Doctor men
Ditulis oleh
ADELIA MARISTA SAFITRI
Doctor men
Ditinjau oleh
DR. VINA SETIAWAN
Kesehatan Mulut dan Gigi

5 Jenis Tambal Gigi Paling Umum di Dokter Gigi

Update terakhir: SEP 13, 2019 Tinjau pada SEP 13, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.016.265 orang

5 Jenis Tambal Gigi Paling Umum di Dokter Gigi

Gigi yang bolong atau rusak biasanya dapat diperbaiki dengan cara ditambal. Sebab jika dibiarkan terus-menerus, sisa-sisa makanan dapat terperangkap di dalam lubang dan merangsang pertumbuhan bakteri dalam gigi. Akibatnya, gigi berlubang akan terasa nyeri dan membentuk celah yang semakin dalam.

Ada banyak jenis tambal gigi yang mungkin ditawarkan dokter, sehingga Anda jadi bingung harus memilih yang mana. Ada baiknya, cari tahu dulu kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis tambal gigi berikut ini.

Berbagai jenis tambal gigi

Tambal gigi adalah prosedur yang dilakukan untuk mengisi celah pada gigi berlubang. Selain itu, tambal gigi juga dapat memperbaiki gigi yang retak, patah, atau rapuh karena kebiasaan sehari-hari, contohnya kebiasaan menggigit kuku atau menggemeretakkan gigi (bruxism).

Ada beberapa jenis tambal gigi yang mungkin ditawarkan dokter, mulai dari emas hingga porselen. Pemilihan jenis tambal gigi ini biasanya disesuaikan dengan letak gigi, tingkat kerusakan pada gigi, dan biaya bahan pengisinya.

Sebagai bahan pertimbangan, sebaiknya cari tahu dulu kelebihan dan kekurangan masing-masing bahan tambal gigi. Berikut selengkapnya:

1. Amalgam (perak)

Kebanyakan prosedur tambal gigi umumnya menggunakan amalgam. Amalgam ini bukan sekadar perak biasa, tapi campuran dari 50% perak, timah, seng, tembaga, dan 50% merkuri.

Dibandingkan jenis tambal gigi lainnya, amalgam cenderung lebih populer dan banyak dipilih karena harganya murah, bahannya kuat, dan tahan lama hingga 10-15 tahun.

Kekurangan:

  • Warnanya tidak sama dengan warna gigi, sehingga mengganggu estetika gigi.
  • Cairan panas dan dingin dapat membuat amalgam mengembang dari waktu ke waktu dan menyebabkan gigi retak. Perubahan ini juga bisa melonggarkan bahan tambalan dengan gigi, sehingga bakteri bisa masuk dan terperangkap di dalamnya. Kondisi ini memungkinkan terbentuknya lubang baru atau gigi retak hingga patah.
  • Bisa menyebabkan warna lapisan gigi di sekitarnya jadi keabu-abuan.

Baca Selengkapnya: Perawatan Gigi Berlubang: Tambal Atau Cabut?

2. Komposit

Jenis tambal gigi berupa komposit terbuat dari campuran material resin dan plastik yang dimasukkan ke lubang gigi. Komposit yang tekstur awalnya lunak kemudian akan disinari dengan cahaya biru untuk membantunya mengeras menyerupai gigi.

Banyak orang yang memilih jenis tambal gigi komposit karena warnanya lebih mirip dengan gigi. Itulah sebabnya, bahan yang satu ini biasanya digunakan untuk menambal gigi bagian depan atau bagian gigi yang terlihat dari luar.

Kekurangan:

  • Bahan komposit hanya bertahan sekitar 5 tahun. Daya tahan ini bisa semakin berkurang jika digunakan untuk menambal gigi yang lubangnya cukup besar.
  • Waktu pemasangan lebih lama, sekitar 20 menit.
  • Dibutuhkan kontrol dokter gigi lebih dari 1 kali hanya untuk memasangnya.
  • Harganya lebih mahal daripada jenis tambal gigi amalgam.

3. Porselen (keramik)

Bahan tambal gigi porselen cukup banyak diminati di masyarakat. Walaupun harganya lebih mahal, warna yang ditimbulkan dari bahan porselen cenderung lebih menyerupai gigi sehingga banyak dipilih.

Dibandingkan jenis tambal gigi lainnya, bahan porselen cenderung lebih tahan terhadap perubahan warna. Tambal gigi dengan porselen juga termasuk awet karena mampu bertahan hingga 15 tahun.

Kekurangan:

  • Bahannya lebih kasar.
  • Harganya mahal.
  • Dibutuhkan porselen lebih banyak supaya bahannya tidak mudah pecah. 

Baca Juga: Jika Gigi Patah, Ini yang Sebaiknya Anda Lakukan

4. Glass ionomer cement (GIC / semen ionomer kaca)

Glass ionomer cement (GIC) atau semen ionomer kaca adalah jenis tambal gigi yang terbuat dari akrilik dan material kaca khusus. Bahan ini berwarna putih, tapi tidak bisa memberikan warna yang sama dengan gigi. 

Semen ionomer kaca paling sering digunakan untuk anak-anak, terutama untuk menutupi tambalan di bawah garis gusi. Keuntungan lainnya adalah semen ionomer kaca dapat melepaskan fluoride, sehingga bisa membantu melindungi gigi dari kerusakan lebih lanjut.

Kekurangan:

  • Tidak tahan lama, kurang dari 5 tahun.
  • Lebih rentan patah.
  • Harganya lebih mahal dari amalgam, tapi tidak jauh berbeda dengan harga bahan komposit.

5. Emas kuning

Kalau Anda ingin menambal gigi dengan bahan yang awet dan tahan lama, emas kuning bisa jadi pilihan tepat. Pasalnya, bahan emas kuning sangat kokoh dan tidak menimbulkan korosi, sehingga bisa bertahan lebih lama hingga lebih dari 15 tahun.

Kekurangan:

  • Harganya paling mahal dari semua jenis tambal gigi lainnya, bisa 10 kali lipat dari amalgam.
  • Dibutuhkan kontrol dokter gigi minimal dua kali hanya untuk memasangnya.
  • Interaksi antara logam emas dan air liur dapat menimbulkan sengatan (arus listrik), tapi cukup jarang terjadi.
  • Warnanya kurang estetik.

Meski sudah mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis tambal gigi, sebaiknya tetap konsultasikan dulu ke dokter gigi. Dokter akan membantu Anda menentukan jenis tambal gigi sesuai dengan kondisi gigi yang bermasalah. 

Baca Selengkapnya: Sakit Gigi Setelah Ditambal

Referensi

WebMD. (2017). Dental Health and Tooth Fillings.

Very Well Health. (2019). Different Types of Dental Fillings.

MedicineNet. (2003). Fillings.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit