Kenali Psikosis Dari Penyebab, Gejala dan, Pengobatannya

Update terakhir: Mar 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 478.582 orang

Apa itu Penyakit Psikosis? Mari Cari Tahu di Sini

Sekilas jika diperhatikan dari namanya psikosis ada penyakit yang behubungan dengan kondisi psikologi seseorang. Dalam dunia medis penyakit ini berkaitan dengan keadaan mental yang mana seseorang mengalami gangguan seperti delusi atau halusinasi.

Halusinasi yaitu persepsi kuat seseorang tentang suatu peristiwa yang dilihat maupun didengar tetapi sebenarnya tidak nyata. Sedangkan delusi merupakan paham atau pandangan yang tidak akurat tentang suatu hal.

Penyakit inigt;dapat menyebabkan ganguan mental yang lebih parah termasuk depresi, skizofrenia, bipolar dan gangguan schizoafektif. Seperti gangguan mental pada umumnya, penyebab psikosis belum dapat diketahui dengan jelas namun diduga sosial, lingkungan, psikologis, fisik dan genetik dapat menjadi salah satu pemicunya.

Selain halusinasi dan delusi penyakit ini memiliki gejala-gejala lain yang dapat ditunjukkan oleh penderita seperti cemas berlebihan, mudah mencurigai orang lain, susah berkonsentrasi, melantur tidak jelas saat bicara, depresi, suka menyendiri, kurang tidur, suka tidur terlalu lama, berkeinginan untuk menyakiti diri sendiri bahkan bunuh diri dan lain-lain.

Psikosis dapat terjadi karena beberapa faktor diantaranya stres berat, depresi berat, gangguan bipolar, pengalaman buruk yang membuat trauma, penyakit parkinson, penyakit skizofrenia,gt;tumor otak, penyakit alzheimer, epilepsi, stroke, kecanduan minuman beralkohol dan penyalahgunaan obat-obatan. Di bawah ini beberapa informasi lainnya terkait dengan psikosis.

Beberapa Hal Yang Harus Anda Ketahui Tentang Psikosis

Walau penyebab pasti mengenai penyakit ini belum ditemukan, namun beberapa alasan dibawah ini tidak jarang ditemui.

  • Penyakit Skizofrenia, yang adalah gangguan mental di mana penderita mengalami kesulitan dalam kognitif. Kondisi ini bersifat seumur hidup maka dibutuhkan perawatan jangka panjang oleh penderita.
  • Gangguan delusional. Penderita akan mengalami dan membuatnya percaya pada hal-hal yang tidak nyata. Kelainan ini sangat ringan, jadi tidak heran penderita dapat hidup normal dan melakukan tanggung jawab sehari-hari.
  • Gangguan bipolar. Penderita gangguan ini, mempunyai perubahan suasana hati yang tidak terduga atau ekstrim. Penderita gangguan ini dapat sangat bahagia lalu berubah menjadi tertekan, perubahan yang dialami tidak terduga.
  • Konsumsi obat. Penderita mengalami gangguan karena subtansi yang menyebabkan perubahan mood atau suasana hati tidak normal. Obat ini termasuk golongan downers dan stimulan, biasanya gejala akan hilang saat efek dari obat yang dikonsumsi hilang.
  • Psikosis juga dapat disebabkan kareba bagian otak yang berfungsi sebagai pengatur pikiran mengalami kerusakan. Kerusakan otak dapat disebabkan beberapa faktor misalnyagt;cedera pada kepala, gegar otak, kerusakan pada bagian syaraf dikarenakan stroke, dll.
  • Kejadian tidak terduga. Kejadian buruk yang tidak dapat diterima seseorang dengan rasional sehingga memberikan beban terhadap mental dapat menggubah hidup penderita, seperti mengalami kebangkrutan, kehilangan pekerjaan perceraian dan lain-lain. Umumnya apanila tidak ditangani dengan baik, penderita akan mengalami depresi dan menunjukan perubahan sikap, kebanyakan merasa murung dan sedih tanpa alasan yang tidak jelas.

Penderita tidak bisa merasakan emosi normal terkadang acuh tak acuh terhadap orang lain. Orang yang mengalami depresi tidak dapat merasakan emosi tertentu. Misalnya, jika saat ada saudaranya meninggal ia tidak merasa sedih dan sebaliknya.

Jika terjadi gejala-gejala seperti itu, maka sebaiknya dikonsultasikan pada dokter yang menangani kesehatan mental atau jiwa. Penanganan sejak dini akan membantu dalam penyembuhan. Sebab diagnosis dini dapat mencegah gangguan mental yang lebih parah dan menghindari komplikasi.

Pengobatan Psikosis

Penderita penyakit ini dapat diobati dengan terapi psikologis melalui pemberian obat-obatan. Pemberian terapi psikologis tergantung dari penyebabnya. Ada beberapa jenis terapi psikologi yang biasa digunakan seperti terapi keluarga (family therapy) dan terapi perilaku kognitif (CBT). Sedangkan obat yang digunakan yaitu antipsikotik yang berguna untuk mengurangi gejala psikosis.

Obat minum untuk penyakit psikosis bukan tanpa efek samping. Beberapa efek samping yang mungkin muncul misalnya pergerakan otot yang tidak disadari pasien, penambahan berat badan, kelainan lipid, dll. Obat psikosis umumnya akan harus terus dikonsumsi pasien, karena penyakit ini termasuk yang tidak bisa sembuh, oleh karenanya penggunaan obat antipsikotik tahap lanjut biasanya untuk mencegah penyakit timbul kembali.

Terapi perilaku kognitif (CBT) yaitu terapi dimana konselor fokus dalam membantu pasien memahami perilaku dan mengajarkan beberapa teknik bagaimana mengatasi masalah dengan lebih baik.

Jika Anda atau orang terdekat mengalami gangguan atau gejala psikosis, sangat disarankan segera memeriksakan kepada pihak terkait. Agar gejala dapat diatasi segera dan tidak menimbulkan penyakit mental yang lebih parah.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit