Sakit di Persendian Bisa Disebabkan Saraf Kejepit

Saraf kejepit bisa disebabakan karena kesalahan dalam posisi tubu. Untuk contoh misalnya posisi tubuh yang bertumpu pada siku, kebiasaan menyilangkan kaki hingga kesehatann yang memicu terjadinya saraf kejepit yaitu:
Dipublish tanggal: Sep 9, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit

Saraf kejepit adalah tekanan berlebih pada saraf oleh jaringan sekitarnya biasa dikenal dengan sebutan saraf kejepit. Gejala yang disebabkan saraf kejepit antara lain rasa sakit, kebas, kesemutan, dan kelemahan dalam pergerakan.

Beberapa jaringan yang bisa menekan saraf antara lain jaringan otot, tendon, tulang atau tulang rawan. Sebenarnya saraf kejepit dapat terjadi di lokasi tubuh bagian manapun, hal ini karena saraf menjalar sepanjang tubuh. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

Oleh karena itu Anda perlu melakukan kegiatan yang normal dan sehat agar terhindar dari saraf kejepit.

Penyebab terjadinya saraf kejepit

Saraf kejepit bisa disebabakan karena kesalahan dalam posisi tubu. Untuk contoh misalnya posisi tubuh yang bertumpu pada siku, kebiasaan menyilangkan kaki hingga kesehatann yang memicu terjadinya saraf kejepit yaitu:

  • Herniasi diskus, Kondisi ini diakibatkan oleh tulang belakang yang bergeser tidak sesuai dengan tempatnya
  • Arthritis atau peradangan pada sendi
  • Penyempitan yang tidak normal pada tulang belakang
  • Sindrom lorong karpal yang dapat mennyebabkan terjadinya saraf kejepit pada bagian pergelangan tangan. Gejala yang ditimbulkan akibat kondisi ini adalah nyeri, mati rasa, dan kesemutan pada telapak tangan dan jari tangan

Selain penyebab di atas, ternyata saraf kejepit juga dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti cedera, memar dan kondisi lain yang menyebabkan pembengkakan. Ada beberapa jenis usia yang rentan terhadap penyakit ini diantaranya:

  • Wanita. Wanita memiliki risiko cukup besar terkena saraf kejepit karena memiliki tulang jari dan telapak tangan yang lebih kecil
  • Pekerja yang memiliki rutinitas yang statis dan dilakukan secara berulang
  • Terjadi berat badan naik berlebihan dan tubuh menahan cairan secara berlebihan. Kondisi tubuh ketika menahan cairan berlebihan disebut dengan retensi air. Kondisi ini ternyata dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti kadar garam dalam tubuh yang tinggi an mengalami perubahan hormone.
  • Mengalami penyakit yang berhubungan dengan kelenjar tiroid. Contohnya adalah hipotiroidisme (kadar hormon tiroid terlalu rendah). Gangguan ini dapat meningkatkan risiko terjadinya saraf kejepit. Ini karena penyakit tiroid memiliki keterkaitan yang erat dengan retensi air dan penambahan berat badan berlebih.

Cara mengobati saraf kejepit

Saraf kejepit bisa terjadi akibat aktivitas seseorang. Untuk mngatasi kondisi ini maka Anda disarankan untuk menghentikan aktivitas pada bagian tubuh yang mengalami saraf kejepit. 

Bila Anda terus melakukan aktivitas pada bagian yang terkena saraf kejepit maka dikhawatirkan akan memperparah keadaan, oleh karena itu tidak ada salahnya berhenti sejenak dari kegiatan yang dilakukan. 

Bila saraf kejepit dibebakan oleh sindrom lorong karpal, maka dimungkinkan Anda diminta untuk memakai pembebat pada tangan. Pemakaian juga harus dikonsultasikan kepada dokter terlebih dahulu. Pada kondisi tertentu pembebat pada tangan ini digunakan terus sekalipun pada saat tidur. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

Selain menggunakan cara di atas, Anda juga dapat disarankan untuk mengikuti beberapa upaya penanganan saraf kejepit seperti:

1. Fisioterapi

Tekanan yang menyebabkan saraf kejepit ini dapat dikurangi dengan fisioterapi. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat otot-otot yang ada di sekitar bagian tubuh yang mengalami saraf kejepit. Fisioterapi dilakukan dengan melakukan latihan-latihan yang akan membantu mengurangi tekanan pada saraf.

2. Pemberian obat penghilang nyeri

Pemberian obat penghilang nyeri atau yang biasa disebut obat antiinflamasi non-steroid (NSAID). Obat ini dapat berupa ibuprofen atau naproxen yang lebih baik digunakan sesuai aturan dokter. Untuk mengurangi peradangan dan rasa nyeri, dokter juga bisa melakukan suntikan kortikosteroid.

3. Operasi

Bagi Anda yang mengalami saraf kejepit dalam waktu yang cukup lama hingga berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan, maka perlu waspada. Apalagi bila sudah dilakukan berbagai pengobatan di atas dan tidak kunjung sembuh maka dokter bisa menyarankan untuk melakukan tindakan operasi. 

Jenis operasi sendiri tergantung dengan bagian tubuh yang mengalami saraf kejepit. 

Bagi Anda yang mengalami gejala yang mengarah ke saraf kejepit jangan ragu untuk memeriksakan kondisi ke dokter. Hal ini karena semakin dini penyakit diketahui maka proses penanganannya juga akan lebih cepat dan mudah. 

Sehingga saraf kejepit yang diderita dapat segera sembuh tanpa harus menimbulkan gangguan tubuh lain. 


9 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app