menggunakan sinar energi elektromagnetik tak terlihat untuk menghasilkan gambar jaringan internal, tulang, dan organ ke dalam film.
  • Computed tomography scan (juga disebut CT atau CAT scan). Prosedur pencitraan diagnostik yang menggunakan kombinasi sinar-X dan teknologi komputer untuk menghasilkan gambar horizontal, atau aksial, (sering disebut irisan) dari tubuh. CT scan menunjukkan gambar detil dari setiap bagian tubuh, termasuk tulang, otot, lemak, dan organ. CT scan lebih rinci daripada sinar-X umum.
  • Pencitraan resonansi magnetik (MRI). Prosedur diagnostik yang menggunakan kombinasi magnet besar, frekuensi radio, dan komputer untuk menghasilkan gambar organ dan struktur yang terperinci di dalam tubuh.
  • Tes darah
  • Tes urine

Tidak ada pengobatan untuk mikrosefali yang akan mengembalikan kepala bayi ke ukuran atau bentuk normal. Karena mikrosefali adalah kondisi seumur hidup yang tidak dapat diperbaiki. Penanganannya berfokus pada mencegah atau meminimalkan cacat dan memaksimalkan kemampuan anak di rumah dan di masyarakat. Dukungan dari orang tua dan lingkungan sekitar sangat dibutuhkan sang anak untuk memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Tingkat masalah sepenuhnya biasanya tidak sepenuhnya dipahami segera setelah lahir, tetapi mungkin terungkap ketika anak mulai tumbuh dan berkembang. Anak-anak yang lahir dengan mikrosefali membutuhkan pemeriksaan yang sering dan tes diagnostik oleh dokter untuk memantau perkembangan kepala ketika anak tumbuh.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit