Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR. VINA SETIAWAN
Kesehatan Mulut dan Gigi

Kenapa Gigi Saya Terasa Sakit Setelah Ditambal?

Dipublish tanggal: Feb 26, 2019 Update terakhir: Feb 27, 2020 Tinjau pada Jul 22, 2019 Waktu baca: 3 menit
Kenapa Gigi Saya Terasa Sakit Setelah Ditambal?

Dokter gigi menyarankan untuk melakukan penambalan apabila ditemukan adanya lubang pada gigi Anda. Gigi akan ditambal dengan bahan yang khusus untuk menutup lubang akibat bakteri dari sisa-sisa makanan yang menempel. 

Setelah ditambal, gigi tidak lagi berlubang dan terlihat rapi. Namun apakah gigi yang telah ditambal bisa menimbulkan sakit? Apa sebab dari kondisi ini? Simak topik ini untuk mengetahui lebih dalam masalah gigi yang sakit setelah dilakukan penambalan. 

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Penyebab sakit gigi setelah ditambal

Gigi berlubang terjadi akibat sisa makanan yang tidak dibersihkan pada gigi dan sela-sela gigi yang mengakibatkan bakteri menempel dan berkembang. Bakteri yang bertahan lama akan merusak sedikit demi sedikit lapisan permukaan gigi sehingga membentuk lubang. 

Lubang yang telah mengenai saraf akan mengakibatkan gigi terasa sakit. Dokter gigi menyarankan untuk melakukan penambalan gigi sehingga bakteri dari gigi berlubang akan dibersihkan dan ditambal untuk menutup gigi dalam serta akar gigi sehingga bakteri tidak menempel.

Gigi yang sering dilakukan penambalan adalah gigi geraham atau premolar karena digunakan untuk mengunyah makanan. Kasus yang sering terjadi adalah gigi yang mulai terasa sakit secara mendadak setelah hitungan jam, hari hingga beberapa minggu setelah ditambal. 

Sebenarnya kondisi ini didasari karena faktor dari proses penambalan dan kebiasaan yang dilakukan setelah Anda menambal gigi. Faktor-faktor yang bisa menjadi penyebab gigi sakit setelah ditambal adalah sebagai berikut:

1. Mengonsumsi makanan atau minuman segera setelah tambal gigi

Dokter gigi selalu menyarankan untuk menunda mengonsumsi makanan setelah penambal gigi agar gigi yang ditambal sementar tidak digunakan hingga proses pengeringan dan pelekatan gigi lebih sempurna.

Perlu waktu kira-kira 1 hari untuk memaksimalkan hasil penambalan gigi. Jika Anda langsung mengonsumsi makanan yang panas, dingin, atau keras, ini akan merusak bahan tambalan dan tambalan gigi bisa saja lepas. Masalah ini terkadang menimbulkan nyeri di lokasi gigi bekas tambalan. 

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

2. Trauma saat tambal gigi

Penambalan gigi dilakukan dengan membersihkan seluruh karies dan lubang untuk mensterilkan ruang gigi yang berlubang sampai tidak ada lagi karang atau bakteri yang melekat. Pada tahap sterilisasi dokter gigi akan melakukan scaling untuk membersihkan karies dan karang.

Pembersihan dan pengeboran ini dilakukan secara maksimal sehingga terkadang terjadi trauma atau luka kecil pada gusi atau saraf gigi akibat tergesek alat scaling. Dokter gigi biasanya akan memberikan obat anti nyeri seperti ibuprofen untuk mengurangi gejala nyeri yang terutama diakibatkan oleh trauma akibat proses penambalan. 

3. Bahan resin komposit

Resin komposit digunakan untuk menambal gigi. Resin komposit berwarna putih layaknya gigi sungguhan. Setelah proses penambalan, resin ini akan dihangatkan dengan sinar UV agar dapat melekat di gigi.

Resin komposit secara perlahan dengan menggunakan daya hisapnya untuk melekat pada bekas gigi berlubang. Proses ini terkadang terasa nyeri hingga 2 atau 3 hari setelah penambalan. 

4. Adanya kerusakan saraf

Gigi yang sudah ditambal secara permanen terkadang beresiko terjadi kerusakan saraf. Dokter gigi akan melakukan rontgen gigi

untuk melihat kondisi saraf yang terjadi. Jika terjadi kerusakan saraf maka bekas tambalan harus segera dibuka dan dilakukan perawatan saraf gigi. 

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Munculnya kerusakan saraf gigi setelah penambalan memang sering kali terjadi. Ini diakibatkan karena kerusakan gigi sudah terlalu dalam hingga menuju saraf gigi dan pembuluh darah sehingga kondisi tersebut perlu perawatan saraf.

Penggunaan obat anti nyeri tidak akan berguna karena ini hanya menekan respon sakit Anda tetapi tidak akan menghilangkan bakteri yang telah merusak saraf gigi anda. Selain itu, tambalan yang kurang baik juga dapat menyebabkan nyeri pada bekas gigi yang sudah ditambal sebelumnya. 

Ini diakibatkan pembersihan yang kurang maksimal sehingga masih ada bakteri infeksi yang melekat pada gigi tersebut sehingga hasil tambalan awal perlu dibuka kembali dan dilakukan penambalan ulang. 

Untuk menghindari rasa sakit gigi yang muncul kembali setelah ditambal. Anda perlu memperhatikan kebersihan gigi anda sendiri sehingga kesehatan gigi tetap terjaga. 

Jika timbul rasa sakit yang muncul di gigi, segeralah ke dokter gigi untuk diberikan penanganan. Pilihlah dokter gigi yang berkompeten untuk mengatasi masalah gigi Anda. 

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Tooth Sensitivity After Filling: Symptoms, Causes, and Treatment. Healthline. (https://www.healthline.com/health/tooth-sensitivity-after-filling)
Tooth sensitivity after a filling: What is normal?. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/324267.php)
Problems with Dental Fillings. WebMD. (https://www.webmd.com/oral-health/problems-dental-fillings)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit